Tulisan 20 : Harga Teman
"Widiih, makin laris aja. Ga pengen ngasih gratisan nih sama temen?"
"Berapa harga nih? Pake harga temen ajalaaah."
"Harga temenlah, harga temen." (sambil kedip kedip wkwk)
_________________
Kita barangkali termasuk orang yang sudah akrab dengan istilah "harga teman". Sebuah istilah yang terlanjur identik dengan harga diskonan —bahkan gratisan— yang terjadi karena adanya ikatan pertemanan antara si penjual dengan si pembeli. Entah kita berperan sebagai penjualnya, atau bahkan pembelinya.
Jika ditelisik lebih lanjut, seorang teman yang baik seharusnya adalah mereka yang mampu bersikap supportif terhadap segala kegiatan positif yang dilakukan oleh temannya, tidak terkecuali dalam bidang usaha yang sedang teman kita geluti.
Alih-alih membeli dengan harga diskon, seorang teman yang baik justru akan berusaha membeli produk usaha temannya dengan harga di atas standar yang jauh lebih pantas sebagai bagian dari upayanya untuk mendukung keberlangsungan usaha teman. Apalagi kalo yang masih baru banget lahir di dunia usaha dan belum settle.
Jika pun kita tidak bisa membeli produk usaha milik teman kita dengan harga di atas standar (karena keterbatasan budget), setidaknya kita bisa membelinya dengan harga normal. Jangan tiba-tiba kita dateng, terus minta diskonan, apalagi gratisan. Karena seharusnya, 'harga teman' adalah harga yang bisa kita bayarkan sebagai bentuk apresiasi dan dukungan kita sebagai seorang teman. Bukan harga yang justru menjatuhkan dan menghambat usahanya.
Jadi, yuk dukung usaha teman! 😉 eits, lain cerita lagi kalo harganya emang langsung dikasih diskon sama si empunya tanpa kita minta ya wehehe.
— Rizqi Khilda Amalia











