Penuhi diri dengan sibuk positif, hingga tak lagi sibuk negatif merasuki.
Edisi Kuliah Kerja Nyata
seen from China
seen from United States

seen from Norway
seen from Brunei

seen from United Kingdom
seen from India
seen from China
seen from United States

seen from Australia

seen from Thailand
seen from United States

seen from Ecuador

seen from Singapore
seen from Malaysia

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
Penuhi diri dengan sibuk positif, hingga tak lagi sibuk negatif merasuki.
Edisi Kuliah Kerja Nyata
Sebulan di Ngepoh Lor #kknlyfe versi MG-308
Hallo!
Ini day +6 setelah pulang KKN.
Ini bukan curhat, tapi sejenis curhat. Intinya aku mau menyampaikan sesuatu hal yang emang ini ga penting tapi agak penting.
Here we go....
Pernah nggak kalian udah sayang banget sama seseorang tapi kalian harus terpisah karena sesuatu hal yang ga bisa dipaksakan?
Pernah nggak kalian ngerasa udah nyaman banget sama seseorang tapi harus tiba-tiba pergi karena sebuah alasan yang sebenarnya kalian ingin menolaknya?
Jawabanku : tidak. Karena kalau terlanjur sayang susah untuk berpindah.
Tidak. Karena nyaman adalah sebuah kebiasaan yang sudah lama bergulir dan terus-menerus.
Kalau gitu, bisa ga kalian buat melepaskan semua itu, i mean rasa sayang dan nyaman, dengan begitu saja?
Enggak kan?
Aku pun begitu.
Bagiku, mereka sudah menjadi bagian hidupku. Bagian dari perjalananku. Aku percaya kalau orang bilang setiap orang yang hadir dihidup kita pasti memberikan warna tersendiri.
Begitu pun mereka. Mereka dengan karakternya, dengan segala candaannya, dengan segala caci maki dan lawakannya, dengan segala ide gilanya, sudah memberikan warna tersendiri dihidupku.
Sebulan adalah waktu yang sangat sebentar mengukir cerita untuk menginvestasikan kenangan dihari tua.
Aku bingung untuk berkata. Tapi Tuhan tau aku sayang sama mereka.
Intinya, jangan menyesali keadaan apapun. Nikmati waktu dan kebersamaan, karena semua itu akan menjadi kenangan. Ibaratnya, kamu foto dan kamu print out hasilnya. Yang orang lain tau itu hanya foto.
Tapi yang kita ingat adalah makna dari foto : cerita dibalik sebuah foto.
Aku, kamu, kita saudara.
Dan inilah keluargaku, unit 308 yang disatukan disebuah Dusun bernama Ngepoh Lor. Kami meniti hari demi hari dengan sejuta keluhan, makian, candaan, dan lainnya, tapi semua itu terkenang dengan indah ketika kami mengingatnya. Mungkin banyak suara hati yang tak terungkap ketika kita bersama, misalnya rasa kesal, iri, marah, atau bahagia sekalipun. Tapi semua itu sirna ketika kita bersama, mengingat kembali hari-hari yang pernah dilalui, saat-saat bersama menghabiskan waktu dengan senda gurau yang tak berfaedah. Kalian rindu? Aku tentu.
Seiring waktu berjalan, aku harap kebersamaan ini akan selalu terjalin, baik masih tinggal dikota yang sama ataupun ketika kembali ke kampung halaman.
Kuperkenalkan satu persatu anggota geng 308 Dusun Ngepoh Lor yang sangat - sangat menyebalkan tapi aku sayang. Hehehe
Paling kiri ada Celestial randy teddy. Anak manajemen UII yang sekarang punya nama panggilan celi (khusus anak 308, yang lain gaboleh). Manusia penakut sepanjang sejarah kkn. Dia yang gak bisa hafal jalan, tapi bisa berkata kasar ketika diganggu main game. Celi nggak bisa makan daging sapi, tapi dia maniak kulit ayam. Dan dia yang paling banyak fans nya waktu kkn. Kamu tau satu fakta lagi tentang dia? Dia paling malas buat cuci piring. Tapi dia mau masak kalau udah kepepet lapar. Pertama kali ketemu, sempet mikir bahwa dia orangnya songong (hehe) tapi kesini-kesini baik juga kok, enak diajak sharing. Sekarang dia udah tutup teori dan mau skripsi. Doakan agar dilancarkan sampai hari H.... Pendadaran nya!
Dia ulang tahun bulan september juga tanggal 28. Ditunggu ya cel makan-makannya! Jangan keseri gan misuh-misuh, nanti digas malah loncat(?)
Sebelah kanan celes ada holip.
Namanya M Kholifah fil ardhi. Panggilannya olip-ia. Dia ketua geng TPA ngepoh lor. Dia juga yang paling sering dapat makanan gratis dari warga, karena sering melipir dari posko cari sinyal. Olip adalah pencetus kegaringan diposko. Tapi ya kalau nggak ada holip dapur kotor semua. Dia memproklamirkan diri sebagai PJ kebersihan dan beres-beres bareng wayu pada tanggal 17 agustus 2017. Hebat kan?
Dan dia orang paling random yang aku kenal. Karena? Dia yang paling ekstrem ngajak melipir ke jogja di jam 17.30 dan kita cuma ke McD abis itu balik lagi ke posko. Tergabut kan? Ulang tahun kemarin, 5 september 2017. Dia suka gundam. Sampai dia dikasih kue berbentuk gundam dan gundamnya (dalam bentuk print out, hehe).
Semoga dia masih sayang kita yang selalu kasih dia print out apapun.☺
Selanjutnya ada tikoy. Namanya Atika rahma fauzia. Panggilannya Tika, tikoy dan... Kukang (?) manusia paling ngegas seposko 308. Tapi dibalik gasnya dia sangat baik hati dan lembut. Tika ituanggota geng dokter yang isinya sama Sidi dan Agung. Dia bisa ngitung nadi dalam beberapa detik...... Kemudian lupa hitungannya udah sampai berapa. Tika suka bangun udah pagi. Tika juga suka melipir sama olip. Tika juga nekat. Dia anterin aku waktu urus idcard ke jogja pake motor, PP, pulang malam. Padahal dia sebelumnya BELUM PERNAH BAWA MOTOR JAUH dan malamnya kami semua habis nonton film annabelle yang baru. Serem.
Tapi terngakak itu adalah helm tika yang bisa berdiri kalo ada angin dan nutup dengan tegas ketika lampu merah. Maaf ya tik aku selalu ingat itu. Dia juga penakut, tapi tidak separah celes. Dia juga ulang tahun bulan september tanggal 14. Aku dan tika punya semboyan bahwa perempuan akan berubah diwaktu yang tepat!
Semangat untuk berubah ya tik!!
Selanjutnya ada Perdhani kurnia. Kita biasa manggil dia simbok, Karena dia lebih senior umurnya dibanding kita. Dia tuh sinden, lagu apa aja bisa. Tapi sayang, dia gak bisa main UNO. Lambat laun tapi bisa kok. Dia yang paling hafal lagu sayang-nya via valen bagian yang nge-rap nya. Dan kalo ada penghargaan mandi paling lama, dia harus jadi juaranya. Kadang mbok emang bikin bete kalau lagi nonton film, karena dia hobi bikin skenario sendiri. Tapi aku sayang mbok kok. Mbok tuh... Motornya punya jok buat modus. Dan dia hampir terjerat cinta lokasi. Tapi sekarang kabarnya sayup-sayup hilang digondol kucing(?).
Mbok bisa bikin sambal, tapi ngga suka pedas. Sebel gak sih? Maksudnya apa mbok?! Hadeeee...
