Berbeda.
Berbeda bisa jadi 2 hal; saling bertentangan atau saling melengkapi. Tinggal pilih mau yang mana.
Oleh: inas Az-Zahra hadi.
seen from United States
seen from China
seen from United States

seen from Malaysia

seen from United Kingdom
seen from Japan
seen from China

seen from United Kingdom

seen from Türkiye
seen from China
seen from United States
seen from China
seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from China

seen from Germany
Berbeda.
Berbeda bisa jadi 2 hal; saling bertentangan atau saling melengkapi. Tinggal pilih mau yang mana.
Oleh: inas Az-Zahra hadi.
Aku lebih memilih untuk tidak mencintai siapapun;
Selain kamu pada waktunya.
_Najwa Dzahin_
Beneran Sayang
Kamu sayang g sama diri kamu?
Cinta ga sama diri kamu?
Kalau kamu sayang dan cinta kok kamu tega sih buat diri kamu sendiri hancur.
Iya hancur.
Kok tega ga sholat, ga baca Qur'an, ga puasa, mabok mabokan, pacaran, ga jaga pandangan, jahatin orang, wah banyak deh kalau disebutin...
Kan itu semua menyebabkan masuk neraka.
Masuk neraka kan hancur sehancurnya.
Ga ada kehancuran yang melebihi masuk neraka.
Hancur parah deh.
Kena paku aja g tega. Tapi kok tega ya sengaja masuk neraka.
Semoga kamu yang disini bukan kamu ya.
#repost #reminder #semangatlagi Dan Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum. sebelum ia yang mengubah nasibnya sendiri Maka bangunlah Ketika orang lain masih tertidur Berlarilah ketika orang lain masih berjalan Dan terbanglah ketika orang lain mulai berlari Posisi kan selalu dirimu sendiri selangkah lebih maju dari mereka Assalamualaikum Selamat pagi sahabat surgaku Selamat pagi para pejuang subuh Selamat memulai aktivitas di awal Weekand Jemput suksesmu Dengan cara yang tak biasa dilakukan banyak orang Jemput suksesmu. Dengan lebih mendekatkan diri pada sang pemilik sukses sesungguhnya Salam sayang By .Widya ummu Syamil (at Bekasi)
DUKA SEDIH JANGAN LAMA-LAMA...... #mulai #semangatlagi #sinarpagi #semangatpagi
Chapter Baru
Sebagai seseorang yang mengaku menggemari aktivitas tulis-menulis, bisa jadi klaim saya tersebut omong kosong. Lihatlah akun tumblr yang kosong melompong ini. Nihil ide, kering gagasan. Fitur reblog yang disediakan tumblr menjadi alasan untuk sekadar--jika tidak bisa dibilang syarat doang--biar dikira tetap nge-blogging.
Ada yang selalu saya yakini bahwasanya kering kerontangnya gagasan yang dapat terdokumentasikan lewat tulisan adalah cerminan kondisi asupan otak, bahan bakar yang melompong. Kopong. Hampir dua tahun belakangan, atas nama sibuk, saya jarang sekali mendisiplinkan diri mengunyah buku dan mengisi diri dengan inspirasi-inspirasi lewat aktivitas membaca. Alhasil, lihatlah blog saya ini. Hadeh. Mengkhawatirkan.
Tapi baiklah, mumpung masih awal tahun. Dan menjadi euforia yang agak relevan dengan tema tahun baru, saya membangun kembali komitmen tersebut; saya mau rajin nulis lagi di blog sebagai salah satu resolusi tahun 2017 ini.
Ini tidak main-main. Minimal, resolusi tersebut juga bersamaan dengan resolusi membaca lebih banyak di tahun ini. Tak hanya buku yang akan saya baca, tapi juga membaca dunia dengan kacarasa dan kacamata saya sebagai manusia biasa yang butuh melestarikan eksistensinya, sebelum dilupakan. Sebelum melupakan.
Jadi nyim, mari buka chapter baru ini (lagi).
Semoga tetap konsisten.
Rawamangun, 6 Januari 2017
Sesederhana Gambar, Seindah Makna . Apa yang bisa kita ambil dari gambar sederhana itu? Sesuatu dimulai dari "Bismillah", Dengan Nama Allah, sebuah start point dari segala hal yang kita lakukan. Niat. Kenapa ada jam? buku? pun.. vas dengan bunga? [Demi Masa] Waktu, waktu berlalu begitu saja bagaikan 90% rangsangan sensoris yang hanya lalu di otak kita. Kita gunakan apa saja 24 jam kita dalam sehari? Lebih banyak manfaat atau hanya kekosongan kah? Waktu yang kita jalani sama, sama-sama 24 jam, yang berbeda hanyalah bagaimana kita memanfaatkannya. Seperti halnya kemampuan kita, default yang sama, tapi prosesnya yang membuat berbeda. "Demi masa, sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian."... (Q.S. Al-Asr :1-2) Rugi ga sih kalo lewat begitu aja? [Ilmu, Pengetahuan] Buku, simbol dari pengetahuan. Bahwa Ilmu dan pengetahuanlah yang menjadi dasar dan penunjuk dari segala hal yang kita lakukan. Ilmu bagaikan pemimpinnya, dan amal sebagai pengikutnya. Lalu bagaimana dengan ilmu tanpa amal? perumpamaannya seperti pohon tidak berbuah. Amal tanpa ilmu? buta karena tidak tahu arah pun sia-sia bahkan bisa berbahaya. Ya bayangin aja, kalau mau jadi dokter atau profesi apapunlah, tapi kalo kita ngga paham sama ilmunya, gimana? hehe [Wadah] Karena vas, anggap saja itu sebagai sebuah wadah. Wadah berarti fasilitas. Fasilitas dimanfaatkan oleh yang mengisinya. Tinggal yang mengisi apa atau siapa? Akankah kita yang mengisi? Wadah itu tempat untuk memperjuangkan hak kita untuk berkembang, hak-hak waktu kita untuk dihabiskan, hak ilmu untuk diterapkan. Banyak wadah yang bisa kita temui, entah di keluarga, masyarakat, kampus, organisasi, ya tahulah~ . Vasnya kosong, mau kita isi tanah, pasir, air, apa aja bisa sesuai sama tujuan kita. Di gambar vas itu, dia diisi air, yang harapannya... merawat sosok diri kita agar tetap seindah bunga berwarna :) Langit Semarang, 3 Januari 2017 #SemangatLagi
Belajarlah menulis dengan menulis (saja).
most of writters