The world's fastest sketch of Bertholdt and Annie!
(Ignore everyone else)

seen from China

seen from United States
seen from Malaysia
seen from Spain
seen from Türkiye

seen from Austria

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Australia

seen from United States

seen from United States
seen from Canada

seen from Germany
seen from Ukraine

seen from Malaysia
seen from Türkiye
seen from United States

seen from South Korea
The world's fastest sketch of Bertholdt and Annie!
(Ignore everyone else)
Seringkali orang baik menjadi sasaran luka. Bukan karena ia salah, tapi karena kelembutannya memantulkan apa yang tak ingin dilihat orang lain yang hatinya masih penuh dengan rasa iri.
Namun mereka percaya, cahaya tak pernah berhenti bersinar hanya karena langit yang tertutup awan.
Pada akhirnya, mereka yang terus menabur kebaikan akan menemukan pelukan semesta yang diam-diam merangkai balasan paling indah di waktu yang tepat.
@muarakatahati
jika ada seseorang teman dengan mudahnya menawarkan bantuan kepadamu, dan ketika kamu menerima tawaran itu; tetap pastikan dan ingat! bahwa kamu mempunyai kendali atas semua keputusanmu, jangan seakan kamu gantungkan kepada teman teman mu. mereka hanya memberi sinyal dan mengajak mu pada suatu kesempatan yang baik. kamu tidak melangkah bersama mereka, tapi kamu harus berdiri tegak, berani, dan harus melangkah atas semua keputusanmu sendiri. bisa bisa bisa! bismillah~
Kau rapuh, aku juga. Kau ingin dipahami, aku juga. Tapi aku tidak akan menghancurkan diriku untuk menolong seseorang yang menolak tumbuh.
Annie decides to cook gyozas for her beloved boyfriend Bertholdt In this fanart I was inspired by the sweet tik tok Roro who likes to cook food for her beloved Pablo
Mulailah bukan untuk menjadi yang terbaik tetapi mencoba untuk melakukan yang terbaik!
#26 — Tangguh, Perlu Teguh
Langkah kian jauh, syarat dengan daya tabah yang perlu ditambah. Banyak hal yang ternyata tak semudah itu melaluinya.
Mencoba, jatuh, lalu bangkit layaknya roda yang berputar, terus menerus.
Tanpa ujung, boleh jadi, itulah aturan mainnya.
Suatu saat,
Diri ingin sekali menyerah.
Ingin menyudahi apa-apa yang telah menjadi jalan, ada kalanya tidak bisa lekas meninggalkan begitu saja, akhirnya seperti harus dijalani, tidak ada pilihan yang lebih baik, terjebak.
Apakah itu yang dinamakan sebuah takdir?
Sulit mendefinisikan rasa penuh kecamuk, tertahan. Entah terhambat dengan realitas, kondisi yang nano-nano, beserta pikir dan rasa yang sulit dikendalikan.
Pada simfoninya,
Tidak ada alasan adalah alasan itu tersendiri.
Suatu saat diri menikmati proses dengan sepenuh hati. Ada bait-bait perjalanan yang memaksa untuk menuju yang lebih baik. Lantas segera mencarinya, menemukan, ternyata tidak lebih baik dalam kira.
Kemudian, bertanya-tanya sekali lagi:
Apakah ini takdir bagiku atau sebuah ujian dengan bentuk lainnya?
Mendewasa,
Menjalani sesuai kemampuan sebagai daya juangnya. Menaruh banyak atau tinggi ekspektasi, boleh saja, tetapi jika sulit mencapainya lantas bersiap untuk menanggung tidak enaknya. Tanpa tapi, tanpa alasan.
Untuk berdaya jadi tangguh,
Sedini mungkin perlu kayakan daya teguh, keteguhan hati dan pikir yang kadang sukar penuh kendali. Entah faktor dalam atau luar diri yang meminta untuk segera ditanggapi. Seperti nada yang kadang memberi teka-teki, dorongan ke jalan keluar. Padahal solusi kadang masih berupa mentahan yang bahan bakunya perlu ditumbuhkan terlebih dahulu.
Itulah rumitnya jalan hati-pikir yang perlu bersahabat dengannya. Dengan sering-sering bersama dirimu sendiri, mengenalnya lantas menyelami untuk memahami pola solusi yang semestinya disederhanakan.
Menerjemahkan satu demi satu akan teka-teki selama ini, semakin jauh melangkah, semakin rumit bentuknya, jika tak lekas memahaminya.
Sesekali diri perlu rehat sejenak untuk kembali sadar bahwa:
Apa-apa yang telah berlalu perlu dijadikan bahan baku untuk bekal masa kini, semua-semua yang relevan.
Masa depan yang penuh misteri kita hanya perlu berbaik sangka kepadaNya disertai daya iman yang seiring sejalan.
Memerdekakan hasrat kebaikan dan kebermanfaatan, tanpa perlu alasan yang mempersulit vibrasinya.
Tak lupa, daya materi yang perlu pula diperkuat agar daya baik dan manfaat bisa terus dicitakan. Tanpa halangan.
Salam Tangguh! Selamat bertumbuh bersama semesta!
[c] Muhammad Sarifin | @muhsarifin