Selanjutnya ada aku... Iya, arsy yang paling berisik diantara mereka. Awalnya aku minder sama mereka. Aku kira aku nggak bisa diantara mereka. Awalnya aku mau jadi gadis lugu yang pendiam. Tapi kenyataannya mereka membuat semakin ngegas. Terima kasih:))) aku bangga kenal sama kalian! Aku juga termasuk squad september. Hayo tanggal berapa? Skip gak penting.
Oke, cukup sekian tentang aku. Kurang dan lebihnya kalian tau kan ya? Hehe
Setelah aku ada Arvika shinta giffari. Panggilannya pikachu, jarene panggilan sayang dari pacarnya, tapi kubilang dari aku. Kedengaran maksa? Tapi emang begitu. Hehehe
Damai vik!
Vika adalah kepala koki posko 308. Nggak kebayang kalo nggak ada vika diawal kkn kita mau makan apa.....
Dia adalah manusia paling kalem diantara semua anggota posko, tapi diawal doang. Kesananya, semua sifat 'bukan vika banget' nya pun perlahan-lahan menyeruak. Vika bisa main gitar, dan dia juga teracuni main candy crush gara-gara minim sinyal di posko. Dia yang paling suka foto candid karena kalau lihat kamera dia keliatan gendutnya. Kesal dengernya :( HAHA
Tapi dibalik ketegaran vika, akhir periode KKN dia pulang duluan karena harus istirahat total karena kelelahan. Lekas semvuh vik! Soon kita liburan bareng-bareng lagi ya!
Kemudian ada Eka rahajeng. Panggilan dia sih ajeng, tapi ketika seseorang memanggil namanya, seketika itu berubah nama menjadi 'aseng'. Ajeng bawa anak, boneka landak. Anaknya gemay dan penurut. Ajeng takut ikan dengan segala bentukannya. Ajeng yang kalo bangun tidur doyan pake masker. Dan dia yang selalu bawa kabur pasta gigi aku dari tempat alat mandiku. Yang kalau ada orang sendawa pasti teriak paling kenceng. Yang bawa hairdryer dan pernah beberapa kali menyebabkan listrik tiba-tiba turun. Yang pernah mencyduq ikan di bak mandi gak sengaja dibanjurin kerambutnya. Aku masih ada hutang sama ajeng bikin seblak. Nanti aku bikinin ya jeng!
Yang kalau pergi-pergi selalu sama wayu. Yang kalo bobo harus buat cerpen dulu di line. Yang paling hobi masak nasi walaupun pernah gagal sekali😂 dan dia juga yang suka bangun udah pagi sama tikoy. Terbae sudah 2 anggota ni....
Disampingnya ada wayu. Wahyu tri wibowo. Anak ini juga awalnya sangat lucu. Dan diam-diam menjalin kasih dengan seseorang di unit yang sama..... Inisialnya eka rahajeng. Wahyu senang mencuci piring. Juga senang bermain gitar. Apalagi? Wahyu banyak main sama ajeng jadi aku takut kalau mau deket-deket. Tapi wahyu baik, mau nyalain kompor pake korek. Yang lain juga sih...
Wayu adalah fans fanatiknya nasi padang dijalan utama pakis. Dia ngga bisa makan kalo bukan ayam. Tapi kalo kepepet ya makan juga. Pernah sampai dia beli nugget karena saking pengennya makan ayam. Haduh bosque....
Semoga wayu sama ajeng bareng-bareng terus ya ngurus landak sampai besar. Tolong jagain landak biar ga kabur jalan sama mona
Yang terakhir, arief prasidi atau sidoy. Merupakan tirex paling langka yang hidup di zaman serba modern karena udah ada internet. Dia merupakan biduan malam paling syahdu. Oh iya, dia ketua unit kami. Sidi paling sabar dan mau aja buat disuruh masak nasi goreng pagi-pagi. Selain itu dia hobi masak terong krispi. Sidi si calon dokter merupakan salah satu anak tersibuk diposko. Tapi di suatu malam yang dingin dan mencekam dia tiba- tiba mengeluarkan 2 kotak pizza sebagai tanda.... Enggak tau, katanya dia mau traktir anak unit aja. Menurutku sidi adalah orang paling legowo kalau di marahin ajeng pas sendawa. Tapi ya itulah sidi, suaranya yang serak becek itu yang suka bikin inget. Eak.
Masih banyak sebenernya aib di unit ini, tapi it cant be describe by words.
Mereka bukan hanya sekedar teman, mereka keluarga, sahabat, juga bahu untuk bersandar. Celes bilang, kita nggak cuma kenal sehari dua hari, jangan sungkan buat minta tolong walaupun udah ga bareng lagi. Kita sudah menjadi saudara.
Aku sadar waktu tidak bisa diputar kembali. Sama seperti kenangan yang tercipta hanya patut untuk dikenang. Sekarang kita hanya bisa menikmati apa yang tersisa.
Berkumpul sama kalian membuat aku merasa punya keluarga baru. Buktinya dari tanggal 31 kita pulang, kita masih intens bertemu walaupun gak bisa 1 hari penuh karena keterbatasan jarak.
Setidaknya, selipkan nama teman-temanmu dalam doamu, agar dimudahkan urusan kampusnya, ya!
Maaf aku yang kadang masih berubah :)
Semoga kebersamaan ini tidak akan berakhir sampai disini. Semoga matahari senantiasa memantulkan cahayanya bagi bintang ini dimalam hari. Karena kalian amat berharga.
Tanpa kalian, KKN hanya sekedar kalimat yang tidak bermakna.
Your annoying sister,
Arsy Faridhatunnisa.
Asing Untuk Tenang
*Desa Rawan, Kab. Probolinggo
“‘Uzlah adalah,” ucap Ibnu al-Jauzi, “sebuah ketenangan, sebuah keagungan, sebuah kemuliaan, sebuah tindakan untuk menjauhkan diri dari keburukan dan kejahatan, sebuah kiat untuk menjaga kehormatan dan waktu, sebuah cara untuk menjaga usia, sebuah tindakan untuk menjauhkan diri dari orang-orang yang mendengki, sebuah perenungan tentang akhirat, sebuah persiapan untuk bertemu Allah, sebuah pemusatan jiwa raga untuk melakukan ketaatan, sebuah pemberdayaan nalar teradap hal-hal yang bermanfaat, dan sebuah eksplorasi terhadap nilai dan hukum dari nash-nash yang ada,’
Panjang memang penjelasan ‘alim yang satu ini, mungkin rekan tidak begitu nyaman dengan kutipan yang panjang. Tapi ingatlah rekan, jangan pernah meremehkan ucapan orang ‘alim, prasangka itu membunuh.
‘Uzlah , pengasingan diri , adalah hal yang akhir-akhir ini saya lalui. Awalnya bukan karena keinginan, karena KKN ini memaksa diri untuk mengalami susah sinyal. Saya pun (layaknya manusia generasi kekinian), mengeluh dengan susahnya sinyal. “Gimana bisa update dengan info terkini?” , “Instagram, Line, Whatsapp pada penuh notif, nih, kudu gimana??” , dan berbagai keluhan khas generasi kekinian sekarang. Percayalah wahai generasi kekinian (termasuk saya, euy) ,
‘Uzlah adalah jawaban atas ketidaktenangan dirimu selama ini.
Asingnya diri ini, menyebabkan tenangnya hati. Seperti kata-kata yang saya bold di dalam kutipan Ibnu al-Jauzi, poin-poin itu bukankah yang seringkali luput dari hidup kita?
Asing, bisa berteman dengan tembakau. Di desa yang saya tempati ini, saya mengerti susahnya petani setempat untuk menanam tembakau dan padi. Padahal saya adalah orang bidang kesehatan yang menolak UU Tembakau dan aktivitas rokok. Saya bisa mengerti begini, karena mengasing.
Asing, bisa berteman dengan surau. Surau di desa ini tidak begitu besar, tapi sangat nikmat untuk menjadi tempat menyendiri. Berteman dengan handphone pun tidak. Benar-benar meninggalkan dunia generasi kekinian. Serasa sendiri dengan Allah. Itu nikmat.
