Panic Priest - Second Seduction
Second Seduction by Panic Priest
seen from Malaysia

seen from United States

seen from T1
seen from China

seen from United Kingdom

seen from France
seen from Germany
seen from China
seen from China

seen from United States
seen from Hong Kong SAR China
seen from Belarus
seen from United States

seen from Russia
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Türkiye
seen from China
seen from China
Panic Priest - Second Seduction
Second Seduction by Panic Priest
Kerelaan
"Kita berawal karena cinta, biarlah cinta ya g mengakhiri.." Sepenggal lirik lagu sebuah rasa yang dibawakan Agnes Monica. Kata tersebut menyiratkan tentang kerelaan. Ya, saya rasa kerelaan adalah sebuah jenjang tertinggi dari mencintai. Apabila seseorang telah sampai pada jenjang tersebut, tak usah lagi diragukan perihal kesungguhan cintanya. Sebab, ada unsur mengalahkan egonya sendiri demi orang yang dicintai. Beruntunglah sepasang kekasih yang saling mencintai, dan akhirnya bisa bersanding. Dan semoga seseorang yang mampu merelakan orang yang dicintai memperoleh kebahagian di kemudian hari.
Perihal Perempuan
Ada benarnya ketika dikatakan perempuan itu lebih mengedepankan perasaan. Perasaan perempuan memang mengalahkan akal sehatnya. Tidak semua, tapi sebagian besar demikian. Perihal salah menafairkan pun tak asing lagi bagi perempuan. Secara tidak sadar, perempuan itu memang suka diperhatikan. Kadang perhatian ala kadarnya pun ditafsirkan berlebihan oleh perempuan. Sehingga sering kali terjadi patah hati. Dan sebenarnya kadang perempuanlah yang memunculkan kesempatan dia merasakan "sakit hati". Jangan heran ketika perempuan memberikan semua yang terbaik untuk pria yang sedang disukai. Bahkan tak jarang dia lebih mencintai pria itu dari pada dirinya sendiri. Semua yang terbaik yang bisa dilakukan akan senantiasa didedikasikan untuk prianya. Akan lebih baik bagi para perempuan untuk menjaga hati dan perasaannya. Menjatuhkan hatinya hanya kepada orang yang memberinya kepastian. Memang cinta itu bukanlah perkara untung-rugi. Tetapi sungguh, tidak ada sakit yang enak rasanya.
Quality Time
Quality Time, kata ini sudah menjamur saat ini, dimana-mana orang membicarakan quality time, walau kadang belum paham apa arti quality time itu sendiri. Quality time, dari bahasanya berasal dari bahasa Inggris yang berarti waktu yang berkualitas. Lantas apa maksud dari kata waktu yang berkualitas ? Maksud dari Quality time adalah waktu yang dinikmati bersama-sama dengan orang-orang yang kita cintai, seperti keluarga dan sahabat. Biasanya momen ini dipakai untuk menghabiskan waktu bersama (untuk mereka yang sibuk atau kurang memiliki waktu bersama), namun tidak selalu berarti harus melakukan banyak hal bersama, akan tetapi bagaimana kita memanfaatkan waktu yang sedikit untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat, misalnya untuk lebih mengenal satu sama lainnya, mendalami karakter masing-masing dan bahkan untuk saling berbagi pendapat atau curhat. Quality time akan sangat menyenangkan. Tak jarang menjadikan kita "kecanduan". Siapa sih yang nggak pengen bareng terus, seneng terus. Karena quality time itu identik dengan senang dan bahagia. Sayangnya sering kali quality time itu hanya sesaat, sangat sebentar. Dan akhirnya, dari tiap-tiap kita akan merindukan quality time.
Unproductive
