Dua sisi
Kita adalah dua hal yang tak searah tapi saling berkaitan, tidak saling mengurangi justru semakin memperkaya. Aku adalah pribadi dengan segudang khayalan di kepala, merencanakan adalah sesuatu yang aku suka. Sedang dirimu adalah pribadi yang penuh dengan kejutan. Jika terencana bagi mu terasa membosankan, kau akan melakukan hal-hal dengan spontan.
Bersama mu aku merasa setengah dari diri ku kembali dan menjadi utuh. Persimpangan pada pembicaraan menjadi bahan bakar untuk terus menghangatkan tubuh dari terpaan angin malam yang menerjang. Sanggahan demi sanggahan terus tercipta mencari mufakat untuk rencana yang entah kapan terealisasinya.
Waktu terasa cepat berlalu ada rasa enggan untuk sejenak berpisah. Ku antar kau tepat di depan gerbang rumah mu. Kau ucapkan salam sebagai penyekat malam, ku balas dengan salam dengan harap malam segera berganti untuk kita habiskan waktu untuk bersama lagi.










