ON ASSIGNMENT: SINGAPORE AIRSHOW 2014
Ini dia assignment yang paling saya tunggu, Singapore Airshow! Selain menjadi acara airshow terbesar se-Asia Tenggara, bisa jalan-jalan ke Singapore selama beberapa hari menjadi keasyikan tersendiri karena sebelumnya di Singapore Airshow 2012 saya di-assign oleh salah satu majalah penerbangan tanah air dan ikut dengan rombongan yang jadwalnya cukup padat, ngga sempet jalan-jalan. Kali ini di Singapore Airshow 2014 (SAS2014) saya berangkat dengan membawa bendera V2Aviamedia Network, tanpa protokoler sama sekali. Bebas mau motret, mau ngadem di media centre ato jalan-jalan di kota.
Persiapan sudah dilakukan jauh hari, mulai dari paperwork registrasi media dan tetek-bengek lainnya. Hari pertama sampai di Changi Exhibition Centre saya melakukan registrasi ulang di booth media untuk mendapatkan ID yang bertuliskan "Media" yang cukup sakti. Ngga beda dengan SAS2012, jalur masuk ke area airshow masih sama. Karena dari airport langsung ke acara airshow, cukup lama saya tertahan di gate, barang bawaan saya diperiksa satu-satu. Ribet juga.
Sampai di exhibition hall, yang pertama saya cari adalah media centre. Clingak-clinguk akhirnya nemu petunjuk arah dan ngga lama ketemu ruangan yang cukup cozy tapi sudah ramai sama wartawan. Mbak-mbak yang jaga di media centre cukup ramah mempersilakan saya untuk taruh barang bawaan dan kasih saya password wifi. Hmm, check in di socmed dulu mumpung ada wifi.
^ Aktivitas didalam hall SAS2014
Kelar taruh barang-barang, saya siapkan kamera dan langsung muter-muter. Ketemu beberapa orang dari bagian PR maskapai Indonesia, ngobrol bentar, dapet berita trus balik ke media centre untuk kirim berita. Hari pertama aktivitasnya sebagian besar liputan didalam hall aja, cuaca panas jadi agak males berlama-lama ke area static display.
Hari pertama kelar, lanjut ke hostel naik airshow shuttle ke Singapore Expo MRT station. Bayar shuttle bus lumayan juga SGD 8, kalo di-convert ke Rupiah sekitar 80.000an! Sampai Singapore Expo lanjut naik MRT turun di Lavender, trus sempat clingak-clinguk karena bingung mau kearah mana. Cek website hostel lewat hp ada link ke Google Maps, tap-tap, nemu route-nya, lanjut jalan kaki. Ternyata lokasi hostel sama MRT Station lumayan jauh, kira-kira 2 kilo. Darn it, bawa 2 ransel plus chest vest isi kamera dan lensa bikin ngos-ngosan!
Sampe di lokasi sesuai alamat hostel malah ngga ketemu hostelnya. Nanya sama orang lokal alias akamsi malah ditunjukin arah yang salah. Balik lagi di titik yang ditunjukin Google Maps, akhirnya ketemu hostelnya. Ternyata itu hostel yang keliatan dari jalan cuma pintu aja. Masuk pintu langsung naik ke lantai 2.Mbak-mbak resepsionisnya ramah, langsung nawarin air es. Kelar cek in, dapet kamar dorm isi 10 orang. Masuk kamar, beres-beres barang leyeh-leyeh sebentar trus langsung mandi. Abis mandi cari makan trus langsung tidur.
Besok paginya berangkat ke Singapore Exhibition Centre tempat SAS2014 dengan rute yang sama. Bedanya udah ada temen dari Jakarta yang assignment bareng. Jalan kaki ke Lavender MRT Station, naik MRT ke Expo, lanjut shuttle bus. Bayar shuttle SGD 8 lagi. Sampe shuttle bus si temen bilang kalo ada media pass harusnya naik shuttle-nya gratis. Bah, kenapa baru ngemeng.
