It's my 8 year anniversary on Tumblr 🥳

Origami Around
I'd rather be in outer space 🛸

祝日 / Permanent Vacation
Not today Justin
$LAYYYTER
Jules of Nature
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

if i look back, i am lost
almost home

Love Begins
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
Peter Solarz
NASA

blake kathryn

No title available
art blog(derogatory)
🪼

titsay
Cosmic Funnies
No title available

seen from Malaysia
seen from Türkiye

seen from Malaysia
seen from Germany

seen from United States

seen from United Kingdom

seen from Singapore
seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia

seen from Singapore
seen from United States

seen from Germany
seen from United States

seen from Türkiye

seen from United Kingdom

seen from United States
@hagroidkerwn
It's my 8 year anniversary on Tumblr 🥳
Closing Story
Ini kesekian kalinya Aku dihujani tanya Tanya tentang kau yang entah kemana Aku bisa apa? Selain tersenyum menahan sesak di dada
Apa yang harus ku katakan pada mereka? Katakanlah! Haruskah aku ceritakan yang sebenarnya? Sayangnya aku tak ingin kau di pandang sebagai orang jahat
Lagi-lagi pilihanku tetapi memendam Entah perasaan atau luka yang ku rasakan Memang benar luka ini terlalu dalam Namun, aku percaya bahwa ada hikmah di dalamnya Akan aku dapatkan pelangi pada setiap gemuruh keperihan
Tentang kau yang meninggalkanku? Kau tak perlu menjelaskan apapun Aku bisa melihat dari matamu Bahwa aku bukan lagi bahagiamu
Saat kau pergi Tiap langkah kakimu menjadi penghenti Menutup kisah yang pernah terjadi Kisah yang selamanya hanya akan ku anggap mimpi Mimpi buruk di malam hari
Aku melepasmu Berusaha mengikhlaskanmu Karena kau telah mempunyai sayap baru Untuk terbang meraih mimpimu
Aku menutup kisahku dengan kesedihan Agar kau mendapatkan kisah yang penuh kebahagiaan
Maafkan aku Aku tak sanggup jika harus ada tanya tentangmu Jelaskan pada mereka bahwa ini salahku Yang pernah menetap pada cinta yang semu
Ends, Start-Now-and-Forever
It's my 7 year anniversary on Tumblr 🥳
PHOENIX (2/2)
“Huff… huff… huff… Uhuk! Uhuk!”
“Kamu baik-baik saja? Mana yang sakit?”
“Aku tidak apa-apa.”
“Uhuk… Kamu lihat, aku tidak apa… ugh…”
“Jangan berdiri dulu! Cepat duduk!”
Gadis itu meletakkan tangannya di dahinya. Dia dapat merasakan sentuhan yang hangat di wajahnya.
“Aku sudah memeriksa kondisi psikologismu. Sepertinya informasi yang terlalu banyak membuatmu kelelahan dan juga pusing.”
“Sepertinya tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Minum dan istirahatlah sejenak.”
“Terima kasih…”
PHOENIX (1/2)
Sebuah ruangan yang gelap.
Yang terlihat hanya sebuah meja, balok, kipas angin, dan ... seseorang yang berdiri.
"Hei, sudah bangun? Nyenyak juga tidurmu!"
Suasana hatinya sepertinya sedang baik. Tapi, siapa dia?
"Siapa kamu?" -
"Aku? Anggap saja aku pencerita."
"Dan kamu adalah pendengarnya."
"Jika kamu bertanya, ini di mana… Agak sulit untuk dijelaskan. Anggap saja ini bukan di mana-mana."
"Hmm… Di mana aku?" -
Little Girl
Suatu ketika di negeri yang jauh, seorang gadis kecil hidup di bawah tangan ayahnya, dia menangis dalam diam dan tidak pernah berbicara. Ayahnya memastikan bahwa dia yang mengambil keputusan.
Ayah gadis kecil ini memaku pintu hingga tertutup, sehingga dia tidak bisa pergi. Mematikan lampu sehingga dia tidak bisa melihat. Tapi suatu malam dia menerobos kaca jendela, tidak ada yang bisa menghentikan pelarian hebatnya.
Karena itu gadis ini punya rencana, bahwa ayahnya tidak akan pernah mengerti semua keajaiban yang dia lihat dalam mimpinya, semua hal menakjubkan yang dia bisa.
Jadi gadis kecil ini kabur dari rumah.