Asing, bisa berteman dengan gelapnya malam. Ketika asing, saya melihat langit penuh bintang. Penuh bintang. Iya, ini bukan kata kiasan, tapi benar-benar penuh bintang. Desa yang sedikit polusi ini semakin membuat diri berdecak kagum. Tampaknya saya semakin jatuh cinta dengan desa ini. Dasar diri, mudah jatuh cinta dengan tempat baru. MasyaAllah ..
Generasi kekinian tampaknya harus menyadari ini sebelum terlambat. Bukan maksud bersosial di media adalah hal yang salah, justru itu ladang pahala (seharusnya). Tetapi kita lebih banyak berkecimpung pada hal itu, yang sebenarnya tidak sepenting alasan mengapa kita ada.
Tenang itu, bukan ketika kita aktif dalam grup whatsapp atau line. Tenang itu, bukan ketika kita sibuk post foto instagram dan mendapat banyak like. Tenang itu, tidak seperti itu.
Tenang itu menyendiri. Tenang itu asing.
Belum percaya? Coba saja
Introducing
HOLA MANUSIA! Udah lama banget ga nuliiiiss!! Susah banget sebenernya kalo lagi orang rame gini nulis, tapi ya gimana. Daripada aku tidur. Maghrib ini wkwk. Jadi sekarang tuh aku lagi KKN. Atau Kukerta a.k.a Kuliah Kerja Nyata.
KKN tuh apaan de? Buat apa? KKN tuh kaya gimana?
Jadi, KKN itu salah satu, apa ya, dikata mata kuliah, kaga, tapi harus diikuti. Karena KKN itu menuhin 4 sks kita. Terus, KKN itu kita kayak ditempatin di desa antah berantah, dikasi kelompok secara random dan yah harus kerjasama di sana selama dua bulan. Ya. Dua bulan. Benar sekali dua bulan! Kerjanya ngapain? Yah, bantu-bantu di desa gitulah. Anw, sebenarnya gak ditempatin secara random dan antah berantah juga sih. Karena kan, sebelumnya kita sendiri yang ngisi di website, desa apa yang pengen kita pilih. Tapi yaaaa, harus cepet-cepetan gitu. Karena kalo kuota udah penuh, wallahualam lah yaaaa..
Nah, sekarang tuh udah hari ke 34 aku KKN. Aku dapet di desa Sukadamai, Kecamatan Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu. Kalo gatau itu di mana, sama aku juga. Engga deng. Coba di googling aja ya. Demi apapun, aku ga pernah tau dimana Rokan Hulu sebelumnya. Karena, tbh, aku emang jarang banget jenjalan. Karena, emang ga tau mau jalan kemana, sodara juga kaga ada (biasanya sodara yang dateng ke rumah, wk) dan aku juga anaknya mabuk darat. Ah lebay aja. Padahal ke sini juga ga napa-napa. Wk.
Aku dapet temen-temen sekelompok yang super duper kocak, tidak manusiawi, koplak, dan astagfirullah’aladzim bgt. *emot ketawa sampe nangis* Kelompok aku ada 13 orang. Dari berbagai fakultas dan jurusan. Awalnya aku ngibril2 di kampus sama Feny dan Dea (Moedhea, btw), nah dari situ aku tau, ternyata aku satu desa sama si Feny. Giranglahkan eyke khaaan, ternyata ada temen satu jurusan, walopun kaga deket. Yang penting ada lah. Nah, abis itu aku minta sama Feny untuk masukin aku ke grup LINE.
Nah, mulailah kenalan, sok-sok akrab, sok-sok asik. Awalnya aku pikir,
Jir bakal jaim nih orang-orangnya. Sumpah bakal susah hidup gue dua bulaaaan...
Sampe akhirnya, pertemuan perdana! Berasa bego-bego gitu pas ketemu pertama kali. Setelah pertemuan kedua, ketiga dan seterusnya mulai terlihat somplak :) Sialan. KELOMPOK MACAM APA INIIIII *emot ketawa sampe terguling-guling*
Hidup sebulan sama mereka ngebuat ilmu aku ga bertambah dan ga berkurang. Mentok di situ-situ aja. HAHAHAHA. Kalo mau dijabarin satu-satu, ga ada faedahnyaaa! *tapi tetep diceritain*
Atas (Ki-Ka) : Rani, Eva, Kak Di, Rika, Ibu Yeni (Dosen Pembimbing Lapangan), Winny, Tisa, Tuti, Fey, Fryda
Bawah (Ki-Ka) : Ze, Apis, Dzaky, Me
Pertama, kita mulai dari Koordinator Desa alias Kordes. Namanya Hafis Ryadhie. Pas pertama ketemu, kirain anaknya cool, maklum anak Fakultas Hukum. Mikirnya dia bakalan tegas, keras, yah wibawaan gitulah kan yaaa. Eh taunya. Klemer-klemer, kek orang boco x)). Nyampe di sini, karena bosen dan hiburan cuma ada laptop dan isinya drama korea semua, jadilah dia nontonnya korea. Lelaki, anak hukum, nonton korea. SIAP PIS, SIAP!
Btw, lelaki di kelompok aku cuma ada 3. Nah, dua lagi tuh namanya Ramadhan Imam Dzaky dan Zefanya Pandalahat Sidabutar. Dulu, pas pertama kali liat profile picturenya si Dzaky, dia pake foto bedua, gatau sama siapa. Foto yang sebelahnya itu ganteng orangnya. Aku langsung mikir, pasti yang ini nih orangnya, wih, ada temen sekelompok yang ganteng. Mangstap ni. Bisalah.. Dijual.. Eeeh pas ketemu, ternyata ZONK :) Kadal afrika rupanya. TERIMAKASIH TUHAAAAN. You’re so funny..
Terus si Zefanya lagi. Awalnya aku kira cewek. Panggilannya, Fanya nih keknya. Lah pas ketemu, taunya cowok. Pas perdana ketemu, anaknya pendiem. Apa aja keputusan rapat, dia terima aja. Ngomongnya iriiiiiit banget. Ketemu pertama jaim, kedua, ketiga dan seterusnya, kek Anoa :) Pas udah tinggal sebulan di sini, makin keliatan kek SEMPAK BIAWAK ARAB TIMUR TENGAH MIDDLE EAST!! HAHAHAHAHA. Bangqe lah pokoknya. Aku merasa tidak beruntung ketemu orang-orang ini. :)
Sekelompok 13. Cowo nya cuma 3. Sisanya, yah cewe semua. Bayangin aja 10 cewe, satu rumah, tinggal bareng selama 2 bulan, mulut gabisa diem, hobinya gossip dan ketawaaaaa mulu. Heran aku =))) Bahkan, waktu aku pulang ke Pekanbaru, pelepasannya sungguh lebay. Belum nyampe aku 24 jam di Pekanbaru, langsung di video call. Heran deh.. =))
--- Updated in #Day38 ---
Perempuan pertama yang harus aku kenalin adalah Diah Rizki Utami, atau biasa kami panggil Kak Diah. Kenapa kakak? Karena dia tua. SIAP. Ga gitu de… Soalnya dia sebenernya angkatan 2013. Doi cuti dulu kmrn soalnya mau niqa dulu. UUUUNCH. Dan udah punya anak 1. Namanya Zee-Zee. LUCU MENGGEMAYKAN. Kak Diah udah berasa kek emak di posko. Apa-apa harus dia yang ingetin, dia yang bangunin, dia yang marahin, ngadu ke dia.. Apa-apa Kak Diaaaah semua. Tapi dia gimana ya. Bisa menempatkan diri gitulah. Kalo lagi sama anaknya jadi keibuan banget. Tapi, pas ngumpul sama kami, sengklek nya keluar. “Kalo sama kalian, saya masih gadis..” OLOTAYANG. Sayaaaang Kak Di *peluk cium gampar*
Teruuuus, hm siapa lagi ya. Udah, ga ada lagi.. /plak/
Terus, ada Tisa Oktaviani dan Winny Asnawi. Dulu, pas pertama kali ketemu, ni dua makhluk paling rusuh! SUNGGUH! Aku yang paling rusuh aja, jadi pendiem ketemu mereka mah. Demi. Sampe KKN pun, ternyata memang bedua ni rusuh kali. Mereka tuh satu fakultas, satu jurusan, satu kelas, satu kosan. Nah, kurang apalagi hah? KURANG APALAGIIIII. Combo kali rusuhnya ni, kalo ada besfren satu posko =)))
Adalagi Tiara Maharani Puspa Fithri. Panggilannya? Rani. WTH. Sumpah pertama kenal, aku kesal. Pas jumpa, kenalnya Rani. Pas liat di LINE kok kaga ada yang namanya Rani….. Ternyata nyelip di “Maharani”. SIAP RAN, SIAAAAP. Rani nih, muka becanda sama engga becandanya SAMA AJA. Sampe orang bingung kadang, ni anak ngomong becanda apa beneran, gitu.. Gegara minim ekspresi ini, sempet jadi salah paham sama tetangga sebelah WKWKWK. (Rani, if you reading this, I’m SO SORRY ;) )
Temen baiknya Rani, Roseva Nainggolan Lumbanraja. Eh biar namanya Batak kali ni ya, tapi hatinya terlalu lembuuut, seperti pantat bayi. Jangan sekali-kali matiin lampu pas ada Eva. Bisa jantungan dia =)) Jadi, gak semua orang Batak tuh keras wooi. Kau tengoklah si Eva ni. Orang Batak rasa Jawa, ya dia inilah orangnya..
