"Bye, Gemma" - my contribution to Severance Sadtember
seen from China

seen from Türkiye
seen from Germany
seen from United States

seen from Canada
seen from United States

seen from United States
seen from China
seen from China

seen from United States
seen from China
seen from Russia

seen from United States

seen from United States
seen from Denmark

seen from United Kingdom

seen from Malaysia
seen from Ukraine
seen from Japan
seen from China
"Bye, Gemma" - my contribution to Severance Sadtember
Kita bertemu lagi akhirnya Dua kursi dan satu meja di tengah kita Bersulang meminum air mata Menyantap perpisahan sebagai hidangan penutupnya Rupanya, jamuan yang terhidang Tak lantas membuatku merasa kenyang Maka kuputuskan untuk kembali memesan Sebungkus permohonan Sebelum pamit undur diri Menuju asing masing-masing —Surakarta, Sadtember 2023 @gndrg
September tastes of ashes. And yet it insists. Softly. But it insists.
Julia de Burgos, from Song of the Simple Truth: Poems; "Autumn Psalm,"
Aku tak pernah berharap apa yang sudah aku beri akan kembali. Kamu bisa menganti semua yang aku berikan, tapi ada satu yg ngga bisa kamu gantikan.
Ya ketulusan
Asing
Duduk berdua tanpa kata, sibuk dengan gadget masing² tanpa ada lagi tatap mata. Masihkah kamu orang yg sama puan ? Setelah dua bulan perkenalan dan atas dasar cinta menjalin hubungan.
Masihkah kamu ingat puan? dikala gerimis malam itu kamu memelukku dan kukecup bibirmu. Masihkah kamu ingat juga sebelum itu kita duduk di ruang tamu rumahmu lalu kamu menyenderkan kepalamu di bahuku ? Itu masih bahu yg sama puan. Juga bahu yang sama saat kau senderkan kepalamu saat dirimu lemah sepulang dari klinik malam itu.
Sekarang kita berbeda puan, bahkan menyebut namaku saja kau sudah tidak mampu. Menatapku saja kamu sudah tidak mau. Melihatku seperti penyiksaan untukmu, kita tidak lagi saling, kita sekarang masing masing dan menuju kembali asing......
Mataku bukan mata yg seindah senja apalagi lebih indah dari senja. Pantas tidak membuatmu jatuh cinta. Tapi coba ingat lagi apa yg membuatmu bilang ke aku "cinta kamu" dulu.
Ketakutanku menjadi nyata, aku kembali menjadi orang yang tidak mampu membuat seorang yang aku sayang merasa nyaman. Segalanya berakhir, dan aku tidak tahu caranya untuk pergi.
Did You Know?-Is it possible to die from a broken heart?