"Gadis kecil lanjutkanlah dan tulis ceritamu, bersukacitalah karena akhirnya kamu bebas, dan jadilah seperti yang kamu inginkan."
"Kamu sudah tahu kekuatan di dalam hatimu, tidak membutuhkan seseorang untuk memberi tahu siapa dirimu, pergilah dan ungkapkan kata-kata yang kamu tahu ingin ucapkan. Gadis kecil, jadilah seperti yang kamu inginkan."
Dua puluh tahun kemudian melalui jam pasir, gadis kecil ini tumbuh dalam waktu yang telah berlalu. Semua larut malam berlalu itu karena dia mengerjakan tiga pekerjaan. Berawal dari uang recehan, sekarang dia menjadi bosnya sendiri.
Suatu hari dia membuka pintu untuk bertemu orang asing, di jendela menebak siapa yang dilihatnya. Ayahnya muncul dengan wajah merah, menunduk rendah dia mendongak dan berkata:
"Aku tahu kau tidak bisa memaafkan semua hal yang saya lakukan, tapi aku berharap bahwa kamu akan mengerti, untukmu aku selalu punya rencana."
Gadis kecil ini menunjukkan kepadanya semua hal yang dia capai, dunia yang dia lihat dari semua puncak tertinggi, bagaimana dia memindahkan gunung dengan ujung jarinya. Kepala sampai ujung kaki ayah gadis kecil ini akhirnya mengakui.
Wanna Be, 15 December 2022
Single Show (3/3)
"Apa besok benar-benar menjadi hari baru?"
"…ah, sepertinya sudah tidak akan ada bedanya."
"Sudahlah, aku masih harus kerja besok, sebaiknya aku cepat tidur."
Aku pun menutup mataku.
…
Aku membuka mataku lebar-lebar, tapi tidak bisa melihat apa-apa.
Aku membuka mulutku, tapi tidak bisa bicara.
Kegelapan menghentikan segalanya.
Aku tidak bisa bicara, tidak bisa bergerak, tidak bisa berpikir, dan tidak bisa memastikan keberadaanku.
Di sekeliling begitu bunyi hingga seperti membeku, keheningan menyakiti telingaku.
Nafas terasa begitu berat, tenggorokanku terasa tersendat, paru-paruku tertekan dan membuatku hampir mati lemas.
Anehnya, aku tidak merasa sakit sama sekali, atau ada dorongan untuk berjuang.
Aku yakin tanpa adanya keragu-raguan -- bahwa inilah wujud asli dari dunia ini.
Di dunia seperti ini, orang hidup atau mati tidak ada bedanya sama sekali semuanya... Tidak ada bedanya...
Aku terjatuh ke tanah, dan terengah-engah.
Single Show (2/3)
*Huff*
"Kamu pulang lebih cepat."
Teman sekamarku sedang bermain video game dan tidak melihatku sama sekali. Layar komputernya menunjukkan bahwa dia sedang dalam pertempuran sengit.
"Aku tidak kerja hari ini."
Aku meletakkan kantong kertas makanan dalam kantong sudah dingin.
"Ugh, benar-benar sial. Aku sudah antri lama-lama di kafetaria, dan waktu sudah giliranku, makanan yang aku inginkan sudah habis." "Jadi aku pun pergi ke luar kampus untuk cari makan, tapi semua restoran penuh." "Akhirnya aku cuma bisa beli makanan bawa pulang… Tapi sekarang sudah dingin, ugh." "Ya, benar-benar menyedihkan."
Matanya tidak pernah berpaling dari layar, menunjukkan bahwa dia tidak peduli sedikit pun.
Aku sudah terbiasa dengan semua ini. Orang-orang di sini cuma peduli dengan dirinya sendiri. Termasuk aku.
Aku melihat ponselku, tapi aku juga tidak tahu mau apa. Aku cuma menekan layar berkali-kali.
Single Show (1/3)
Apa arti satu orang bagi seluruh dunia.
Itulah hal terakhir yang muncul dibenakku sebelum aku jatuh kedalam kegelapan.
(Terengah-engah)
"Gawat, aku ketiduran lagi di kelas. Apa Profesor ada absen kita?"
"Tidak, tapi dia memelototimu beberapa kali."
"Gawat, apa dia tidak akan meluluskanku? Padahal sudah di Universitas, kenapa masih begitu streng sih."
"Murid di kelas ini sangat sedikit pasti karena posisi profesornya yang sering kalau sampai dia mengingatmu tamat sudah riwayatmu."
"Huh… Aku tidak akan mengambil kelasnya kalau saja tidak penuh."
