SUDUT PANDANG ORANG BERIMAN
Semua tentang pemaknaan.
Kalau kita punya tujuan dan harapan, ketika melakukan sesuatu pasti lebih ada semangatnya, lebih ada powernya.
Kenikmatan dunia itu sifatnya sementara. Seperti saat kita menikmati hidangan berbuka puasa, sekali makan enak sekali rasanya, kalau sudah piring kedua, piring ketiga? Rasanya sudah beda.
Saat kita tidak punya uang, akan dikiaskan oleh setan, "punya banyak uang enak yaa, bisa beli apa aja", "jadi orang kaya enak yaa bisa ngapain aja", "naik mobil enak yaa ga keujanan", " Dia si enak, anaknya orang kaya, bisa sekolah di mana aja", "orang tuanya punya kedudukan, kesempatan dia berkarir lebih mudah". Terus aja terus gitu, dikiaskan kalau yang lebih itu pasti ya lebih enak, juga lebih nyaman.
Nasi padang seharga 13.000 kalau kita makan disaat pengen banget dan emang kemampuannya cuma segitu ya pasti enak banget. Tapi, kalau kemampuan kita udh di level sekali makan 50.000, maka makan menu yang sama harga 13.000 udah beda kenikmatannya.
Jadi, apakah kebahagiaan tergantung nilai yg diukur secara materi? Itu bisa jadi benar, tapi tidak selalu.
Sekali lagi, harta, kedudukan, profesi, tingkat pendidikan, privilege, itu semua tidak menjadi jaminan mutlak kebahagiaan seseorang.
Ingat, hal-hal diatas adalah hal-hal yang relatif. Karena bergantung siapa dan apa pembandingnya. Dan membandingkan diri dengan yang relatif itu capek, asli! Buang-Buang tenaga.
Bisa jadi, kesulitan yang kita hadapi itu bagian dari cara indah Allah, kesempatan dari Allah untuk kita memperbagus amalan kita.
Orang beriman kalau diberi kesempitan dalam bentuk apapun, akan terasa lapang menjalaninya. Kenapa? Karena pemaknaannya.
Dia maknai betul-betul setiap ujian hidupnya adalah lumbung pahala. Pasti bisa menjadi kebaikan. Bisa menjadi jalan surga, karena ia senantiasa bersyukur.
Maka, kuncinya gimana supaya tenang menjalani ujian, agar bisa bahagia?
Ingatlah Allah dengan sabar dan sholat. Senantiasa berdzikir kepada Allah. Dan turunan diri berdzikir salah satunya dengan sholat.
Istimewanya kita sebagai umat nabi Muhammad SAW itu, asal sholat kita benar, sholat kita khusyuk, dikabulkanlah semua keinginan kita. Ingat, Allah tidak pernah tidur, Allah selalu ada untukmu.
Usahakan sholat dengan khusyuk. Susah memang iya. Kenapa susah? Mungkin karena dua hal, sholatmu masih membawa dunia, atau kedua sholat sekadar sholat, tapi tidak dimaknai esensinya, tidak paham apa yang dibaca, yang penting gugur kewajibannya. Astaghfirullah.
Belajar lagi yoookk!













