Tidak sengaja, saat mengecek time line di akun Instagram, saya menemukan postingan foto yang memuat cover film “Mari Lari” yang diproduksi tahun 2014. Saya penasaran dengan judulnya, ‘lari’ bagaimana yang dimaksud dalam film itu. Alhasil, saya mencari link film itu di youtube. Dan, berhasil!
Semalam, saya menonton film itu langsung dari akun youtube. Suka banget deh, dengan sinyal T*LK*M*E*, film terputar tanpa macet #oot. Hahaha. Dan skenarionya, ternyata ditulis Mbak Ninit, yang juga muncul sebagai cameo di film. Ah… memang, tidak bagus-bagus banget. Tapi isi film itu ngena banget. (sama-sama ada bangetnya kan :-))
Di bagian awal, sudah ada quote lama yang sering saya dengar saat kuliah. Quote itu beredar setiap ada kisah kawan kuliah yang tersiksa dengan pilihan jurusan yang dipilihkan orang tua mereka. Kalimat “selesaikan apa yang kamu mulai”, langsung menggema. :-)
Diceritakan di film, seorang pemuda bernama Rio yang tidak pernah menyelesaikan apa yang sudah dimulainya, sekalipun ia yang memilihnya. Rio diceritakan memilih les piano, karate, juga homestay di Australia. Nah, semua kegiatan itu tidak pernah diikuti hingga selesai. Alasan bosan seringkali membuat ia hengkang dari pilihannya.
Sampai ke permasalahan kuliah, juga sama. Ia yang memilih jurusan hukum, tetapi tidak menyelesaikan skripsi. Ayahnya memilih bersikap keras, memutuskan jika si anak tidak menyelesaikan kuliahnya, Rio akan dikeluarkan dari rumah. Sayangnya, itu yang terjadi. Rio diusir dari rumah.
Komunikasi dengan ayahnya terputus, tetapi tidak dengan ibunya. Ibunya tetap berharap, suatu saat Rio akan menyelesaikan apa yang dimulainya. Rio mengulang lagi kuliahnya sambal bekerja di showroom dan tinggal di sana berkat bantuan sohibnya. Apa mau dikata, sebelum Rio mengabulkan harapan ibunya, ibunya meninggal karena penyakit kanker.
Di titik inilah, Rio disadarkan atas kesalahannya sampai-sampai tidak berhasil membanggakan ibunya. Suatu hari, ia melihat undangan lari marathon ke Bromo atas nama ibunya. Ia berniat mengikuti marathon itu atas nama ibunya. Ayahnya menganggap hal itu mustahil, karena Rio tidak pernah punya pengalaman berlari.
Ternyata, Rio benar-benar menganggap ini serius dan dapat membahagiakan ibunya. Melalui bantuan Anisa, seorang pelari berpengalaman, ia membuat running planning. Running planning itu digunakan untuk menyiapkan stamina mengikuti BromoMarathon. Sebelum mendapat persetujuan ayahnya, ia ditantang untuk mengikuti marathon sepanjang 21K. Ayahnya baru akan memberikan nomor punggung milik ibunya jika Rio berhasil dalam marathon tersebut.
Apa yang terjadi? Rio berhasil. Ia mendatangi kuburan ibunya sambil bercerita , “…ternyata menyenangkan ya, Bu, bisa menepati janji ke diri sendiri…” :)
MARI LARI. Film dari Delon Tio. Ditulis oleh Ninit Yunita.
Sudahkah kamu menyelesaikan apa yang kamu mulai?
Sudahkah merasakan nikmatnya menepati janji pada diri sendiri?
:)