fey, winny, rani, me kak di, ida
Fryda Kusumawardhani Khairudin Nasution. Engga deng. Bejanda. Fryda Kusumawati Khoirunnisa (bener ga nih?) Biasa dipanggil Frid, Frai, Friday, Prit, Ida, whatever you call lah, asal dia nyahut, berarti benerlah namanya WKWK. Fryda sama Eva sebenernya baru ikutan KKN pas hari ke.. Ke berapa ya, ke 7 apa 10 gitu. Soalnya mereka tuh ikut, ng.. ikut apa ya namanya. Astaga lupa lagi… *mikir dulu dua hari*. Oiya, ikut PKM! Proposal Kegiatan Mahasiswa. Ih pinter mah aku. Itu ngapain? Aku gatau. Tanya mereka aja ya. Aku ga pinter kalo masalah itu.
Hmm. Siapa lagi ya.. Oh iya, yang satu jurusan sama eyke. Feni Desty. Bisa dipanggil Fey atau Feni, atau WELLA. (AHAHAHA ADUH MAAF KELEPASAN SUNGGUH =)) ) Sebenernya kami ga akrab2 bangetlah di kampus. Beda geng soalnya (SAELAH). Paling ketemu – ketemu gitu aja.. Tapi pas di sini, bah, jadi temen mandi bareng =))
UR x UIN x Ibu-ibu PKK dan entah siapalah yang penting ikut foto aja
Terus ada Ibu Bendahara kita, penyelamat selama KKN, our saviooor, Nurmai Astuti!!! WOW. TEGANGAN CINTA TA DAPAT DIHINDAR LAGE. KALA KU COBA MENYAPA MU AS-TU-TI!! (You sing, YOU LOSE! HAHA) Kenapa penyelamat? Karena dialah orang asli desa Sukadamai. Rumahnya cuma lima langkah dari posko. YA. Seperti pacar ya.. Jadi, lumayan, bukan lumayan, SANGAT membantu, dengan hadirnya penduduk lokal dalam kelompok ini. Jadi kami ga terlalu buta dengan daerah sini. Ayo, tepuk tangan buat Tuti!!! *cipok basah hakcuih*
Terakhir, ada Rika Liyenka Sinaga. Ini anak, sumpahlah ya. Ngumpul paling jarang, ngomong irit, pemalu-pemalu, jaim. Ujung-ujungnya? Kek kmprt :) Ngomong sekali, tapi nyelekit! SHAKIIDDDHH KA, SYAKIDDDH. Kalo aku sama Rika di satukan dalam satu jadwal piket, alamatlah ga akan makan satu posko =)) *IYKWIM*. Paling kami bersih-bersih rumah sampe kinclong. Rika lah yang paling hobi bersih-bersih. Jadi kalo ada barang hilang, entah kemana, tanya Rika. “Itu, Rika tu..”
Udah 13 kan? Udah dong.. Eh 12 deng. Kan kurang diriku sendiri, wk. Ngapain juga nyeritain diri sendiri.. Udah ya. Udah terlalu panjang ini. Pasti males bacanyakan? Pasti langsung ke paragraph ini kaaaan? Yaudah selo. Kan aku ga maksa buat baca.. Yang penting, aku senang punya teman-teman baru kek mereka, sumpah aku. So many experiences that I’ve got with you, guys! Maybe more. Love you to the moon and back!
Lots of love,
Dea <3
Bonus :
Duo Chibi <3
KULIAH KERJA NYATA (KKN) FULL MANFAAT
*tulisan di blogspot Februari lalu, semoga bermanfaat :)
Berhubung lagi masa - masanya Kuliah Kerja Nyata (KKN) khususunya bagi mahasiswa UNDIP (yang hampir selesai), kali ini saya coba akan sedikit bahas seputar kehidupan saat KKN! Dulu pas KKN, gak ada hasrat buat nulis soalnya. Tapi setelah bocil - bocil sering pada hubungin saya saat KKN, dan nanya - nanya seputar hidup saat KKN, "boleh ini gak mbak", "boleh itu gak mbak", kayaknya seru juga jika dibuat tulisan. Semoga memorinya tidak banyak tergerus tuntutan zaman.
Setiap mahasiswa yang ada di perguruan tinggi Indonesia pasti sudah dan akan mengalami masa - masa dimana kamu harus tinggal, hidup bersama masyarakat. Eits, gak hanya tinggal tapi juga melakukan pengabdian dengan pendekatan lintas keilmuan. Untuk waktu dan tempat yang ditentukan masing - masing perguruan tinggi. Di UNDIP biasanya 30 - 42 hari serta daerah penyebarannya hanya di Jawa Tengah saja. Tentu sebelum pelaksanaannya akan diberikan pembekalan - pembekalan dari universitas yang akan berguna selama KKN berlangsung. Tenang, kamu tidak akan sendirian selama sebulan di tempat antah berantah, akan ada teman - teman satu kelompok yang akan ditempatkan bersama dalam satu desa yang ditentukan dari berbagai fakultas. Biasanya terdiri 10 - 13 orang setiap kelompoknya.
Namun, seperti pengalaman - pengalaman yang lalu bahwa pembekalan yang diberikan kampus belum cukup untuk menghilangkan rasa cemas dan khawatir serta rasa penasaran yang mendalam terkait kehidupan KKN akan seperti apa ya wajar lah ya karena emang belum merasakan sendiri. Yap, disini saya akan coba kasih tips agar KKN kamu tidak hanya berlalu hanya karena untuk menggugurkan kewajiban aja, tapi juga bisa buat banyak manfaat sambil bersenang - senang berbekal pengalaman saya selama KKN. Terkhusus untuk muslimah :D
1. NIAT
Tidak dipungkiri memang bahwa niat sangat berpengaruh dalam pelaksanaan semua aktivitas, termasuk pelaksanaan KKN ini. Ribet - ribet ngurus administrasi, persyaratan untuk KKN pasti udah niat banget buat berangkat KKN. Tapi yang dimaksud disini bukan hanya niat berangkat, tapi berangkat untuk apa dan siapa? "Saya niat berangkat KKN untuk dapet nilai dan memenuhi sks." Hanya itu? Yakin deh, sayang banget jika niatnya terbatas itu saja. Buang - buang waktu, tenaga selama sebulan.