Hari kedua trade day SAS2014 acaranya masih sama aja. Karena datang pagi, jadi sempat nonton flying display pertama. Peserta flying display di SAS2014 ada tim aerobatik Black Knight dari Royal Singapore Air Force (RSAF), Black Eagle dari Royal Korean Air Force (ROKAF) dan Jupiter Aerobatic Team dari TNI AU. Ada juga pertunjukan solo aerobatic dari US Air Force yang menampilkan Boeing C-17 Globemaster dan F-16C, US Marine Corps yang menampilkan MV-22B Osprey dan Royal Australian Air Force (RAAF) dengan F/A-18F "The Rhino"-nya.
^ F/A 18F "The Rhino" dari Royal Australian Air Force (RAAF)
^ MV-22B Osprey dari US Marine Corps (USMC)
^ C-17 Globemaster dari US Air Force (USAF)
^ Aksi Black Knight dari Royal Singapore Air Force (RSAF)
Yang ditunggu-tunggu adalah display dari pesawat gres keluaran Airbus yaitu Airbus A350 XWB. Pesawat ini saingannya Boeing 787 Dreamliner. Begitu lewat diatas podium, pesawat ini ngga berisik kayak pesawat jet seukurannya. Alus bener nekuk kiri-kanan.
^ Airbus A350 XWB yang ngga mau kalah sama tim aerobatik lainnya
Penampilan tim-tim aerobatik di SAS2014 lumayan bagus. Sempat liat Black Eagles dari ROKAF tapi nontonnya ngga puas karena haze dan awan yang rendah disekitar Changi. Manuver-manuvernya ngga begitu keliatan.
Hari kedua saya kebanyakan ngadem di media centre karena lagi selesaikan layout majalah. Untuk liputan sudah ada yang cover hari itu. Di media centre semua ada. Kalo laper tinggal ambil, kalo haus tinggal buka kulkas. Enak bener. Sebelumnya di SAS2012 tiap kali haus mesti cari booth jualan minuman. Minumannya pun cukup mahal dikantong, SGD 3 ato sekitar 30.000an untuk sebotol tanggung air mineral yang merknya A*ua. Padahal di Indonesia merk yang sama sebotol tanggung cuma 3.000!
Di SAS2014 ini saya puas mau minum hampir apa aja. Soft drink, juice, air mineral, you name it, hampir semua ada di kulkas media centre. Makanannya juga enak-enak menurut perut saya. Kopi dan teh selalu ada, kalo pagi ada roti ato lasagna buat breakfast, siangan dikit ada cemilan pastry, jam makan siang menunya sampe ada 2 macem, western dan asian food pasti ada. Belum berhenti sampe disitu, agak sore petugas catering udah atur buah-buahan sama pastry.
Yang paling susah untuk ditahan adalah ngerokok. Ngga kayak di Indonesia bisa ngerokok sembarangan, di area SAS2014 ada beberapa tempat khusus buat ngerokok yang jaraknya lumayan dari media centre. Bukan masalah jarak sih, yang jadi masalah rokok saya di hari kedua ini sudah habis. Untungnya ngga sengaja ketemu teman dari Indonesia yang bisa dimintain rokok. Sampe dikasih sebungkus pulak. Lumayan lah daripada beli 100.000 (SGD 10) sebungkus. Thanks mem, you saved my day! Hari kedua kelar, balik ke hostel. Mandi, makan, tidur. Udah ngga kecapekan mau jalan-jalan.
Hari ketiga seperti biasa, sarapan di hostel (dapet gratisan) trus berangkat ke Changi. Hari itu berangkat lebih pagi buat menghindari antrian masuk lokasi SAS2014. Pas ngantri shuttle bus, didepan ada wartawan bule yang nunjukin ID-nya. Sama petugas di scan, dan langsung masuk shuttle, ngga pake bayar SGD 8. Langsung saat itu juga saya keluarin ID, di scan sama petugas dan langsung masuk shuttle. Sh*t, kebiasaan beresin credential sebelum ngantri shuttle jadi ngga tau kalo emang gratis. Sebelumnya ngga ada basa-basi dari panitia kalo wartawan gratis naik shuttle. Jadi berasa rugi bayar total SGD 32 cuma untuk naik shuttle. Harusnya bisa jadi oleh-oleh tuh duit.
Pagi itu mau ngejar flying display-nya Black Eagles dan Jupiter Aerobatic Team. Sampe di media centre masih sempet ngopi, trus langsung cari posisi di area podium. Disebelah udah ada beberapa photojournalists dari Jepang dengan lensa putih kayaknya 400mm, sementara saya "cuma" pakai lensa zoom 70-200 + extender 1.4x.
