Sebatas Pemikiran
Barangkali, ini yang disebut dengan ‘pemikiran yang sudah pecah’. Istilah lama yang sering diucapkan kedua orangtuaku kala aku bermimpi pada hal-hal takjub yang ada dalam anganku.
Inilah yang membedakan antara orang dewasa dan orang yang ‘berpura-pura’ dewasa. Pemikiran orang dewasa praktis, tapi realistis. Apa yang orang dewasa lakukan, yang saat ini aku pikirkan, adalah untuk bermanfaat bagi orang, entah untuk dirinya sendiri pun untuk orang banyak.
Yayasan yang sudah 37 tahun berdiri. Didirikan oleh orang yang sama, yang mendirikan salah satu tujuan belajarku di STIS, UKM yang tidak henti-hentinya menimbulkan kerinduan bila tak ada percakapan barang dua-tiga hari ke depan. Engkau, salah satu orang dewasa yang kini sudah berumur. Engkau memang tak se-gagah atlet pesepak bola Inggris itu, tapi aku kagum padamu, Sir!
Terima kasih karena engkau telah hadir di Kawah Ratu, di tahun 1977 lalu. Terima kasih karena sudah mewadahi kami tempat bernaung yang lebih indah dari sekedar kamar berukuran tiga kali dua meter itu.
