Nah, niat ini harus udah ditetapkan sejak awal - awal dan terus diperbaharui mulai dari ngurus pelaksanaan KKN, pembekalan, ketemu teman satu kelompok, survey, pelaksanan, hingga selesai. Bukan hanya niat yang baik tapi niat untuk berbuat lebih dan karena Allah. Insya Allah selama pelaksanaannya akan selalu ada Allah yang terus membimbing dan memudahkan. Jadi lelah dan capeknya selama lebih kurang sebulan itu akan ada banyak bekas dan banyak manfaat yang ditinggalkan, ashek gak tuh!
2. BUAT RENCANA DAN TARGET
Buat kamu yang sudah biasa nulis rencana dan evaluasi kegiatan setiap harinya atau biasa nulis diary, hal ini akan sangat memudahkan selama pelaksanaan KKN. Tapi tentu akan sedikit berbeda dengan biasanya. Karena aktivitas dan orang - orang selama KKN akan berbeda dari biasanya. Rencana dan target yang dituliskan ini akan mengontrol kegiatan kamu selama KKN yang amburadul dan tidak teratur serta bisa membantu lebih cepat untuk beradaptasi dengan kondisi yang ada disana. Misalnya nih ya :
Target sholat berjama'ah di posko, ini biasanya diberlakukan untuk para perempuan karena biasanya para lelakinya sholat di masjid/mushalla. Mulailah dari diri kamu yang menginisiasi teman - teman satu posko untuk sholat jama'ah.
Tilawah Al Qur'an, biasanya karena agenda KKN yang tidak menentu, tilawah harian harus terus ditargetkan. Sangat bagus ketika terget tilawah saat KKN bertambah dari biasanya. Misal, dari yang biasanya satu juz per hari mungkin bisa tambah jadi 2 juz hehe.
Hafalan dan muraja'ah, jangan sampai ketika KKN hafalan gak nambah sama sekali atau bahkan hafalan sebelumnya pada ilang. Astagfirullah.
Shalat sunnah, seperti tahajud dan dhuha setiap hari atau sesuai kondisi dan kemampuan masing - masing. Akan sangat bagus ketika dilakukan setiap hari.
Baca buku, jaga - jaga aja buat bawa buku yang lumayan tebel. Biasanya kalo ini tidak saya masukkan dalam target tapi lebih untuk pengisi waktu luang.
Nah, yang paling penting dan utama sebetulnya adalah target cari teman. Perlu diketahui dengan latar belakang fakultas yang berbeda tentu akan memperlihatkan gaya hidup masing - masing dari kelompok kamu, yang dalam satu kelompok gak semua orang dapat langsung kamu ajak kerjasama dengan baik. Jadi, kamu butuh teman untuk mensukseskan target - target selama KKN. Kamu butuh bangun jaringan kerjasama dimulai dari pendekatan ke satu anggota kelompok KKN yang sekiranya bisa kamu ajak komunikasi dengan baik secara cepat. Pendekatan lebih baik dilakukan saat pertama kali bertemu, akan semakin cepat kamu menemukan dengan siapa pertama kali jaringan kerjasama itu kamu bangun. Setelah dapat satu teman langsung atur strategi agar di akhir KKN semua dapat terkondisikan dengan baik.
Kenapa targetnya semua tentang ibadah? Pastinya, karena dengan ibadah, diri kamu bisa terjaga dengan baik insya Allah. Daerah KKN dimana kamu ditempatkan selama lebih kurang itu adalah tempat asing. Banyak yang daerahnya jauh dari kota besar, jarang ada signal sehingga sulit komunikasi, dan kondisi - kondisi lainnya yang intinya, menjadikan kamu asing disana, tempat baru dimana segala bentuk sikap dan perkataan harus terjaga dengan sebaik - baiknya. Jadi dengan ibadah insya Allah kamu akan dijaga dengan baik oleh Allah swt.
3. BAWA BARANG SECUKUPNYA
Ingat - ingat nih bahwa kamu cuma mau KKN, bukan minggat! Jadi, bawa barang seperti pakaian, peralatan pribadi secukupnya yang sekiranya kamu butuhkan selama lebih kurang sebulan. Biasanya, sebagai seorang perempuan kan godaannya banyak buat bawa pakaian banyak, khawatir inilah, itulah. Tapi percayalah bahwa pakaian yang digunakan tidak akan banyak. Bawalah baju formal 2 - 3 selebihnya kaos rapi yang nyaman untuk keseharian dan sesuai kebutuhan.
Sebagai muslimah, ada beberapa hal yang menjadi tantangan yang harus kita lalui. Kebanyakan desa, akan memberikan satu tempat tinggal untuk satu kelompok. Hal ini mengharuskan kita untuk tinggal bersama lawan jenis maupun non Islam yang perempuan selama sebulan. Ada perhatian khusus untuk hal ini karena full day kamu harus menjaga aurat. Dari ujung kaki hingga ujung rambut. Maka sediakan kaos kaki yang cukup sekitar 5 - 7 pasang dan jilbab langsung yang nyaman untuk keseharian yang cukup juga. Agar sering - sering dicuci, paling tidak setiap hari cuci dan ganti kaos kaki atau maksimal 2 hari untuk jilbab sehari - hari, supaya tidak mendzalimi yang lain dari wewangian yang ditimbulkan. hehe
4. PERHATIAN DENGAN BARANG BAWAAN
Buat list barang yang akan kamu bawa selama KKN dibuku catatan. Dari mulai barang paling kecil hingga paling besar. Tulis nama atau berikan tanda pada barang bawaan kamu, yang menunjukkan identitas kamu. Hal ini berguna banget agar barang bawaan kamu tidak hilang. Karena biasanya sering tercampur dengan barang teman satu kelompok. Lebih perhatian dengan 'barang - barang pribadi' yang bersifat kewanitaan, hindari dari pandangan lawan jenis.
5. BISA MENGENDARAI MOTOR
Hal ini penting banget kamu persiapkan jauh - jauh hari. Latihan mengendarai motor! Masa - masa KKN adalah masa dimana kamu sebagai perempuan atau muslimah akan diperlakukan 'sok diperhatikan dan di manja - manja' soal ini. Maksudnya, kurang dipercaya jika harus berkendara sendiri. Laki - laki yang satu kelompok pasti akan menawarkan bantuan untuk mengantarkan (memboncengkan). Peluangnya akan semakin besar jika kamu gak bisa mengendarakan motor sendiri!
6. BISA DIANDALKAN!
Menjadi pribadi yang cepat dan sigap, peduli terhadap sesama serta dianggap pemecah masalah menjadi bekal banget buat kamu untuk dipercaya dan menjadikan kamu sandaran paling nyaman untuk seluruh anggota kelompok, cieh. Dimulai dari bagaimana kamu bersikap dan bertutur kata. Sebagai seorang muslimah, pasti pandangan pertama terhadap kamu akan beda sendiri. Ekspektasi yang diberikan akan lebih - lebih. Menurut saya, jadilah siapa kamu. Tapi juga perlu diingat - ingat terus agar selalu ada pada batasannya.
Sebenarnya, cukup jadi pribadi yang nyaman untuk mereka sharing tentang apapun, jangan jadi pribadi yang eksklusif, gak mau ini, gak mau itu, ini gak boleh, itu gak boleh. Sepertinya kamu tahu ya apa yang saya maksud, hehe. Dengan bekal ini, kamu akan jadi orang yang selalu diandalkan (bisa masak misalnya), selalu bantu teman (misal bantu program individunya), jadi tempat curhat, dan selalu diminta pertimbangan dan sarannya. Sehingga, ketika kondisi ini sudah tercipta insya Allah KKN goals akan tercapai. Kamu bisa menyebarkan pengaruh - pengaruh positif kepada seluruh anggota kelompok. Jadi, gak hanya kamu aja yang bisa meraih manfaat KKN tapi seluruh anggota kelompok juga merasakan hal yang sama dan menjadi pribadi lebih baik lagi pasca KKN.