Pagi itu saya dibuat terkesima oleh penampilan tim aerobatik Black Eagles dari Korea (ROKAF). Asli keren! Tim aerobatik Black Eagles pakai T-50 Golden Eagle (pesawat yang belum lama memperkuat skadron TNI-AU) yang dicat hitam-putih-kuning memukau penonton dengan ciri khas Korea yang kental, seperti asap yang keluar dari exhaust pesawat dengan warna khas Korea, putih-biru-merah. Klimaksnya waktu Black Eagles menampilkan manuver yang diberi nama “Taegeuk” yang membuat saya dan penonton lain terkesima. Manuver Taegeuk terlihat jelas karena cuaca disekitar Changi lagi clear.
^ Atraksi tim aerobatik dari Korea, Black Eagles.
^ Saya jauh-jauh lari pindah posisi dambil ganti lensa wide buat ambil moment ini, lumayan lah, walopun kepotong karena lensa udah mentok
Taegeuk yang dalam bahasa China juga disebut dengan “Taiji” artinya polarisasi yang indah. seindah dengan manuver yang diperagakan dua pesawat T-50 yang dengan jejak asap asapnya membentuk jejak logo lambang negara Korea, yang menyerupai lambang Yin Yang. Cakep. Tepuk tangan meriah dari penonton menutup atraksi Black Eagles.
^ Manuver penutup dari Black Eagles diambil dengan latar depan Airbus A350 XWB. Dua-duanya jadi primadona SAS2014
Ngga kalah seru, atraksi dari tim aerobatik kebanggaan Indonesia, Jupiter Aerobatic Team (JAT). Walopun berbeda dengan tim lain yang pake pesawat jet, JAT berhasil mencuri perhatian penonton. Apalagi penonton dari Indonesia yang waktu JAT tampil diiringi dengan lagu-lagu Indonesia yang membakar semangat kayak lagunya Coklat berjudul Bendera. Gimana ngga bangga dan menggugah jiwa nasionalisme, JAT sebelumnya terancam batal tampil di SAS2014 karena masalah politik Indonesia dan Singapura yang memanas waktu itu. Padahal ini penampilan perdana JAT di Singapore Airshow.
^ Tim aerobatik kebanggaan Indonesia, Jupiter Aerobatic Team beraksi di SAS2014
Selesai flying display saya memutuskan untuk meniggalkan lokasi airshow. Saya memilih untuk jalan-jalan di pusat kota karena liputan sudah ada yang cover. Kelar jalan-jalan juga langsung pulang ke hostel dan istirahat.
Hari keempat ngga banyak yang bisa dikerjakan.Tinggal cari beberapa stock foto yang belum dapat, upload ke web, trus ngemil sambil ngopi. Tengah hari saya jalan-jalan lagi di pusat kota.
^ Airbus A350 XWB di towing balik ke apron setelah flying display
^ Boeing 787 Dreamliner dengan livery Qatar Airways, saingan Airbus A350 XWB nih
^ De Havilland Canada (Viking) DHC-6-400 Twin Otter punya Airfast
^ Sukhoi Super Jet (SSJ) 100 punya Sky Aviation mewakili pabrikan Rusia
^ Pengen tau daleman Boeing 787 Dreamliner, tapi liat yang antri segini banyak jadi males
^ Miniatur Boeing 777-9X, nantinya jadi penerus Boeing 777 nih
^ Mock-up cockpit Airbus A350 XWB. Lega keliatannya
Hari kelima assignment kelar, pulang ke Jakarta bareng 2 teman. Public day airshow sudah di cover sama teman lainnya. Assignment yang menyenangkan walopun cukup capek dan agak-agak hectic. Sampai di Jakarta lanjut nge-layout majalah dan edit foto-foto di SAS2014.
Sampai ketemu lagi di Singapore Airshow berikutnya 16-21 Februari 2016!
All images copyright Joe Roland S. Bokau/PhotoV2.com. Coverage can be found at V2digest Vol. 19 Feb-Mar 2014 & V2digest Vol. 20 Mar-Apr 2014)














