We Are Under Surveillance
Sumber : pinterest
Oleh : Intan Sarah Ceasaria - 1606823613

seen from Italy
seen from China
seen from China
seen from Singapore

seen from United Kingdom

seen from Singapore
seen from China

seen from United States

seen from Philippines
seen from United States
seen from Sweden

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Italy
seen from Denmark
seen from Thailand

seen from Malaysia
seen from Türkiye

seen from United States
We Are Under Surveillance
Sumber : pinterest
Oleh : Intan Sarah Ceasaria - 1606823613
Data dan Privasi: Milik Siapa?
Baru-baru ini Mark Zuckerberg, pemilik Facebook dipanggil oleh senat-senat AS karena masalah pencurian data. Kejadian ini sempat mengingatkan saya pada pengalaman saya saat magang. Di perusahaan tempat saya magang dulu, saya disadarkan akan pentingnya menjaga keamanan data.
Banyak yang tidak menyadari bahwa ketika kita setuju untuk membuat akun, kita menyetujui untuk ‘dimata-matai’. Tidak ada yang gratis di dunia ini, sebagai imbalan atas akses aplikasi gratis dan pelayanan yang diberikan sosial media, mereka meminta data dan privasi kita sebagai balasan. And we don’t even bother to read the privacy policy.
Pada saat saya magang, perusahaan saya mewajibkan semua gadget untuk dipasangi password. Alasannya simple, sekarang data adalah sesuatu yang mahal. But we don’t realize how much it worth until they stole it from us.
Agnes Alvionita - 1606825644
Surveillance for Everyone: SnapMap
Snapchat!
Aplikasi yang sangat terkenal (terutama di tahun 2017) yang banyak digunakan oleh generasi muda. Aplikasi yang awalnya terkenal dengan fiturnya untuk berbagi gambar serta video dilengkapi dengan teks kepada teman-teman anda, menjadi semakin meledak ketika memiliki berbagai filter didalamnya. Snapchat senantiasa memajukan dan menambah fiturnya dari Bitmoji, Filter pada kamera belakang, hingga munculnya Snapmap.
Snapmap muncul pada bulan Juni 2017. Snapmap adalah fitur yang diberikan oleh Snapchat yang memberikan akses kepada teman, atau orang-orang yang menambah anda sebagai teman di Snapchat untuk melihat lokasi anda berada pada waktu yang sebenarnya dalam peta. Snapmap aktif ketika penggunanya menyalakan GPS pada handphonenya setiap kali anda berada di snapchat atau masuk (Log-in) kedalam Snapchat.
Berikut adalah contoh Snapmap:
Hal yang sangat mengkhawatirkan adalah bukan hanya lokasi daerah namun, jalan hingga posisi anda berada dapat dilihat oleh siapapun dalam snapmap tepat pada titiknya. Tidak hanya diri anda namun, anda juga dapat melihat teman anda dalam peta snapmap. Snapmap juga menjadi sangat berbahaya karena profil snapchat anda dapat dengan mudah ditambah oleh siapapun ketika ia memiliki username anda. Snapmap yang menunjukkan lokasi anda berada dapat meningkatkan resiko terpaparnya anda oleh bahaya jika informasi tentang lokasi anda disalagunakan.
Tidak hanya itu, dalam artikel The Sun kekhawatiran lain juga diekspresikan. Resiko munculnya rasa kegelisahan pada anak akibat snapmap dapat terjadi. Seorang anak yang dapat melihat lokasi temannya, siapa saja teman yang ada di lokasi tersebut, dan pada waktu tertentu dapat menimbulkan kegelisahan dan kekhawatiran. Kekhawatiran ini dekat dengan dengan istilah FOMO atau Fear or Missing Out yang dapat menimbulkan kecemasan, iri, dan kekhawatiran pada anak khususya remaja.
Jadi, Apa yang bisa kita lakukan untuk menjaga diri kita?
GHOST MODE
Snapchat menyediakan fitur Ghost mode pada snapmap. Fitur ini dapat menyembunyikan lokasi kita dari siapapun atau memberikan pilihan untuk kita menyeleksi teman-teman yang dapat melihat lokasi kita dalam snapmap.
Snapmap memperlihatkan bagaimana pada zaman modern ini sangatlah mudah untuk melakukan surveillance kepada siapapun. Oleh karena itu, berhati-hatilah dalam menjaga kerahasiaan informasi, karena seseorang tidak perlu menjadi FBI atau CIA untuk dapat melacak anda dengan mudah pada zaman modern ini.