7. MANDIRI
Jika kamu sudah biasa mandiri dengan status anak rantau, belum bisa jadi jaminan kehidupan kamu akan berjalan normal - normal aja saat KKN. Kondisi yang segalanya harus kamu mulai dari awal, adaptasi dengan teman - teman satu kelompok yang akan hidup bersama selama sebulan, adaptasi lingkungan dan masyarakatnya, adaptasi dengan waktu - waktu yang menyesuaikan kondisi selama KKN, sampai hal - hal pribadi harus bisa kamu lakuin sendiri, minimalisirlah ketergantungan terhadap orang lain. Malah seharusnya merekalah yang akan ketergantungan dengan kamu.
Skil dasar perlu kamu kuasai, ya misal dalam hal memasak. Minimal bisalah masak air, masak telur, masak mie. Nyuci sendiri meskipun jika kamu berniat laundry pasti akan ketemu tempatnya, sayang banget sih ini mah mending duitnya buat jajan makanan (yailah nis makanan mulu), setrika sendiri, ya hal - hal yang berbau pribadi lakuin sendiri jadi bisa lebih perhatian dengan diri sendiri.
Jadi teringat nih tentang cuci baju. Setelah mencuci baju, jemur pakaian dengan keadaan rapi dan sopan ya ketika dilihat orang lain terutama lawan jenis. Waspadalah dan lebih peduli dengan hal - hal yang dianggap sepele padahal gak sepele.
8. TAMPIL SEDERHANA DAN HEMAT
Wilayah - wilayah penempatan KKN adalah wilayah - wilayah pedesaan yang masih butuh banyak perhatian dan kepedulian lebih. Masyarakatnyapun belum banyak yang terjamah oleh kemajuan dan perkembangan zaman. Sehingga, jangan sampai ada hal - hal buruk yang kamu bawa dan mempengaruhi kestabilan kehidupan disana. Dari segi pakaian, pakailah pakaian yang sopan, rapi, dan tertutup serta terkesan biasa saja. Tidak 'wah' jika dipandang masyarakat sekitar. Jarang - jaranglah mengeluarkan gadget saat berinteraksi lagsung dengan mereka. Biasanya saya sering meninggalkan handphone saat ada kegiatan bersama masyarakat, untuk dokumentasi kegiatan mengandalkan satu handphone atau kamera saja. Lakukan komunikasi sebaik - baiknya, buat masyarakat merasakan tidak ada batas diantara kamu dan mereka.
Akan ada banyak kondisi soal keuangan di masing - masing pemberangkatan, di masing - masing desa. Ada yang dikenakan biaya untuk tempat tinggal dan makan sehari - hari. Ada pula yang free alias gratis. Gunanya survey KKN salah satunya adalah untuk menentukan semua ini. Untuk tempat tinggal, kamu tidak bisa memilih. Pasrahlah dengan apa yang diberikan desa untuk kamu dan kelompok. Bisa di rumah Pak Kadesnya, rumah warga, atau di sekolah! (tega emang kadang - kadang). Untuk makan sehari - hari, saran saya untuk masak sendiri. Karena menurut saya terlalu mahal, biasanya sih. Belum tentu kita cocok juga dengan apa yang dimasak. Dengan keputusan untuk masak sendiri, jadi bisa lebih leluasa untuk mengatur keuangan bersama kelompok, bisa menentukan menu yang akan dimakan. Tentukan bendahara desa untuk mengatur keuangan kamu dan kelompok. Untuk siapa yang memasak, dulu saya dan teman - teman selalu masak bersama. Tinggal dibagi tugas siapa yang belanja, motong - motong bahan, cuci cuci, dll. Lumayan juga, ketika ada panggilan makan dari warga jadi gak ada pengeluaran untuk masak deh (haha, tetep).
9. INISIATIF
Biasanya, selama KKN banyak yang merasa gabut (gaji buta), atau kebanyakan nganggurnya. Kebanyakan jalan - jalannya, kebanyakan makan dan tidurnya. Dan kegiatan lain yang kurang manfaat. Dari kondisi ini, kamu bisa inisiatif cari kesibukan. Misal, kegiatan di sekolah biasanya selesai pukul 12 siang. Setelah itu kamu bisa gunakan waktu untuk jalan - jalan sekitar pedesaan, dan menjalin komunikasi dengan warga sekitar. Pura - pura belanja di warung warga, jajan, ikut bantu jika ada yang punya acara, slametan, hajatan mislanya, kegiatan ini sebagai salah satu sarana mengenal lebih dekat desa dan warganya. Sehingga, masyarakatpun mengenal kita. Manfaatnya akan banyak banget, misal sering diundang makan di rumah warga. Hari ini di rumah Pak Kades, besoknya di rumah bendahara desa, besoknya di rumah warga yang sedang panen, dst. (kan lumayan!)
Selain kegiatan di luar posko, kegiatan di dalam posko juga perlu diadakan. Ya itung - itung untuk lebih mengompakkan sesama anggota kelompok. Misal masak bareng, games, ngobrol ngalor ngidul yang buat terbuka satu sama lain. Mengenal lebih dekat dengan siapa kamu tinggal seatap. Biasnya, juga banyak yang membuka jasa bimbingan belajar selama KKN. Pelaksanaanya di posko, bersiaplah akan ada puluhan atau bahkan ratusan anak yang akan mengepung posko setiap malamnya.
Karena sesungguhnya, program - program pengabdian selama KKN kebanyakan formalitas saja untuk mengisi laporan. Nah, selebihnya adalah program - program non - formal yang diciptakan dari inisiasi kamu dan teman - teman. Ikut segala kegiatan desa, dari kerja bakti hingga rapat - rapat desa.
10. SEIMBANG
Point ini bisa dibilang point paling sulit dilakukan. Tapi bisa dilakukan. Ya bayangkan, dengan seabrek aktivitas yang mungkin bisa berkali lipat capek dan lelahnya karena harus melangsungkan program - program pengabdian masyarakat juga harus beresin urusan pribadi, target - target pribadi, belum lagi harus terus bangun kekompakan dengan seluruh anggota kelompok, harus peka, jadi teladan, buat strategi, daan masih banyak lagi tuntutan yang lainnya. Semuanya harus dilakukan secara seimbang, terutama seimbang maslah pengeluaran keuangan haha.
