Masih Banyak Cara Yang Baik
Pembelajaran kali ini, saya sangat belajar dari seseorang yang baru terkena imbas kemarahan seseorang. Seseorang yang marah ketika lawannya berbuat kesalahan, seseorang yang katanya memang berhak marah karena lawannya telah salah. Lalu seseorang yang dimarahinya, hanya diam lalu bungkam. Ia tidak menjelekkan seseorang itu dibelakangnya, pikirnya bahwa kemarahan itu adalah bukti kritikan yang harus ia perbaiki. Selebihnya segala bentuk makian dan hinaan itu adalah penilaiannya, ia hanya tidak tahu kebenarannya, dan meski menjelaskan berkali-kali pun kan tetap percuma.
Yang keliru adalah, amarah bukan jalan keluar menyelesaikan masalah - ketika seseorang berbuat salah. Ada banyak cara untuk menegur seseorang secara santun, tegas tapi tidak terpancing emosi. Nada suara tidak boleh tinggi, apalagi jika lawan nya adalah yang lebih tua umurnya. Patokannya bukanlah jabatan, siapa yang lebih tinggi atau siapa yang bawahannya. Tatakrama (etika) santun-sopan mencerminkan bagaimana kondisi keadaan seseorang dengan prilaku baik. Semoga kamu salah satu orang yang mempunyai etika yang baik. Teruslah memperbaiki diri.
Lalu seseorang dikatakan sabar adalah ketika ia mampu mengendalikan diri saat menerima pukulan pertamanya.
Tidaklah seseorang di katakan sabar ketika pukulan pertama nya ia telah dikendalikan oleh emosinya. Hasilnya ia marah-marah duluan baru inget kalau itu adalah salah. Istighfarlah (Minta Ampunan) pada saat itu, sebab hanya kepada Allaah lah tempat sandaran paling baik.
Kembali lagi kepada seseorang yang terkena amarah itu. Bahwa tidak pernah merugikan sama sekali ketika yang terkandung dalam pikiran adalah pikiran Positif. Seburuk apapun penilaian dan perlakuan seseorang, jika yang pikirkan adalah sesuatu yang positif. Hasilnya akan akan tetap positif. Selalu ada hikmah dibalik sebuah kecelakaan, kebangkrutan, maupun kematian seseorang dan lainnya. Selalu ada hal positif yang bisa petik.
Karena pada dasarnya yang membuat hati gelisah, khawatir, gundah, sedih, terpukul dan lainnya adalah pikiran-pikiran jahat yang tidak mampu dikendalikan dengan baik. Coba mikirnya kalo udah kena jambret, mungkin kurang sedekah, mungkin yang gak hati-hati. Atau yang udah 10tahunan pacaran akhirnya kandas juga, coba mikirnya mungkin ada rencana yang lebih baik lagi dibalik semua itu.
Sebelum pada akhirnya memutuskan untuk berfikiran jelek (negatif), carilah 1001 alasan untuk tetap berfikir positif.
Jakarta, Tulisan pada 20:32 25 sept 2017
















