Selamat hari ibu buat emak saya dan semua emak di dunia. Moga semuanya dilimpahi sayang dan rahmat Allah di dunia dan juga di akhirat.
Terima kasih takkan pernah cukup, tapi doa akan sentiasa ada. I love you! ❤️

seen from United States
seen from China
seen from Yemen
seen from United Kingdom

seen from United States

seen from Germany

seen from United Kingdom
seen from France

seen from Singapore

seen from United States
seen from United Kingdom
seen from China

seen from Canada
seen from South Korea
seen from United Kingdom
seen from France
seen from United States
seen from China

seen from Sweden
seen from United States
Selamat hari ibu buat emak saya dan semua emak di dunia. Moga semuanya dilimpahi sayang dan rahmat Allah di dunia dan juga di akhirat.
Terima kasih takkan pernah cukup, tapi doa akan sentiasa ada. I love you! ❤️
"... di sana semegah-megahnya rumah ibadah."
"Bu, hati anakmu tak luas, mungkin juga tak punya ornamen indah.
Tetapi, Bu, izinkan aku memasuki surga melalui jalanmu. Tempat sebaik-baiknya ibadah."
Hari Ibu Setiap Hari(4.16pm), 22 Desember 2019
Wanita-wanita Hebat: Edisi Hari Ibu . Musa ‘alayhis salam menjadi fenomenal karena dibesarkan oleh dua wanita hebat yang luar biasa. Ibu kandungnya sendiri dan istri Fir’aun. Dan Musa berada di kawasan yang menjadi central of kufr. Kondisi yang tidak mudah. Dua wanita hebat ini mengajarkan kepada Musa bahwa apapun masalah yang dia hadapi, dia akan segera kembali ke Allah. . Dari sudut pandang parenting, Musa tidak perlu seorang ayah tapi cukup dua wanita hebat tadi yang memberikan training kepadanya. Bekal pelatihan dari dua ibu ini sudah cukup buat Musa. Kedua ibu itu adalah great believers. Allah sudah menetapkan parenting strategy buat Musa seperti itu. . Dan di zaman now, kita pun menyaksikan, fatherless children di sana-sini. Tapi selama sang ibunda berpegang teguh kepada ayat-ayat-Nya, terjaga utuh keimanannya, in sya Allah segala masalah bisa dihadapi dengan sempurna. . Tulisan selengkapnya ada di blog nakindonesia.wordpress.com (link di bio). . . Selamat Hari Ibu🌹🌹🌹 . . #komunitasnoumanalikhanindonesia #selamathariibu https://www.instagram.com/p/B6YP7RkHJjl/?igshid=103ocdudt0x4u
Kelak jika ada orang dungu yang bertanya, "Peran ibu dalam keluarga itu apaa..??"
Jawab saja, "S-E-G-A-L-A-NYA!"
Dua Ibu
Pernah suatu kali saya ditanya di suatu forum, jika pendidikan Ibu mertua kepada anak-anaknya sekeren itu, bagaimana dengan pendidikan oleh ibu saya sendiri? Rupanya si penanya ini adalah mahasiswa Ibu, yang somehow nggak tau gimana ceritanya tulisan saya tentang Ibu pernah viral di kampusnya. Jadi rupanya ia telah tahu luar dalam tentang Ibu, bahkan pernah ke rumah Ibu juga.
Baik, kembali ke pertanyaan di atas, bagaimana Ibu (baca: Ummi) saya mendidik saya? Saya menyadari sejak awal, bahwa karakter Ummi dan Ibu jauh berbeda. Saya lebih suka menganalogikan begini, jika Ibu fokus dan kuat di nahi munkar, Ummi fokus dan kuat di amar ma'ruf. While, tentu keduanya tidak pernah melepas aspek ketiga, yakni beriman kepada Allaah (3:110).
Ibu adalah pejuang hukum kesehatan. Beliau sejak awal jadi dokter dulu, takut sekali dengan kriminalisasi dokter dan begitu penasaran dengan segala hal tentang hukum kesehatan. Ketakutan dan rasa penasaran ini mendorongnya untuk lanjut kuliah S2 dan S3 di bidang hukum kesehatan. Mengobrol dengan ibu, akan banyak sekali kasus-kasus kesehatan yang bersangkutpaut dengan aspek hukum, sekaligus solusi-solusi yang beliau tawarkan. Dengan bicaranya yang lantang, berani, dan berapi-api, cocoklah Ibu kalau saya nobatkan sebagai ahlun nahi munkar.
Berbeda 180° dengan Ibu, Ummi bicara lantang saja tidak pernah. Tutur katanya begitu halus dan hati-hati sekali supaya tidak menyakiti. Tidak pernah rasanya sepanjang hidup saya, Ummi menaikkan intonasinya. Jika kami berbuat kesalahan, hanya keluar istighfar berulang kali dari lisannya.