"Oh, tapi kenapa kamu masih ambil kasih ini kalau kamu tahu gurunya streng?"
"…karena aku tidak lulus tahun lalu, jadi aku mengulang. Kalau aku gagal lagi, aku jadi telat lulusnya."
"..."
"Apa sekarang aku masih bisa membatalkan kelas ini?"
"Tidak, kelasnya sudah masuk minggu ke-8. Oh ya, aku ada janji sama temanku makan siang, aku pergi dulu ya."
Farce
Hey, ada dua orang yang terkunci di rumah sakit jiwa, ketika suatu malam, mereka memutuskan untuk tidak menyukainya lagi lalu melarikan diri sehingga mereka naik ke atap, dan tepat di seberang celah sempit ini mereka melihat atap yang membentang melintasi kota ... membentang menuju kebebasan.
Sekarang orang pertama lompat tepat di seberang tidak masalah, tapi temannya ... haha, tidak mungkin, dia takut jatuh. Jadi orang pertama, punya ide dan dia berkata "Hei, saya membawa senter ini, saya akan menyorotkannya melintasi celah di antara gedung-gedung, Anda bisa berjalan di sepanjang balok dan bergabung dengan saya!", tetapi orang kedua berkata, "Kamu pikir aku apa? Gila? Kamu baru saja mematikannya saat aku sudah setengah jalan!"
Joke, 20 Juni 2022
Allah membiarkan mereka eksis, sebagai pelajaran untuk umat manusia.
Allah membiarkan mereka eksis, untuk memperlihatkan kebenaran ayat-ayatNya tentang Yahudi sebagai kaum terlaknat.
Karena dari keberadaan merekalah, kelak akan muncul salah satu tanda kiamat.
Allahu a'lam.
***
Dahulu monyet-monyet kudisan tanpa alas kaki dan tanpa baju ini datang dalam keadaan terusir. Tidak ada satu pun negeri di Eropa mau menerima kehadiran mereka. Satu-satunya negeri yang mau menerima mereka adalah Palestina dan menyambut hangat kehadiran mereka.
Muslimin Palestina memperlakukan mereka layaknya manusia. Bukan sebagai monyet kudisan.
Muslimin Palestina membuka pintu-pintu rumah mereka untuk orang-orang Yahudi yang Hitler menyebutnya sebagai “ras yang menjadi sumber penyakit bagi ummat manusia."
Ketika itu tuberculosis (TBC) merupakan penyakit menular yang sangat membahayakan manusia. Maka Hitler untuk memusnahkan dari negerinya, tetapi ia menyisakan sebagian agar kelak dunia mengerti mengapa ia membinasakan mereka.
Kata Hitler, “Aku akan membunuh seluruh orang Yahudi di muka bumi, tetapi aku menyisakan Sebagian untuk menunjukkan mengapa aku membunuh mereka.”
Muslimin Palestina memperlakukan mereka dengan baik karena begitulah seharusnya akhlak seorang mukmin. Mereka menolong dengan tulus, meskipun tak seagama.
Akan tetapi, ternyata kelak mereka benar-benar menjadi penyakit bagi ummat manusia. Bukan saja tidak berterima-kasih. Bahkan mereka berbalik menganiaya dan mengusir orang-orang yang menolongnya, lalu memutar-balikkan fakta di media massa dan buku-buku mereka. Hal yang sama mereka perbuat dalam beberapa cabang ilmu pengetahuan.
Reposted from IG @mohammadfauziladhim
#prayforPalestine
Waiting for the Rain
Kita yang terjebak pada gulungan film masa lalu, mengeras seperti tanah liat dan tidak ada yang memperhatikan. Semua kata-kata itu hilang. Dengan lembut dan kuat aku memoleskan coretan-coretan yang aku kumpulkan. Tidak apa-apa, mungkin seseorang akan … Mengandalkan orang yang tak terlihat.Ah, sudah kuduga, hari ini pun aku tak berguna, ya?Aku takut ketika melihat ke luar jendela, tidakkah hujan…
View On WordPress
“Di dunia tumblr, sebagian besar orang menyembunyikan identitas mereka, tapi apa yang mereka tulis, adalah yang paling jujur di antara semua media sosial.”
—
THE AVENGER TEAM STM
Kafil Yamin
Kehadirannya tak terduga. Di luar sangkaan siapa pun. Aksi sedang deadlock karena penjagaan ketat dan keberingasan polisi, sudah banyak mahasiswa yang tumbang, tetiba mereka muncul dari satu arah, berseragam sekolah, hampir semuanya menggendong tas punggung sekolah.
