Pada pagi dengan suguhan teh hangat ditambah jalkot buatan deng Inzana yang hampir setiap pagi melengkapi sarapan kami diteras rumah kayu.
Pada siang dengan suguhan makanan siang yang sangat teringat sayur daun kelor ditambah ikan bakar,ikan kuah kunyit (nasu bale),dan lauk lainnya. Dengan duduk melantai mengelilingi makanan yang tertera diatas talangan besar (baki). Suara yang tak henti tolong ambilin ini itu,tolong tambah ini itunya,karena semua makan dengan sangat lahap sampai harus nambah stok makanan berkalikali haha (Maklum keluarga melebihi kapasitas #eh) 😂
Pada sore dengan suguhan wajah-wajah sembringan karena saling mengejek satu sama lain dan aku adalah salah satu dari topik sebut saja aku sebagai tersangka bullyan mereka. Dan paling membekas pada sore adalah dengan adanya senja dan burung yang keluar dari goa (namanya goa mampu salah satu tempat wisata dikampungku yang akhir-akhir ini lagi ngtrend karena adanya tim dari MTMA).
Dan,
Setelah malam telah tiba,sangat diwajibkan untuk semua anggota keluarga masuk dalam rumah,semua pintu,jendela ditutup (Labu eso). Setelah selesai magrib para perempuan diwajibkan untuk menyiapkan makan malam kecuali aku (Jaga keponakan) sebenarnya tidak juga sih,ini adalah kebiasaan buruk aku setelah pulang kehabitat (Malas) maklum anak bungsu hahaha tdk ada hubungannya ya. Yang sangat membedakan kalau kehabitat adalah waktu tidur,selesai makan nonton sebentar langsung masuk kamar tidur (Sekitar pukul 20.00/21.00) sangat beda dengan diluar habitat bisa-bisa sampai pukul 01.00
To the Point AKU RINDU SUASANA RUMAH
(Semoga bermanfaat,walaupun hanya setitik saja. Maaf kalau tulisannya Rundom)
Tetap jaga kesehatan
Jangan lupa pulang 😊
















