A volcano in Indonesia called Mount Sinabung. Photo by Yosh Ginsu


#interview with the vampire#iwtv#amc tvl#jacob anderson#sam reid

seen from United States
seen from China

seen from Greece

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Russia

seen from China
seen from United States

seen from China

seen from China

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Belgium

seen from Malaysia

seen from Australia

seen from Belgium
seen from Türkiye
A volcano in Indonesia called Mount Sinabung. Photo by Yosh Ginsu
Farmers harvest their onion crops as Mount Sinabung spews volcanic ash during an eruption seen from the village of Sukandebi, Indonesia, Ivan Damanik, August 2020
Indonesia's Sinabung volcano has been erupting regularly for nearly a decade, and last week it produced another large ash column and pyroclastic flows. Much of the surrounding area has been previously evacuated/abandoned because of the ongoing eruptions.
Good morning.
G7 masks, Zuckerberg, volcano and more — it happened today: May 25 in pictures
Protesters wear masks depicting the leaders of the Group of Seven countries during a demonstration organized in Sicily; Facebook CEO and Harvard dropout Mark Zuckerberg gestures while seated onstage during Harvard University commencement exercises; a resident watches Sinabung volcano spew ash into the air in Indonesia. These are some of the photos of the day. (AP/EPA/Getty/Reuters)
Photo credits: Tony Gentile/Reuters, Steven Senne/AP, Ivan Damanik via ZUMA Wire
See more photos of the day and our other slideshows on Yahoo News.
A villager looks on as Mount Sinabung volcano spews thick volcanic ash, as seen from Beganding village in Karo, North Sumatra province, on May 19, 2017. Sinabung roared back to life in 2010 for the first time in 400 years. After another period of inactivity, it erupted once more in 2013 and has remained highly active since. Ivan DAMANIK / AFP
KKN Idealis
Tulisan ini telat sekali, pake banget juga, tapi gak apa-apa, saya mau nyicil bayar utang ke Abah, yakni pulang-pulang KKN saya kudu punya tulisan banyak tentang pengalaman di negeri (daerah) orang, hehehe Apalah daya saya gak pernah nulis sepersen pun, maapkan anakmu ini Abah, tolong jangan dikutuk, >,<
Ciyeee yang nunggu tulisan tentang pengalaman KKN saya pasca saya post openingnya disini, Ciyeee saya yang kegeeran, :p *apasihTik
Okeh, sebelum masuk ke part real kkn saya yang penuh dengan drama, saya mau reobrolan di bagian akhir tulisan saya sebelumnya, yakni “Sebenarnya bukan masalah dimana kamu akan KKN, tapi masalahnya adalah dengan siapa kamu akan KKN, hehehe” *untuk sitasi yang sempurna, saya dengan berat hati harus tetap menulis redaksi ‘hehehe’ yang ternyata mengganggu keseriusan ini. *apalagisihTik
Nah, ceritanya adalah sebelum saya bergabung dengan tim KKN Sinabung, saya sudah dilobi oleh beberapa sepuh kampus dan teman untuk bisa join di KKN idealis di salah satu daerah di Jawa Tengah, mepet Jawa Timur gitu deh kalo gak salah lokasinya. Tapi, dengan gaya sok-sokan saya menolak, padahal di dalam lubuk hati terdalam pengen banget KKN disana, eh gak pengen banget ding, biasa aja, lebih kepengen banget KKN di daerah timur. :p
You know lah KKN idealis yang penuh kontroversial ini, termasuk saya yang kadang labil antara pro dan kontra dengan KKN idealis ini. #eh
OOT bentar, berhubung followers tumblr saya beragam, saya perlu menjelasakan tentang KKN idealis ini. hehehe Jadi, KKN idealis ini adalah KKN yang didesain dengan sangat sempurna untuk pengabdian tulus dalam misi menebarkan biji-biji kebaikan agar tumbuh sehat dan bermanfaat untuk daerah lokasi KKN. Isi atau personal tim dari tim KKN idealis ini adalah mahasiswa/i yang berkecimpung dalam kegiatan dakwah di kampus. Mereka menyebut dirinya adalah aktivis dakwah kampus. Jadi, kerjaannya di kampus itu dakwah nyambi kuliah, *eh, kebalik gak ya? :p Bgeitupun ketika di lokasi KKN, kerjaannya anak-anak KKN idealis ini adalah dakwah nyambi KKN, *eh, kebalilk lagi gak ya? :p Gimana? Dah kebayang gimana bentukan dari KKN idealis ini? hehehe
Nah, siapa yang gak pengen coba KKN dengan tim yang sudah satu frame dengan kita? Gak perlu ribet-ribet ada sesi penuh drama like ‘malam keakraban’ untuk mengenal satu salam lain. Gak perlu ada sesi ‘deep introduction’ segala. Cukup setiap personal tim selesai dengan amalan wajibnya, kemudian ditambah dengan tilawah rutin, atau tahajud aja yang dikencengin, dll. setiap personal di dalam tim insyaa Allah akan langsung klop dengan sendirinya. *lebayihTik, iyah ya lebay banget, hahaha Eh tapi, serius, insyaa Allah gak akan ada banyak drama yang menguras energi kayak KKN Sinabung saya kemarin, hehehe walaupun drama hati pasti ada jugalah disini, dan katanya lebih bejibun, #eh
Atau yang lain lagi, siapa yang gak pengen coba KKN dengan tim yang punya ide-ide brilian tentang pengabdian masyarakat, yang dijamin setiap personal di tim akan mengikhtiarkan totalitas dalam kerja. You know lah bagaimana idealisnya para aktivis dakwah kampus ini, #ehsayapromosi
Intinya adalah aman deh untuk urusan internal, tinggal ribet di eksternalnya aja, yakni tentang pengabdian masyarakatnya. *trus ada yang komen, ‘lu gak tau aja Tik gimana di internalnya?’ hahaha iya, ya setidaknya kalo ada problem pun itu hanya bumbu-bumbu pedas, asem, asin yang bikin internal seru aja, senyumin aja, :’) Setidaknya gak kayak KKN Sinabung saya yang penuh dengan drama, drama ini I means problem-problem yang bumbu-bumbunya micin gitu, hahaha tapi seru kok, saya yang ngalaminnya senyum-senyum aja, lucu-lucu gitu problemnya, :p
Eh, sadar gak kalo saya ngalor-ngidul diatas, duh Tik,
Okeh, back! Based on statement saya yang ini “Sebenarnya bukan masalah dimana kamu akan KKN, tapi masalahnya adalah dengan siapa kamu akan KKN, hehehe”
Lah, terus kenapa saya nolak?
Nah, justru itu, saya menolak karena perkara dengan siapa saya akan KKN, komposisi tim KKN idealis tahun lalu adalah komposisi yang tidak memungkinkan bagi saya untuk bisa join. Saya menimbang banyak hal, mengukur dari berbagai sisi, dan finalnya memang menakdirkan saya untuk menolak tawaran sesepuh dan teman-teman. Detailnya gak perlu tau lah ya, hehehe
Terakhir, saya pesankan bahwa tentang partner kerja di tim KKN ini adalah sepenuhnya hakmu untuk menimbang, karena salah satu takarannya adalah personal dirimu. Sejauh apa kamu mengenal dirimu maka sejauh itu pula keputusan yang akan kamu ambil. *kayak berat banget ya? KKN doang, hahaha
So, selamat selektif untuk partner KKN besok ya, kalopun gak bisa kayak KKN idealis ini, yang partner satu frame atau satu ideologinya bisa satu tim gitu, setidaknya ada satu, dua, tiga partner gitulah, :’)