Nah, mungkin sekian dulu ya beberapa point yang dapat saya sampaikan tentang hidup selama KKN ini. Tentu, semuanya tidak akan mudah dilakukan. Tapi insya Allah dengan niat yang baik, akan membimbing kamu untuk melewatinya dengan baik pula. Semoga bermanfaat, selamat mencoba :)
KKN Idealis
Tulisan ini telat sekali, pake banget juga, tapi gak apa-apa, saya mau nyicil bayar utang ke Abah, yakni pulang-pulang KKN saya kudu punya tulisan banyak tentang pengalaman di negeri (daerah) orang, hehehe Apalah daya saya gak pernah nulis sepersen pun, maapkan anakmu ini Abah, tolong jangan dikutuk, >,<
Ciyeee yang nunggu tulisan tentang pengalaman KKN saya pasca saya post openingnya disini, Ciyeee saya yang kegeeran, :p *apasihTik
Okeh, sebelum masuk ke part real kkn saya yang penuh dengan drama, saya mau reobrolan di bagian akhir tulisan saya sebelumnya, yakni “Sebenarnya bukan masalah dimana kamu akan KKN, tapi masalahnya adalah dengan siapa kamu akan KKN, hehehe” *untuk sitasi yang sempurna, saya dengan berat hati harus tetap menulis redaksi ‘hehehe’ yang ternyata mengganggu keseriusan ini. *apalagisihTik
Nah, ceritanya adalah sebelum saya bergabung dengan tim KKN Sinabung, saya sudah dilobi oleh beberapa sepuh kampus dan teman untuk bisa join di KKN idealis di salah satu daerah di Jawa Tengah, mepet Jawa Timur gitu deh kalo gak salah lokasinya. Tapi, dengan gaya sok-sokan saya menolak, padahal di dalam lubuk hati terdalam pengen banget KKN disana, eh gak pengen banget ding, biasa aja, lebih kepengen banget KKN di daerah timur. :p
You know lah KKN idealis yang penuh kontroversial ini, termasuk saya yang kadang labil antara pro dan kontra dengan KKN idealis ini. #eh
OOT bentar, berhubung followers tumblr saya beragam, saya perlu menjelasakan tentang KKN idealis ini. hehehe Jadi, KKN idealis ini adalah KKN yang didesain dengan sangat sempurna untuk pengabdian tulus dalam misi menebarkan biji-biji kebaikan agar tumbuh sehat dan bermanfaat untuk daerah lokasi KKN. Isi atau personal tim dari tim KKN idealis ini adalah mahasiswa/i yang berkecimpung dalam kegiatan dakwah di kampus. Mereka menyebut dirinya adalah aktivis dakwah kampus. Jadi, kerjaannya di kampus itu dakwah nyambi kuliah, *eh, kebalik gak ya? :p Bgeitupun ketika di lokasi KKN, kerjaannya anak-anak KKN idealis ini adalah dakwah nyambi KKN, *eh, kebalilk lagi gak ya? :p Gimana? Dah kebayang gimana bentukan dari KKN idealis ini? hehehe
Nah, siapa yang gak pengen coba KKN dengan tim yang sudah satu frame dengan kita? Gak perlu ribet-ribet ada sesi penuh drama like ‘malam keakraban’ untuk mengenal satu salam lain. Gak perlu ada sesi ‘deep introduction’ segala. Cukup setiap personal tim selesai dengan amalan wajibnya, kemudian ditambah dengan tilawah rutin, atau tahajud aja yang dikencengin, dll. setiap personal di dalam tim insyaa Allah akan langsung klop dengan sendirinya. *lebayihTik, iyah ya lebay banget, hahaha Eh tapi, serius, insyaa Allah gak akan ada banyak drama yang menguras energi kayak KKN Sinabung saya kemarin, hehehe walaupun drama hati pasti ada jugalah disini, dan katanya lebih bejibun, #eh
Atau yang lain lagi, siapa yang gak pengen coba KKN dengan tim yang punya ide-ide brilian tentang pengabdian masyarakat, yang dijamin setiap personal di tim akan mengikhtiarkan totalitas dalam kerja. You know lah bagaimana idealisnya para aktivis dakwah kampus ini, #ehsayapromosi
Intinya adalah aman deh untuk urusan internal, tinggal ribet di eksternalnya aja, yakni tentang pengabdian masyarakatnya. *trus ada yang komen, ‘lu gak tau aja Tik gimana di internalnya?’ hahaha iya, ya setidaknya kalo ada problem pun itu hanya bumbu-bumbu pedas, asem, asin yang bikin internal seru aja, senyumin aja, :’) Setidaknya gak kayak KKN Sinabung saya yang penuh dengan drama, drama ini I means problem-problem yang bumbu-bumbunya micin gitu, hahaha tapi seru kok, saya yang ngalaminnya senyum-senyum aja, lucu-lucu gitu problemnya, :p
Eh, sadar gak kalo saya ngalor-ngidul diatas, duh Tik,
Okeh, back! Based on statement saya yang ini “Sebenarnya bukan masalah dimana kamu akan KKN, tapi masalahnya adalah dengan siapa kamu akan KKN, hehehe”
Lah, terus kenapa saya nolak?
Nah, justru itu, saya menolak karena perkara dengan siapa saya akan KKN, komposisi tim KKN idealis tahun lalu adalah komposisi yang tidak memungkinkan bagi saya untuk bisa join. Saya menimbang banyak hal, mengukur dari berbagai sisi, dan finalnya memang menakdirkan saya untuk menolak tawaran sesepuh dan teman-teman. Detailnya gak perlu tau lah ya, hehehe
Terakhir, saya pesankan bahwa tentang partner kerja di tim KKN ini adalah sepenuhnya hakmu untuk menimbang, karena salah satu takarannya adalah personal dirimu. Sejauh apa kamu mengenal dirimu maka sejauh itu pula keputusan yang akan kamu ambil. *kayak berat banget ya? KKN doang, hahaha
So, selamat selektif untuk partner KKN besok ya, kalopun gak bisa kayak KKN idealis ini, yang partner satu frame atau satu ideologinya bisa satu tim gitu, setidaknya ada satu, dua, tiga partner gitulah, :’)
Bosan dengan Amanah
“Pernah bosan dengan amanah?” tetiba kamu menanyakan hal itu. pertanyaan itu sejenak membuatku membisu, berfikir. biasanya orang menanyakan kenapa memilih amanah, bagaimana mengelola waktu dengan banyak amanah ? amanah itu bikin sibuk ? dan seterusnya. kini kamu hadir dengan menanyakan hal yang berbeda “pernah bosan dengan amanah?” tak enak membuatmu menunggu, aku menjawab “belum” waktu itu memang aku tidak memiliki jawaban yang cukup baik, secara rasional tentunya kita pasti pernah merasa bosan dengan aktifitas rutin yang kita lakukan, termasuk dalam hal ini amanah, entah itu dalam keadaan sadar maupun tidak.
Menerima amanah memang hal yang lumrah, menjalani hidup juga termasuk amanah, tetapi aku tau maksud pertanyaanmu itu pasti amanah yang kamu maksud adalah amanah tambahan dalam organisasi.
“kalau tentang amanah, aku tidak pernah menolak” tambahku melengkapi jawaban sebelumnya. “kenapa?” balasmu penasaran. “sekiranya bagiku amanah itu bagian dari tantangan hidup dan pasti ada alasan kenapa amanah itu datang, sekaligus meningkatkan kapabilitas diri” pungkasku. Dalam kurun 3.5 tahun terakhir, kehidupanku dikampus memang tidak lepas dari hal itu, amanah. sampai dipengujung masa kuliah pun juga masih melekat, kali ini menjadi Korcam (Koordinator Kecamatan) saat KKN. Sebenarnya, sekalipun aku tak pernah meminta amanah, tetapi jika amanah itu datang, siap tidak siap harus siap. Begitulah prinsip yang aku pegang. Jika ditanya sebenarnya lebih ingin menjadi Kordes (Koordinator Desa),agar lebih fokus mengabdi ke Desa, pikirku seperti itu. Memang tak selamanya harapan akan menjadi kenyataan, harus lebih bijaksana menjalani pilihan. tapi tak masalah, menjadi Korcam pun nyatanya banyak keuntungannya, punya alasan untuk mampir ke setiap desa, kunjungan dan berkoordinasi dengan berbagai elemen masyarakat, Seru.
Selama menjalani KKN ini, aku melihat banyak sekali kehidupan, sembari teringat pertanyaanmu itu, bosan dengan amanah.. apakah juga masyarakat disini pernah bosan dengan amanahnya ? bagaimana jika petani bosan menanam padi, lalu siapa yang akan makan nasi? bagaimana penjual ikan / ayam di pasar, lalu siapa yang akan makanan berserat ? bagaimana jka Kepala Desa bosan dengan pekerjaannya? Bisa lumpuh pemerintahan desa. nyatanya pilihan egois untuk bosan dengan amanah berdampak pada kehidupan orang lain, merugikan diri sendiri dan orang lain. Pertanyaanmu itu masih membekas jelas dipikiran, ada benarnya juga, ketika bosan dengan amanah apa yang akan kamu lakukan ? apakah kemudian kamu akan meninggalkan amanahmu ? atau justru malah membuat kecewa orang lain, semoga tidak.
