Acelasi baiat, aceeasi fata, Timpul si-a pus amprenta pe chipurile lor, Insa prietenia cu bune si rele a rezistat in fata anilor

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Canada
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Dominican Republic
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Austria
seen from Japan

seen from United States
seen from Philippines

seen from United States
seen from Brazil
seen from Russia
seen from Brazil
Acelasi baiat, aceeasi fata, Timpul si-a pus amprenta pe chipurile lor, Insa prietenia cu bune si rele a rezistat in fata anilor
Pantulan Cermin Beku
Kutatap pantulan di cermin beku Tetiba ada kamu disitu Memandang lurus dengan senyum yang khas Menebar aroma rindu, yang memang sangat kutunggu Setelahnya, teringat suatu masa Tepat ketika kau ada disampingku Memandangku lamat-lamat Terasa lama meski sekejab Kita bercerita tentang kita, bukan mereka Tentang realita Tentang kita yang terbelit asa Tentang keinginan-keinginan dari masa lalu Yang menyeruak tanpa ragu Tapi uniknya tak pernah terucap Hanya bisa dikecap Lalu, sambil menunduk Kususun ulang kenangan yang berserakan Persis ketika kau melintas diantaranya, menyelinap dan mendekam cukup lama Sejurus berlalu, kupaksa menatapmu di cermin beku Berharap segera berlalu Ternyata, kau masih ada Menyiksaku tanpa ampun, dalam dekapan rindu tak berujung.