Redd - Simulakrum Albümü Şarkı Sözleri, Albümde 10 adet Şarkı bulunmakta, Redd En Popüler Şarkıları, Bütün Albümleri ve Şarkıları sadece sarkisozum.net'de. R...
seen from Canada
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Netherlands
seen from China
seen from China

seen from France
seen from Germany

seen from United States

seen from Malaysia

seen from Japan
seen from United States
seen from China
seen from T1
seen from China

seen from New Zealand
seen from China

seen from France
seen from United States
seen from Switzerland
Redd - Simulakrum Albümü Şarkı Sözleri, Albümde 10 adet Şarkı bulunmakta, Redd En Popüler Şarkıları, Bütün Albümleri ve Şarkıları sadece sarkisozum.net'de. R...
Du, wie gerne, mach mich für unser Licht zur Laterne.
Snowman Marker Bersabda
10 Oktober 2018
Kekacauan ini bermula ketika manusia mulai beradab, menanam biji-bijian, mampu masak-memasak, bisa nunggang kuda dan mengenal agama.
Saya termasuk di dalamnya.
_Snowman Marker :D
BTS Dunia Tontonan
11 Desember 2017
Sekarang, tontonan tidak lagi sekedar hanya sebuah tontonan. Ada behind the scenenya, ada hitung-hitung penontonnya dan tentu saja sampe dimana serta bagaimana penonton mendalami tontonan tsb. Sejauh ini sih, pendalaman tontonan akan melahirkan tontonan baru. Dengan behind the scene, hitung-hitung penonton, pendalaman kemudian lahir tontonan baru lagi dgn semua unsur di dalamnya dan Begitu seterusnya. Apa ini termasuk tanda-tanda akhir zaman? hahahahahaha
Naudzubillah.
Simulakrum
Hari ini saya ingin berhenti memainkan media sosial Instagram saya dalam waktu yang belum ditentukan, berharap selamanya. Akan tetapi, saya tetap mengakses akun saya yang lain, yang berbeda dari akun utama saya, untuk sekadar agar tidak ketinggalan informasi global saja. Saya menciptakan alter-ego saya sendiri di media sosial dengan nama yang beda dari yang saya miliki. Ya bebas-bebas saja, toh ini akun saya sendiri. Saya mematikan akses akun karena saya benci melihat story-story kawan-kawan saya sendiri, atau saya kemungkinan sedang menghindari sesuatu dan saya malas sekali untuk melakukannya hanya untuk citra palsu semata. Katanya hidup hanya sekali, saya ingin menikmatinya. Tidak terjerumus oleh story orang lain dan membuat perspektif saya tentang kehidupan sedikit lebih tercerahkan. Saya berhenti dari mengurusi kehidupan orang lain, toh hidup saya sendiri saja belum menemukan titik terangnya. Digantung oleh dosen pembimbing itu sakit, terlebih teman-teman yang lain sudah mengadakan seminar proposal. Mereka satu langkah di depan saya, satu langkah bak seribu anak tangga yang melelahkan, huh menyakitkan.
Bermain sebagai alter-ego membuat saya sedikit lebih cemas dibanding menggunakan identitas asli saya. Akun ini hanya mengikuti teman-teman terdekat saja. Selebihnya saya tidak peduli dengan orang-orang yang saya kenal namun tidak saya ikuti akunnya. Bermain sebagai alter-ego saya hanya mempublikasikan kutipan-kutipan saja, saya senang sekali menulis kutipan, bagi saya itu adalah bagaimana cara saya menikmati hidup yang arusnya tidak pernah terduga ini. Kutipan membantu kita untuk merefleksi kehidupan menjadi lebih sederhana.
Bagi saya media sosial adalah sebuah media penghibur, informatif, efektif, kreativitas dan inovatif, yang tanpa disadari ialah citra dari diri saya sendiri. Ingin seperti apa kita di media sosial? Bebas, sebebas-bebasnya, tentu. Kita bisa menciptakan karakter kita sendiri, karakter baru, berbeda dari apa yang kita lakukan di dunia nyata. Kita bisa menggunakan nama lain, identitas baru, bahkan menciptakan alter-ego kita sendiri, wow menakjubkan bukan. Saya bisa saja membuat diri saya terlihat alim layaknya teman-teman saya yang mengaku berhijrah untuk menjadi lebih baik, dengan sorban dan peci, dahi hitam, celana cingkrang, lalu berusaha menggurui teman-teman lain yang hidupnya hanya penuh dengan permasalahan duniawi melalui media repost video asatidz favorit mereka di akun Instagram pribadi mereka. Saya tentu tidak ingin karena saya selalu berharap dijauhkan dari sifat takabur.
Bagi saya media sosial terutama Instagram telah menjadi boomerang yang bahkan tanpa kita sadari dapat membentuk siapa diri kita dimata orang lain. Bahayanya adalah banyak orang yang memanfaatkan media sosial hanya untuk memantulkan citra yang berbeda dengan sifat yang ia miliki. Hal ini karena ada kepuasaan sendiri ketika kita dipandang lebih beradab dari siapa diri kita sendiri, dipandang lebih berkelas daripada kenyataan yang serba hidup pas-pasan setiap harinya. Halusinasi telah menjadi momok yang mandarah daging bagi orang-orang yang haus akan pengakuan.
Media sosial adalah tempat terbaik bagi mereka yang menginginkan hal-hal tersebut. Dahulu, apabila kita ingin dianggap warga kelas atas oleh lingkungan tetangga sendiri, kita kemungkinan harus memiliki rumah dengan bangunan mewah, mobil sport mahal, istri layaknya seperti model Victoria’s Secret, pakaian super branded lebih dahulu, sekarang tidak lagi, dengan membuat postingan beriman dan beradab, traveling, makanan restoran, coffeeshop, atau hal-hal lain yang dapat diakses oleh warga kelas atas, tidak peduli postingan tersebut kita ambil langsung dengan smartphone kita sendiri, atau pun comot punya orang lain, selama orang-orang melihat postingan tersebut, kita akan dianggap wow oleh orang yang melihatnya. Menakjubkan bukan?
ranzsalim
Malang, 15 Agustus 2020
Biar semangatnya kaya maba dei. @Regrann from @pohonpensil - Dalam gelap kau percikkan cahaya... _ #himasra #pohonpensil #simulakrum #simulakrum2 #upi (at UPI Bandung)
@Regrann from @pohonpensil - Kita rapatkan barisan, dan akan kita tunjukan mahakarya terbarukan. Program yang telah kita rencanakan saat 2 tahun yang lalu dan akan terselenggara 2 tahun sekaligus... 2016 dan 2017... _ #pohonpensil #senirupaupi2013 #himasra #simulakrum #simulakrum2 #assalamualaikum
@Regrann from @pohonpensil - Ada yang masih ingat? _ #simulakrum #simulakrum2 #pohonpensil #himasra (at UPI)