Logika Manusia dan KaruniaNya yang Banyak
Banyak orang bilang “Apa yang kamu tanam, itulah yang akan kamu panen” atau istilahnya tabur-tuai. Sebagai manusia kita menganggap bahwa harus melakukan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu. Jika ingin yang lebih banyak maka effort yang kita keluarkan juga harus lebih. Maka tak heran, banyak sekali manusia yang bekerja dari pagi-pagi buta hingga malam menjelang demi mendapatkan sesuatu yang sangat mereka dambakan. Mirisnya, kadang sesuatu yang didapatkan itu lebih sering tidak sesuai yang kita inginkan.
Di zaman yang serba hedonisme seperti saat ini, banyak orang yang kehilangan arah hingga melakukan segala cara dengan serakah. Berusaha mati-matian untuk mengumpulkan sebanyak-banyaknya uang. Seperti pemandangan yang akhir-akhir ini kita saksikan di kanal-kanal berita tentang bagaimana pejabat dan politisi di negeri ini saling berlomba memperkaya diri sendiri. Sementara di luar sana banyak rakyat yang terlunta-lunta akibat badai PHK, pekerjaan yang tak kunjung disandang, atau bahkan sekedar untuk bertahan hidup di hari ini saja tidak tahu bagaimana caranya. Sebuah ironi yang kita dapati di negeri sendiri.
Keadaan dan ketimpangan yang terus terjadi pada akhirnya membuat kita berpikir “Dunia ternyata tidak adil ya?”
Ada orang-orang yang bersusah payah namun tak seberapa hasilnya, ada juga yang dengan mudah memiliki segalanya dengan cara yang begitu berdosa.
Pada akhirnya aku sampai pada pemikiran, bahwa keadilan yang sesungguhnya hanya ada di akhirat. Bahwa balasan yang setimpal itu akan sampai dengan seadil-adilnya nanti di akhirat. Keburukan akan Allah balas dengan keburukan dan kebaikan akan Allah balas dengan kebaikan pula. Setiap manusia akan mendapatkan yang setimpal dengan apa yang telah dilakukan.
Sampai pada beberapa waktu lalu, aku memurojaah QS An-Naba’ dan menghayati terjemahnya kata demi kata. Surat yang menerangkan tentang Hari Kebangkitan yang pasti akan datang dan penggambaran bagaimana keadaan di hari tersebut. Sampailah pada ayat-ayat tentang Neraka Jahanam yang diperuntukkan bagi orang-orang yang melampaui batas. Mereka mendapatkan siksaan demi siksaan yang kemudian pada ayat 26 Allah sampaikan : جَزَاۤءً وِّفَاقًاۗ yang artinya : “sebagai pembalasan yang setimpal”. Ya, mereka orang-orang yang melampaui batas itu benar-benar mendapatkan yang setimpal atas kejahatan mereka.
Lalu aku mengira, bahwa balasan bagi orang-orang beriman yang berbuat baik tentu adalah kebaikan yang setimpal juga. Hingga sampailah aku membaca beberapa ayat :
Sungguh, orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan, (yaitu) kebun-kebun dan buah anggur, dan gadis-gadis montok yang sebaya, dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman). Di sana mereka tidak mendengar percakapan yang sia-sia maupun (perkataan) dusta. Sebagai balasan dan pemberian yang cukup banyak dari Tuhanmu, Tuhan (yang memelihara) langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya; Yang Maha Pengasih, mereka tidak mampu berbicara dengan Dia. (QS An-Naba’ : 31–37)
Di ayat 36 Allah menyampaikan جَزَاۤءً مِّنْ رَّبِّكَ عَطَاۤءً حِسَابًاۙ yang artinya “Sebagai balasan dan pemberian yang cukup banyak dari Tuhanmu”. Jika sebelumnya Allah menyebutkan balasan atas kejahatan dengan kata ‘setimpal’, di ayat ini Allah menyebutkan balasan atas kebaikan dengan ‘yang cukup banyak’.
Sampai akhirnya aku menyadari, Maha Baiknya Allah atas seluruh hamba-hambaNya, Maha Pengasihnya Allah atas seluruh hamba-hambaNya. Jika seseorang melakukan dosa, balasan yang diperoleh adalah setimpal. Allah tidak menyebutnya dengan ‘lebih berat’ atau ‘lebih kejam’. Dari sini kita bisa mengambil hikmah, bahkan terhadap hamba yang melampaui bataspun, kasih sayang Allah tetap meliputi.
Sebaliknya untuk hambaNya yang berbuat kebaikan, Allah tak hanya berikan ‘balasan’ tapi juga ‘pemberian’ yang Allah sebut ‘yang cukup banyak’. Kalau kita di dunia ini melakukan kebaikan kepada manusia, maka kita akan mendapatkan balasan kebaikan yang sama. Tapi lihatlah, kebaikan hambaNya tidak hanya ‘dibalas’ namun juga ada ‘pemberian’ atau ‘hadiah’ lain yang cukup banyak. Ternyata setiap kebaikan yang kita lakukan tidak pernah dibalas dengan yang sama oleh Allah, tapi selalu diberikan yang lebih.
Semoga kita senantiasa menjadi orang-orang yang berbuat kebaikan dan berada di jalan ketaatan. Hingga nanti bertemu Allah dan mendapatkan balasan serta pemberianNya yang cukup banyak itu. Aamiin.