“Yang tersulit adalah meyakinkan diri, bahwa rahmat Tuhanmu begitu banyak atas dirimu. saat mungkin kini kau sedang dalam keadaan ingin sekali menyerah saja atas pilihan hidup yang sedang kau jalani.”
Manusia membuatmu ingin mengambil keputusan menyerah. namun jauh dilubuk hatimu, engkau tetap ingin melangkah meski dengan tertatih sekalipun. sebab menyerah bukanlah pilihan yang tepat dalam hidupmu.
kini, saat semua manusia lari dari hidupmu. barangkali engkau lebih memilih riuh sendiri sembari menatap langit yang birunya dapat meredakan tangismu. Allaah ada lebih dari apapun. Ia ada bahkan disaat perasaanmu sedang hancur-hancurnya.
menata harapan yang telah hancur berkeping-keping itu tidaklah mudah. namun lihatlah sekali lagi langit yang kau tatap lekat-lekat itu. ia luas, seperti perasaan tabah yang berkali - kali menerima pedih. dan demikianlah seharusnya dirimu. engkau harus tabah dan tak menyerah atas kepahitan yang telah kau seka berkali-kali.
perasaanmu tidak akan berjalan sendirian sayang, dalam balutan sedih yang kau tabahkan dengan sabar. akan berbalas surga yang telah dijanjikan. mintalah pertolongan Allaah dengan sabar dan sholat. bukankah ayat itu selalu menjadi penguatmu? lalu, ketika ujian itu datang lagi, mengapa engkau lupa akan ayat yang membuatmu kembali mempunyai harapan?
percayalah sayang, wahai hati yang sedang berharap. harapanmu sungguh akan berwujud nyata dalam waktu yang tepat dan dengan orang-orang yang tepat. sebentar saja, bersabarlah. sabar. bersabarlah dengan sabar yang baik, wahai diri…