Produktif adalah suatu kemampuan untuk menghasilkan sesuatu yang memunculkan manfaat. Dalam mengerjakan sesuatu kita sering kali diminta untuk selalu produktif. Tak hanya perkara yang berkenaan dengan pekerjaan yang dipercayakan terhadap kita, diri sendiri pun sebenarnya akan meminta itu. Banyak sekali godaan yang menjadikan kita turun produktivitasnya. Gadget yang senantiasa memudahkan kita pun kadangkala menjadi boomerang pagi pemakainya. Banyaknya aplikasi dan games yang menarik akan mengalihkan dunia kita. Apalagi bagi mereka yang social media addict. Stalking akun dapat menghabiskan waktu yang relatif lama. Sebenarnya hal-hal yang tidak mengenakkan tersebut bisa disiadati dengan kontrol yang ketat terhadap diri sendiri. Membatasi penggunaan gadget merupakan salah satu hal yang mungkin dilakukan. Susah memang bagi mereka yang sudah sangat tergantung. Tapi, bukankah untuk menghasilkan karya yang bagus diperlukan upaya yang bagus juga? Well, berpandai-pandailah menggunakan gadget yang dimiliki agar tidak mengganggu produktivitas kita.
Keputusan
Keputusan adalah menentukan pilihan dari beberapa alternatif yang ada. Tentunya setelah melewati beberapa pertimbangan.
Dalam hidup ini, pasti kita sering dihadapkan pada situsi yang mengharuskan kita untuk membuat keputusan. Pilihan yang ditawarkan pun memiliki daya tarik tersendiri. Dalam urusan sekolah, pekerjaan, percintaan dan banyak hal lainnya akan memaksa kita untuk memilih.
Pertimbangan tiap orang dalam memutuskan sesuatu berbeda. Banyak hal yang mempengaruhi, seperti pengalaman masa lalu, pengetahuan bahkan kadang perasaan menjadi salah satunya. Susah memang menyelaraskan antara logika dan perasaan. Kita harus benar-benar mengatur kadarnya agar menjadi komposisi yang pas.
Anehnya, banyak diantara kita menyesali sebuah keputusan yang sudah kita buat. Padahal keputusan itu jelas-jelas kita sendiri yang mempertimbangkan, yang membuat.
Apakah penyesalan itu merupakan sesuatu yang masih bisa dimaklumi?
Melepas Beban
Seringkali, kita merasakan beban yg tak bisa begitu saja dilepaskan. Kita tau kalau kita sudah tak mampu memikulnya, tapi melepasnya pun tak mau.
“Terlanjur” sering dijadikan awal dari setiap alasan. Tapi bukankah kita sudah diajarkan rela berkorban demi sesuatu yang lebih baik?
Maka lepaskanlah beban itu. Dan langkahmu akan terasa lebih ringan, walau harus mengulang dari keadaan yg merangkak.
Perpisahan
Perpisahan adalah sesuatu yang aneh dan menyedihkan bahkan jikapun kita sudah mempersiapkan nya dengan baik “perpisahan” tetap saja merupakan peristiwa yang tidak enak untuk terjadi. Perpisahan yang saya maksud adalah perpisahan tentang dua insan yg memadu kasih.
Tak jarang perpisahan itu diwarnai air mata. Dan bagi orang-orang yang berpisah pasti akan merasa kehilangan satu sama lain, meski porsinya akan berbeda.
Perpisahan kadang terjadi karena keadaan yang mengharuskannya seperti itu. Karena mempertahankan keadaan yang sudah tak lagi membuat nyaman bukanlah pilihan yang tepat.
Perpisahan sekarang ataupun nanti sama saja. Hanya masalah waktu. Pun luka yang ditinggalkan akan tetap ada. Waktu tak akan menyembuhkan luka. Waktu hanya akan membiasakan kita terhadap luka itu. Kalau pada awalnya kita sering menangis, mungkin nanti air mata kita tak akan lagi keluar untuk luka yang sama.
Dan yakinlah, suatu saat nanti kita akan bersyukur akan adanya perpisahan itu.