Seni Hidup di Muka Bumi #20 : Ridho dan Sabar
Ada kalanya, hidup memang memberikan kita kesempatan untuk merasakan pahit yang begitu mencengkeram, hadirnya menyisakan jejak getir yang menembus hingga tulang-tulang rusuk. Akibatnya, segala cita dan harapan yang dahulu begitu menggairahkan, kini berganti menjadi mata air yang gersang, tak mampu menyiram jiwa dengan berbagai inspirasi dan semangat lagi untuk berkreasi.
Pertanyaannya. Apakah kita harus tunduk begitu saja akan keadaan? Tentu tidak. Menyerah hanya akan melahirkan keputusasaan. Kalaupun langkah terasa berat dan tak banyak hal yang bisa diperbuat hari ini, maka setidaknya kita belajar untuk ridha. Sebab segala hal yang hadir dalam setiap segmen hidup kita, sejatinya adalah bagian dari takdir-Nya.
Imam Hasan Al-Bashri pernah mengingatkan, “Bersikap ridha adalah satu kemuliaan, akan tetapi kesabaran adalah sandarannya orang beriman.” Di situlah kita berpijak. Ridha dan sabar, adalah dua kekuatan yang meneguhkan jiwa tatkala badai menghantam. Karena sejatinya, setiap ujian, sedahsyat apapun hantamannya, akan berlalu seiring waktu.
Sabar adalah buah dari keridhaan, bahwa segala yang menimpa adalah kehendak dari Sang Maha Bijaksana. Maka tak heran jika ada yang diuji dengan penyakit, kesulitan, atau kehilangan, namun tetap bisa tersenyum, sebab ia yakin bahwa ini bukan hukuman, melainkan kasih sayang-Nya dalam bentuk yang sukar diterka akal manusia.
Tak perlu panik. Tegarlah bersama kesabaran dan keridhaan. Melawan rintangan dengan keteguhan hati, menyongsong hari esok dengan harapan yang terus kita patri. Seperti pesan Imam Syafi’i, “Biarkan hari-hari bertingkah semaunya, jadikan dirimu ridha terhadap setiap ketentuan-Nya, jangan takut peristiwa semalam, karena setiap peristiwa tidak akan pernah abadi.”
Waktu akan terus bergerak maju, melibas segala bentuk keyakinan yang acap kali terlihat goyah itu. Seringkali keimanan menjadi taruhan, maka dari itu mari kita perlahan kita belajar dan memahami arti ridha dan sabar, bahwa segalanya telah Dia perhitungkan.
Keridhaan dan kesabaran akan mencatatkan jejak-jejak yang kita tinggalkan hari ini, tentang luka yang pernah kita rawat, dan harapan yang tak pernah benar-benar padam, sebagai wujud dari bukti keyakinan utuh kita terhadap-Nya. Oleh karena itu, atas ujian yang hari ini sedang membersamaimu, meski tahu itu berat dan mudah, tetap tersenyumlah… dan teruslah melangkah. :)













