Akar sakti melaju meratapi senggama jiwa, yang bertaut semampai bersama sang mempelai yang berpegangan
Asa yang selalu bersikap merendah dan mata yang sayu selalu ingin memejam. Membiarkan jemari menari sesuka hati
Logika yang kadang memudar dan membias, membiarkan sukma berentetan beriringan melayang dan saling bercengkrama
Memori tentang bidadari-bidadari yang pernah singgah di sisimu, menyerang momen-momen manis nan lembut bersama mereka. Buaian-buaian yang dengan sadar dan sengaja kau terima. Kau resap dalam-dalam.