Sumber: https://www.thesun.co.uk/news/4028624/stalkers-could-use-new-snapchat-feature-snap-map-to-find-location-of-users-including-children/
https://support.snapchat.com/en-US/a/snap-map-about - Talitha Eza Farahdina (1606894300
Ada Apa Dengan Data Privasi?
Kita sebagai individu dan merupakan bagian masyarakat yang menggunakan media sosial mengetahui adanya dampak negatif yang diberikan oleh media sosial. Tetapi, hanya sedikit individu yang mengetahui tenyata ada tindakan yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan untuk mencegah efek negatif yang mempengaruhi stakeholder mereka, yaitu masyarakat.
Kebetulan, hari ini saya mendapat kesempatan berkunjung untuk company visit ke Unilever dan saya mendapat satu contoh kampanye yang bagus dari unilever dengan judul ada apa dengan data privasi, yang dibuat untuk pihak internal unilever. Kampanye ini bertujuan agar karyawan unilever sebagai pengguna media sosial terhindar dari masalah seperti masalah dari kasus facebook dan juga meregulasi sikap karyawan dalam mengelola data agar tidak menggunakan data konsumen/stakeholders untuk kepentingan pribadi dan dapat memengaruhi reputasi perusahaan menjadi tidak bagus.
Venia Alyisia - 1606832580
Do yo agree with this meme? Do you think that all your data on facebook will fully secured? And do you ever felt watched secretly by tech platform esp facebook because they have all your data (profile, interest, etc), and you never know if other platform or organization could access our facebook’s data with or without permissions?
- Celine Florensia (1606839012)
Source: https://me.me/i/they-trust-me-dumb-f-cks-facebook-ceo-mark-zuckerberg-6477737
When Advertising Meets Surveillance
Internet memiliki berbagai fungsi yang salah satunya adalah untuk surveillance, atau memonitori objek, tindakan, hingga lalulintas informasi milik masyarakat umum. Banyak pihak yang memanfaatkan fungsi ini, termasuk perusahaan dan pengiklan. Dengan memantau situs web yang dikunjungi seseorang, perusahaan ini dapat memperoleh berbagai informasi terkait minat, pendapatan, pendidikan, usia, pekerjaan orang tersebut. Kemudian mengumpulkannya ke dalam data pelanggan-pelanggan potensial. Data yang ada lalu dikelompokkan ke dalam segmen-segmen tertentu sesuai masalah dan kebutuhan dari orang tersebut. Sehingga ketika kembali mengunjungi situs web, pengiklan dapat menampilkan iklan yang ditargetkan secara tepat kepada mereka. Iklan yang tepat sasaran dan sangat relevan tentu akan jauh lebih bermanfaat.
Sebagian besar konsumen tidak menyadari bahwa mereka diawasi secara online. Bagaimana tombol "likes" di facebook, "tweet" di twitter, atau keyword tertentu yang ketik di google dapat membawa kode tertentu pada situs web lain yang memungkinkan perusahaan tersebut melacak pengguna, meskipun mereka tidak mengkliknya. Misalnya saja ketika saya sedang browsing mengenai merk laptop tertentu di google, tak lama setelah itu, iklan-iklan yang berkaitan dengan laptop tersebut pun terus muncul di google saya.
Sumber: https://www.economist.com/news/leaders/21616853-surveillance-advertising-industrys-new-business-model-privacy-needs-better
Stephanie Westiana ( 1606838243 )
Sebuah gambaran komedi mengenai internet privacy kita. Apakah kita benar-benar dilindungi oleh Pemerintah dalam hal ini?
sumber : https://thehackernews.com/2013/06/digital-privacy-internet-surveillance.html
Maria Raphaela Nidya B
1606887333
Think again. Banyak yang berkonspirasi bahwa Apple, sebagai pencetus pertama Touch ID, dimana para pengguna smartphone meregistrasikan fingerprint (sidik jari) mereka untuk membuka smartphonenya, kurang lebih berfungsi sebagaimana password bekerja. Namun, apakah Apple dapat memastikan bahwa fingerprint kita aman dan akan terjaga hanya di dalam genggaman smartphone kita?
Davi Ravindra Aziz (1606916560)