Cheby 36 sudah terbang. Mohon doakan sayapnya supaya kuat dan tegar. Salam Lestari. #noneedtag #onfire🔥 #GPACHEBY (di Ternate, Maluku Utara)
seen from China

seen from Malaysia
seen from Argentina
seen from Kazakhstan
seen from China
seen from China
seen from China

seen from United States
seen from China
seen from China
seen from Türkiye
seen from Argentina
seen from China
seen from United States

seen from Germany

seen from United States
seen from France

seen from United Kingdom

seen from Malaysia

seen from United States
Cheby 36 sudah terbang. Mohon doakan sayapnya supaya kuat dan tegar. Salam Lestari. #noneedtag #onfire🔥 #GPACHEBY (di Ternate, Maluku Utara)
Sebatas Pemikiran
Barangkali, ini yang disebut dengan ‘pemikiran yang sudah pecah’. Istilah lama yang sering diucapkan kedua orangtuaku kala aku bermimpi pada hal-hal takjub yang ada dalam anganku.
Inilah yang membedakan antara orang dewasa dan orang yang ‘berpura-pura’ dewasa. Pemikiran orang dewasa praktis, tapi realistis. Apa yang orang dewasa lakukan, yang saat ini aku pikirkan, adalah untuk bermanfaat bagi orang, entah untuk dirinya sendiri pun untuk orang banyak.
Yayasan yang sudah 37 tahun berdiri. Didirikan oleh orang yang sama, yang mendirikan salah satu tujuan belajarku di STIS, UKM yang tidak henti-hentinya menimbulkan kerinduan bila tak ada percakapan barang dua-tiga hari ke depan. Engkau, salah satu orang dewasa yang kini sudah berumur. Engkau memang tak se-gagah atlet pesepak bola Inggris itu, tapi aku kagum padamu, Sir!
Terima kasih karena engkau telah hadir di Kawah Ratu, di tahun 1977 lalu. Terima kasih karena sudah mewadahi kami tempat bernaung yang lebih indah dari sekedar kamar berukuran tiga kali dua meter itu.
Alasan Rasional
Sejak kapan di gunung ada sinyalnya? Apakah alasan tersebut tidak bisa dianggap berlebih-lebihan bahkan mustahil untuk direalisasikan? Kalau memang sudah tidak ada ijin untuk naik lagi, kenapa masih bersikeras untuk mengikutinya?
Bukankah membahagiakan keduanya dengan tetap menjaga apa yang beliau inginkan adalah lebih baik daripada melanggarnya? Apakah kamu tidak ingat statusmu saat ini? Ahh, bukan. Status dari dua-puluh-satu tahun lalu? Fakta bahwa kamu hanya sendirian dikeluargamu.
Lalu, apa lagi? Menunggukah? Menunggu hingga nanti ada “suami” yang akan bertanggung jawab atas keselamatanmu di Gunung. Lantas, kalau “suami”mu bukanlah tipe manusia yang menyukai alam layaknya ‘bala-bala’mu saat ini, apakah kamu juga akan tetap mengusahakannya? Ingat, izinnya adalah surgamu.
Dan, apabila kamu beruntung, ya, kalau kamu beruntung, memiliki “suami” yang juga suka mendaki, lantas kamu akan dengan mudahnya naik ke gunung? Ingat, sudah ada dua keluarga yang memperhatikanmu. #blessing Apa akan dengan semudah itu mendapat izin dari kedua keluarga, toh dari dua orang saja kamu kesusahan.
.
.
Pemikiran-pemikiran ini yang akan saya bawa menuju masa depan. Tapi, bukankah hidup memang Dia sediakan dengan sedemikian cantiknya untuk membuat hamba-hamba semakin cinta pada-Nya?
Nikmati saja. Kalau ada waktu naik gunung, saya datang. Semoga orang tua memberikan keloggaran. Aamiin.
Jakarta [masih] merindukan hujan.
Menuju Pradiksar hari ke sekian.
Temu kangen kak Co dan kak Khaikal, Jakarta 2 Mei 2015 “Cheby itu kayak lem, kalo udah ketemu susah pisahnya.” - kak Co (Karena udah tengah malam, tapi tetap lanjut ngobrol gak jelas, gak mau pulang) It's been a while since I laugh this much. Thanks for everything GPA Cheby, love you as always and forevermore.
Thanks for everything, Angkatan 35 GPA Cheby, love you as always and forevermore.