Ummi, selain halus lisannya, halus pula budinya. Bagi kami, beliau adalah penyayang kaum mustadh'afin kelas wahid. Sering dalam setiap obrolan kami Ummi berpesan,
"Hidup kita ini bukanlah untuk kebahagiaan kita sendiri. Hidup kita adalah demi membahagiakan ummat".
Dan kata-kata ini nyatanya termanifestasi dalam setiap perbuatannya. Sudah tidak terhitung lagi berapa anak yang telah Ummi bantu kuliahnya, Ummi beri makan, Ummi beri tempat tinggal, Ummi pinjami kendaraan, Ummi beri uang saku, bahkan Ummi anggap seperti anaknya sendiri. Pun, dengan kaum papa yang lain, tidak pernah Ummi merasa lebih tinggi. Membantu mereka saja Ummi lakukan hati-hati sekali supaya tidak menyakiti hati.
Kehalusan budi Ummi tidak berhenti di kaum mustadh'afin saja. Beliau begitu tulus berperan di tengah-tengah ummat lewat perserikatan yang beliau cintai sejak muda. Saking militannya beliau di sana, Ummi rela melepas berbagai ikatan-ikatan lain yang kiranya menghambat langkahnya di sana. Dan memang militansinya ini membuat Ummi berkembang begitu pesat. Sudah biasa beliau bergaul dengan para pejabat tanpa pernah merasa rendah diri.
Tidak hanya aktif berdakwah di dalam perserikatan, beliau juga rajin keliling dari satu ta'lim ke ta'lim yang lain, dari yang hanya memberi snack sampai yang memberi amplop berisi jutaan rupiah. Semua dilakukan hanya demi menyampaikan ceramah yang siapapun yang mendengarnya, niscaya hatinya akan tersentuh. Katanya,
"Kalau bukan kita yang menyampaikan kebenaran, kalau bukan kita yang menyentuh hati mereka, kapan Islam akan dirasakan indahnya oleh ummat?"
Amanah publik nyatanya tidak pernah melenakan dan membuat Ummi melupakan amanah privat. Ummi hampir selalu di samping Abah ketika bekerja. Maklum, kerjanya di depan komputer rumah, di depan stir mobil, dan di depan kolega. Jika tidak amanah dakwah, Ummi begitu setia mendampingi Abah ke manapun Abah pergi.
Di depan anak-anaknya, Ummi selalu bisa menjadi motivator terbaik. Jarang sekali Ummi melemahkan kami dengan menyuruh kami beristirahat atau bersantai. Jika sedikit sama kami lelah dan putus asa, Ummi selalu bilang,
"Putus asa itu cuma buat orang kafir. Kita kan punya Allaah, dan berjuang untuk Allaah. Ayo bangun dan berjuang lagi".
Ah, Ummi, bagi kami, adalah sebuah paket komplit. Komplit sekali. Cantik, lembut hatinya, lembut tutur katanya, penyayang, motivator ulung, da'iyah progresif, dan sederet predikat lainnya. Ummi jelas bukan perempuan biasa. Beliau adalah bidadari surga yang Allaah perkenankan untuk turun ke bumi menemani kami semua. Sempat saya heran dan mempertanyakan kepada Abah bagaimana sampai bisa Abah menikah dengan Ummi,
"Kenapa Abah dulu pilih Ummi?"
"Karena... Karena orientasi Ummi sudah bukan lagi untuk dunia, tapi sepenuhnya untuk akhirat, untuk ummat."
Ah, pintar sekali Abah mencari istri.
Ya Allaah, aku mohon muliakan mereka di dunia, dan kelak kembalikan ke tempat yang semestinya. Kumpulkan kami di Jannah-Mu...
Ibu
Tak ada yg lebih sabar dr mu, utk menghadapi segala sikapku..
Tak ada yg lebih bosan dr mu, yg selalu menasehati ku..
Tak ada yg lebih tabah dr mu, utk kebahagiaan ku..
Tak ada wanita tercantik dr sekedar cantik, karena itu..
-IBU-
Selamat hari Ibu untuk mamakku dan untuk seluruh perempuan di Indonesia.
Tentram itu sederhana; Sesederhana tatapan teduh ibu.
—Rohmatul Ummah
Selamat hari ibu
Terima kasih telah merawatku dari aku masih berada di dalam kandunganmu. Merawatku hingga seperti saat ini. Tak pernah lelah dan tak pernah menguluh tentang sikapku. Memberiku semangat saat aku jatuh terpuruk. Membantuku melewati hidup yg penuh lika liku ini.
•••
Maaf aku masih suka nakal. Terkadang tak menuruti nasehatmu. Acuh terhadapmu. Bahkan meskipun aku begitu kau tetap berusaha bersabar menghadapiku. Maaf aku belum bisa membanggakan ibu. Ibu adalah ibu terbaik untukku, dan tidak akan pernah tergantikan oleh apapun.