Awal jumpa di tempat itu.
Kita hanya saling diam.
Hanya senyuman yang terlukis di wajah.
Hanya tatapan malu yang terpancarkan di mata.
Hari selanjutnya kita berjumpa lagi.
Kita tak hanya tersenyum, sapaan pun telah terucap walau dengan perasaan sedikit gugup.
Tapi sapaan itulah yang membuat kita dekat.
Hari terus berganti.
Kita semakin dekat.
Kita semakin sering berjumpa.
Membiarkan banyak hal.
Membicarakan cerita dan pengalaman masing-masing.
Sehingga kita telah tau sikap dan sifat masing-masing.
Dan perasaan sayang pun tumbuh begitu saja dalam hati ini.
Kalian sudah ku anggap sebagai keluarga.
Berpisah dengan kalian satu hari saja membuat ku rindu.
Tak pernah terpikirkan sejak awal berjumpa.
Kita akan menjadi sahabat.
Kita akan menjadi dekat.
Kita menjadi saudara.
Tak pernah terbayang persahabatan kita seindah ini.
Tetapi seiring berjalannya waktu.
Kita harus berpisah.
Kalian pergi pada jalan yang kalian pilih.
Aku pergi pada jalan yang ku pilih
Entah pergi untuk mengejar cita-cita.
Atau entah pergi karena cerita cinta.
Keputusan itu membuat aku sedih.
Tetapi kenyataannya cerita persahabatan ini harus kita tunda.
Kita jaga persahabatan ini lewat do’a.
Jaga diri kalian baik-baik di sana.
Fokuslah pada tujuan kalian.
Jika Allah mengizinkan kita lanjutkan cerita persahabatan dahulu.
Biar jarak dan waktu memisahkan.
Tetapi takdir Allah yang akan mempertemukan kita kembali.
Semoga persahabatan kita tidak hanya di dunia tetapi juga di akhirat.
Jabat tanganku, mungkin untuk yang terakhir kali. Kita berbincang tentang memori di masa itu. Peluk tubuhku, usapkan juga air mataku. Kita terharu seakan tiada bertemu lagi.
Bersenang-senanglah karena hari ini yang akan kita rindukan, di hari nanti sebuah kisah klasik untuk masa depan. Bersenang-senanglah karena hari ini yang akan kita banggakan, di hari tua.
Sampai jumpa kawanku, semoga kita selalu menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan. Mungkin diriku masih ingin bersama kali. Mungkin jiwaku masih haus sanjungan kalian.