Mbak, saya KKN dimana ya?
Tulisan ini telat sekali, pake banget juga, tapi gak apa-apa, saya mau nyicil bayar utang ke Abah, yakni pulang-pulang KKN saya kudu punya tulisan banyak tentang pengalaman di negeri (daerah) orang, hehehe Apalah daya saya gak pernah nulis sepersen pun, maapkan anakmu ini Abah, tolong jangan dikutuk, >,<
Okeh, ini udah Maret 2017, dan udah mau KKN semester genap lagi aja. Kenapa dunia semakin mengerikan dengan perputaran waktunya yang begitu cepat. >,<
Kita awali dengan pertanyaan,
A: Mbatik *(singkatan panggilan bocil-bocil fakultas untuk saya, Mbak Tika), Mbak kemarin KKN di mana ta?
S: Sinabung,
A: Owh, deket sama rumah ya? Pulang dong,
S: Bukaaaan, rumah Mbak di Bangka,
A: Lah iya, kan deket,
S: Deket dari manaaaa? *rasanya pengen nimpukin peta ukuran baliho gede ke adik tingkat satu ini, sok tau dah,
Okeh, kita selesaikan obrolan pengantar ini,
Singkat cerita, tahun 2016 lalu saya memutuskan untuk KKN jauh-jauh ke Sinabung, Sinabung ini di Kabupaten Karo, dan Kabupaten Karo itu di Sumatera Utara, bukan di Bangkaaaa, plis deh, >,<
Pertanyaaan selanjutnya, kenapa saya mau KKN jauh-jauh?
Nah, jawabannya adalah karena saya gak diizinkan Abah KKN lebih jauh lagi dari Sinabung, :’) *jawaban macam apa itu Tik, hahaha pasalnya saya mau KKN ke timur, like Papua, atau Maluku, Manado, dan daerah-daerah timur lainnya, apa daya tidak direstui Abah, khawatir katanya, :’) Okeh, karena saya ini anak baik, manut dah, hehehe
Nah, jadi, sebenarnya saya asal pilih aja, waktu itu sebaran oprec peserta KKN lagi banjir sekali di medsos, termasuk oprec KKN Sinabung ini, judul KKNnya sih mitigasi bencana, walau realnya gak ada mitiigasi-mitigasinya, #eh lebih tepatnya ternyata realnya pengertian mitigasi oleh tim pengusul ini berbeda dari yang saya pahami sebelumnya, hehehe
Seleksinya sesingkat saya klik link pendaftaran, isi biodata singkat, pertanyaan mendasar tentang oprec suatu kegiatan, submit, kelar.
Beberapa hari kemudian saya dijapri oleh Pak Kormanit yang terhormat. Saya pikir ada wawancara yang lebih dalam kepada saya, tapi ternyata isi japriannya adalah…
K: Mbak Try Antika mondok?
S: Iya Pak,
K: Pondok tahfidz ya? Sudah hafal berapa juz? Atau sudah hafidzah?
S: *jenis pertanyaan macam apa ini???
Singkat cerita saya diterima aja sama Bapak ini untuk masuk tim. Saat itu, seleksi anggota untuk masuk tim masih hak penuh bapak kormanit, sebelum ada oprec resmi pake wawancara yang penuh fafifu lagi drama, Alhamdulillah, ke barat lagi ke barat lagi, :’D
Okeh, jadi kita masuk ke pertanyaan yang menjadi judul postingan kali ini, itu tulisan diatas fafifu aja, hahaha
A: Mbak, saya KKN dimana ya?
Nah, saya kasih tips pilih lokasi KKN versi saya aja ya, hehehe *sok-sokan, Emang, :p *dasar mbatik ih, biarin, uweek *(Tik?) owh, okeh maapkan, hehehe
Pertama, saya sarankan kalian untuk pilih lokasi KKN yang jauh, keluar dari Jogja, keluar dari Jawa Tengah juga, jangan mau KKN deket-deket, apalagi KKN di kampung halaman, jangan mau, hindari kalau bisa, ini emang jauh dari objektivitas, jangan protes, hahaha KKN itu waktunya lumayan lama, kurang lebih 2 bulan, maka lakukan perjalanan sejauh mungkin, semenarik mungkin,
Alasannya adalah sesederhana kalian akan tergoda untuk sering pulang ke kostan/ kontrakan kalau KKNnya di Jogja dan sekitarnya, serius deh, Jogja mengandung kadar kerinduan yang terlalu banyak, sulit ditinggalkan, #hasek
Alasan lain untuk jangan KKN di kampung halaman adalah kalian akan lebih sering pulang ke rumah, *tapi kan mengabdi di daerah sendiri dulu mbak, haish, itu alibi kebanyakan aja,
Tapi kan poinnya di pengabdiannya mbak, Hahaha iya, itu pemikiran idealis sebelum KKN aja, #eh Saya no comment aja dah kalau perkara ini, :D
Alasan agak bermutu adalah nasihat yang katanya dhoif, tapi gak apa-apa kita ambil pelajarannya aja, yakni “Tuntutlah ilmu walau sampai ke negeri China.” Wait, saya sedang tidak menyarankan kalian untuk KKN ke China, karena lokasi KKN di China gak release dari PKM, hahaha Kenapa China? Ini bukan perkara istimewanya negeri China, atau perkara isitmewanya masyarakat disana. Bukan, ini perkara karena China katanya adalah negara terjauh dari Arab.
Kedua, kenali daerah calon lokasi KKNmu, Misalnya… Lokasi KKN saya di Sinabung, disana saya minoritas sebagai seorang muslim, dan jujur saya agak sedikit kerepotan sekali selama 50 hari disana, serius. Ilmu fiqhnya harus keren, toleransinya kudu baik lagi bijaksana, dll. repot, repot sekali, >,<
Lokasi KKN saya di Sinabung, dataran tinggi, dingin sekali, pakaian hangat kudu banyak kalau tidak mau kedinginan selama 50 hari,
Lokasi KKN saya di Sinabung, disana ada Gunungapi Sinabung yang sedang aktif-aktifnya pasca tidur lama sekali, iyes, daerah bencana, kudu aware masalah kesehatan, kudu jago survive, paniknya dikurangin, tenangnya yang dibanyakin,
Lokasi KKN saya di Sinabung, masyarakatnya adalah suku batak, batak karo, kebayang kan gimana orang batak? Nah, kudu banyak-banyak lapang dada, hahaha potensi sering sakit hati,
Dan karakter lokasi KKN lainnya, kenali, maka kau akan dekat, jauh dari gak betah maksudnya,
Ketiga, gak ada, hehehe ngobrol aja kita, karena setelah tips kedua diatas segalanya fleksibel, yang urgent versi saya adalah memang cuma dua itu,
Begitu,
Selamat KKN semester genap 2017 adik-adik,
Sebenarnya bukan masalah dimana kamu akan KKN, tapi masalahnya adalah dengan siapa kamu akan KKN, hehehe Karena domba yang berjalan sendirian, akan mudah sekali diterkam serigala dibandingkan dengan domba yang sekawanan, Iyes, karena sendirian tanpa teman, dengan prinsip yang ada, di lingkungan yang asing, adalah lebih berbahaya dibandingkan dengan bersama-sama atau sekadar berdua dengan teman, yang punya prinsip yang sama, di lingkungan yang mencengkam sekalipun,
Tapi, karena pertanyaanmu “Mbak, saya KKN dimana ya?” Ya udah deh, jawabannya begitu. :p