Terima Kasih Rumah Sakit Advent Bandung :)
masi ingat postingan terakhir saya seputar Apoteker?
yaaa. itu adalah postingan di periode pertama saya menjalani PKPA sebagai seorang calon apoteker.
Pertama sekali saya mendapat giliran belajar praktek kerja di rumah sakit. Iya, di rumah sakit.
Rumah Sakit, Farmasi Klinik, Pelayanan Berbasis Pasien, Konseling dan Informasi Obat, etc. Sungguh, rasanya ga percaya kalau saya bisa bekerja praktek pertama sekali di rumah sakit. Seneng banget. Karena memang sampai saat ini saya lebih menggeluti bidang klinis hehehe. Dan hal ini juga yang jadi buat saya semangat PKPA , karena diawali dengan rumah sakit..meskipun harus jauh dari eceu tika (my lovely cost-mate di jatinangor) :))) dan fight sendiri di kota kembang ini .
Ohya, tujuan PKPA Rumah Sakit saya selama satu bulan lebih ini adalah Rumah Sakit Advent Bandung. Pertama sekali yang ada di benak saya hanyalah joke seputar “scarry” Apoteker senior dari teman-teman angkatan sebelumnya. Tapi ..mmm..saya optimis dan harus berpikir yang baik, ga ada yang perlu ditakutin selama kita ga salah. Dan benar sekali, ini sudah minggu ketiga saya menjalani PKPA di RS Advent dan saya senang sekali bertemu sosok Apoteker cerdas, seorang Clinical Pharmacolog yang handal. Bahkan kalau habis ketemu beliau, saya seperti kosong dan rasanya mililiter ilmu saya masih 1 :100jt sama beliau. Dan buat saya semakin semangat lagi untuk jadi Apoteker yang percaya diri karena memiliki ilmu. Tentunya semakin bangga pula dengan profesi Apoteker.
Banyaak, banyaak sekali yang saya dapatkan di Rumah Sakit Advent. Ilmu kefarmasian lapangan dan teknik pengobatan rasional ga semata-mata teori, akan menjadi nol hasilnya kalau kita ga punya kemampuan untuk komunikasi baik kepada pasien, tenaga teknis apoteker, perawat atau dokter.
Periode juli ini merupakan periode persiapan sekaligus masa transisi menuju akreditasi KARS bagi rumah sakit Advent. Dengan slogan “Kami Siap Lulus Sempurna” Rumah Sakit Advent menuntut seluruh aspek RS dapat menjadi lebih dari apa yang semestinya dituntut dalam persyaratan akreditasi. Begitu juga dengan kami, mahasiswa PKPA yang saat itu secara otomatis menjadi bagian penting dalam tubuh RS Advent.
hmmm. namanya aja udah praktek kerja. Pasti ada capek dan lelahnya, apalagi buat badan cengeng seperti saya ini. hehehe. Tapi disamping itu semua banyaak sekali hal-hal yang membuat saya semangat dalam praktek. Misalnya dengan kegiatan PTO, mengkaji resep dengan form khusus apoteker didalamnya (hal ini bagus sekali, karena dalam satu resep terdapat dua pekerjaan penting dari dokter dan apoteker), dan seeeemua muanyaa yang banyak lagi membangkitkan semangat saya.
Selain sibuk sebagai calon apoteker, saya juga harus sibuk mencari teman-teman baru. Orang-orang inspiratif yang harus bisa saya buat ketawa hahaha. Yaaa, banyak banget. Ada adik-adik dari SMF BPK Penabur yang lagi PKL, ada teman calon apoteker juga dari STFB. Selain itu juga para karyawan di masing-masing depo farmasi. Lingkungan hangat ini membuat saya rasanya enggan untuk berpindah tujuan PKPA. Bertemu dengan lingkungan baru itu rasanyaa seneng banget. Belajar karakter baru, belajar tulus untuk jadi teman, apalagi ketawa-ketaw nya, harus cukup dan seimbang . hahaha. Kaka-kaka dan temen temen asisten apoteker di rawat jalan, rawat inap, gudang, BPJS, semuanya baik baik banget.
Yaa saya sangat bersyukur karena bisa ditempatkan di RS Advent. Ohiya, bukan karena saya nasrani lantas jadi merasa lebih senang. engga sama sekali, saya bersyukur atas apapun, terlebih keberadaan saya sebagai calon apoteker di RS ini. Di minggu terakhir saya ini rasanya berat untuk meninggalkan lingkungan RS yang begitu hangat. Saya rasanya tidak bisa berhenti untuk berterimakasih atas setiap perlajaran berharga yang saya dapatkan disini, terimakasih atas setiap kebaikan yang saya terima, terimakasih untuk bisa menerima saya sebagai bagian dari RS Advent. Keluarga baru yang sungguh baik untuk saya.
Rumah Sakit Advent. “Menjadi Sehat Seutuhnya”
renatha -calon apoteker :)