Para mahasiwa heran: “Adik-adik mau kemana?” Dengan enteng salah seorang mereka bilang: “Sekarang kakak mundur dulu, kami yang maju. Kakak yang orasi. Kami yang eksekusi.” Cerita selanjutnya, sudah banyak diketahui warganet. Saya ingin mengabadikan kehadiran mereka melalui beberapa simpulan:
#Kekompakan#. Mereka bergerak teratur. Taktis. Luar biasanya, seperti tanpa komando. Tanpa pemimpin. Hanya saling teriak di antara mereka. Ini menunjukkan kerja tim yang luar biasa. Sampai sekarang, orang tak tau yang mana pemimpinnya, koordinatornya, sehingga polisi sulit menundukkan mereka. Beda dengan kakak-kakaknya, yang terlihat ada pemimpin, jurubicara, yang gampang diundang, dinego, diarahkan. Para anggota DPR yang mereka geruduk pun dulunya aktifis mahasiswa.
#Kepercayaan diri#. Mereka maju ke hadapan polisi bukan saja dengan berani, tapi dengan riang. Jauh dari panik. Dengan dengan peralatan unik berupa sapu lidi dan batangan kayu, mereka mengintimidasi polisi. Tak lama barisan polisi itu panik, tercerai berai, dan dengan ringan mereka membajak kendaraan polisi, menggiringnya ke barisan mahasiwa, lalu rame-rame berfoto dengannya.
#Taktis-strategis#. Entah darimana kebisaan mereka menanggkal serangan polisi. Tapi jelas mereka ‘know what they are doing’. Memancing polisi menembakkan gas air mata, dan dengan refleks melemparnya balik ke arah polisi. Semprotan air mereka sambut seperti pesta, “gua mau air! Gua mau air! Sini tambah!” teriak mereka kepada polisi. Setelah beberapa lama polisi kehabisan air dan amuinisi, giliran mereka menyerang. Polisi mundur dan terkurung di apartemen Semanggi. Komandannya berbicara di airphone minta damai.
#Norma dan etika#. Beberapa warganet bilang mereka barbar dan dan liar. Itu penilaian kurang ajar. Mereka punya norma dan prinsip yang kuat. Ketika menggiring kendaraan polisi, seorang dari mereka teriak: “Jangan rusuh woi! Jangan rusuh!” Semua taat. Lalu membiarkan kendaraan itu lepas. DI satu sudut ‘pertempuran’, adzan magrib terdengar, poilisi masih menembakkan gas air mata, seorang mereka teriak: “Tahan dulu Woi! Ga belajar ngaji lo?”
#Mengalir lepas#. Dengan pikiran lepas mereka melihat dunia tak banyak batasan untuk melakukan aksi. 'Against the odds'. Mereka menerobos berbagai ketidakmungkinan. Seorang mereka bilang bantuan akan datang sebentar lagi, “Pake apa? Motor?” tanya kakak mahasiswa. “Kakak liat aja,” jawab si adik. Dan, gila, mereka datang dengan Transformer, kendaraan pengangkut kendaraan, yang tentu saja bisa mengangkut orang sekampung!
Bagaimana mereka bisa mendapatkan kendaraan itu, tak mungkin menyewa. Kebanyakan mereka bahkan tak punya ongkos. Mereka membajaknya. Sang sopir pasti tau risikonya kalau menolak. Tapi ini untuk perjuangan.
Mereka bergerak efektif, taktis, dan mengagumkan tanpa sokongan dana dan fasilitas dari siapapun. Malam harinya, seorang ibu memergoki sekelompok mereka sedang makan di warteg. Beberapa di antaranya siswa kelas I SMP. “Kalian ada ongkos pulang?” Yang mereka jawab dengan enteng: “Nunggu truk aja Bu.”
Si Ibu pemurah itu lantas membayari makan mereka dan memberi ongkos pulang.
Kadang kita perlu belajar dari mereka yang kita tak anggap penting.
Lament 1993, dia dilahirkan. Bayi perempuan kecil yang manis, menapaki kakinya di dunia. Bahkan, sebelum dia sempat berdiri.
Ensconce Setelah ini, apa yang akan terjadi? Entah sejak kapan, aku berhenti memikirkannya. Mungkin aku sudah lupa … bagaimana caranya untuk berpikir.
Ashen Sky Berusia delapan tahun, dia menendang dan menjerit “Aku hanya akan pergi ke sekolah jika kau memberi saya alasan.