"Air yang berjatuhan itu seperti kumpulan air mata mama setiap merindukanmu"
............
Sebenarnya juga air mata setiap merasa bersalah tidak bisa selalu hadir untukmu, setiap merasa bersalah tidak bisa menyaksikan setiap tumbuh kembangmu, dan setiap merasa tidak cukup baik untukmu..
Namun di tengah ketidaksempurnaanku itu, mendengar suaramu saat memanggilku, mengetahui kamu mengenaliku hanya dari kedua mataku di balik kaca bandara waktu itu, hanya dengan mengingat semua itu ternyata bisa melegakan sesakku, menyejukkan hatiku, dan memberi hangat pada hari-hariku..
Terima kasih Mas Adil.. Di saat semua bahkan diriku sendiri meragukanku, kamu memberikan keyakinan padaku untuk terus berjuang menjadi seorang Ibu..
Alhamdulillaah terimakasih Ya Allah telah mengaruniakan ikatan terindah antara aku dan malaikat kecilku..
Kutulis di Hari Ibu saat (bisa) menemani tidurmu
Klaten, 22 Desember 2022
















