Free Will Tapi Tidak Free
Guru saya Ust Weemar pernah berkata tentang pelajaran kebebasan. Free will.
Setiap manusia yang lahir di dunia, Allah telah tentukan baginya beberapa ketetapan yang tak bisa diubah. Ketetapan ini juga tak akan dihisab di akhirat nantinya. Seperti warna kulit, mata, hidung, siapa ayah, siapa ibu. Inilah hal hal yang tidak mungkin berubah. Selain itu Allah juga menakdirkan beberapa hal yang memang diluar kendali kita, seperti bencana alam, dan rezeki.
Sejatinya Allah menciptkan sesuatu sesuai dengan porsinya. Ia tau mana yang terbaik untuk hambanya. Namun terkadang manusia sulit bersyukur dan iri terhadap apa yang dimiliki orang lain. Bahkan yang lebih parah, ia merasa bahwa Allah tidak adil.
Namun ternyata Allah yang Maha Baik tidak pernah mempermasalahkan itu. Ia menegaskan bahwa semua derajat manusia itu sama dimataNya, yang membedakan hanyalah amal ibadahnya. Itulah mengapa kita diberi kebebasan bertindak atau free will.
Free will adalah modal kita untuk berbuat di bumi. Kita dibekali akal dan nafsu untuk berkarya dan beramal. Amal inilah yang nanti akan memengaruhi derajat kita. Namun, free will tidak benar-benar free. Sejatinya segala hal yanga ada di dunia adalah milik Allah. Sehingga wajar jila ia menuntut pertanggung jawaban di akhirat kelak. Itulah mengapa kita harus berhati-hati dalam bertindak dan mengambil keputusan karena segalanya akan dipertanggung jawabkan.
Terakhir, ada satu pesan dari Ust Weemar yang kini menjadi pengingat bagi saya pula, "hidup ini semudah memilih pilihan berpahala dan mensyukuri sisanya."
Hidup dengan prinsip seperti itu, terlihat mudah ya. Bagaimana menurutmu?
Wallahu a'lam bishawab









