Research lyfe #1
Karna episod #MengejarPhD lagi hibernasi, jadi ku putuskan membuat segmen baru tentang dunia research. Beberapa minggu lalu followers di instagram sempet nanya soal pekerjaan ku, jadi, mungkin ini waktu dan platform yang tepat untuk bercerita.
Mungkin tidak relate dengan banyak orang, tapi bisa menjadi insight untuk teman-teman freshgrad s1/s2 mau jadi apa ke depannya.
Aku lulus s1 di 2014, gap setahun, langsung s2 di DN, tepat Agustus 2017 aku wisuda. Alasan ku langsung sekolah karna aku ingin jadi dosen, mumpung masih muda, biar sekolahnya fresh. Tapi kemudian, seiring berjalannya waktu, aku mulai melirik dunia NGO (sebagai program/project officer) karna ada beberapa narsum NGO saat aku kuliah yang menceritakan kegiatan yang menarik.
Selepas lulus, apa aku masih daftar menjadi dosen? Tentu. Aku sudah persiapan ikut cpns dosen, tapi ijazahnya belum siap, jadi gagal. Terus aku “dicemplungin” di Lombok sendirian buat jadi Field Coordinator sama dosenku, itulah awal mula dunia research ku. Selesai dari Lombok, aku sempat daftar dosen uni top-tier, gagal di interview gara-gara ordal alumni wakakak. Sehabis itu, aku semakin menggeluti dunia research di lapangan, mengenal orang baru sebagai tim dan berbaur dengan masyarakat sekitar. Minimal 1 minggu, maksimal 1 bulan di wilayah tertentu. Ya, hidupnya banyak “jalan-jalan” kala itu, bekerja sambil jalan-jalan. Alhamdulillah.
Karna saking menikmatinya, aku lupa tujuan awalku s2 untuk apa. Bekerja sebagai Research Assistant, ya seperti bekerja pada umumnya, capek, lelah, puyeng, duit ya ada, cuma kalo nyari yang stabil dan banyak, mesti dipilih lagi institusi/lembaga penelitiannya. Lagian, freshgrad mah jangan banyak mau, nambah skills itu yang penting.
1 Mei 2023









