Mulai dari mana aku akan memulai? Ada banyak yang ingin aku ceritakan di hari-hari kemarin yang aku lewati. "Hem.." hembusan napas kali ini sangat panjang sambil mengetik di handphone pada laman yang diingatkan katanya sudah 4 tahun.
Rasanya akhir-akhir kemarin tidak baik-baik saja, mencoba untuk tersenyum setiap reka adegan yang ada. Wahai diri kuatkanlah bahumu, tegakkan kepalamu, tersenyumlah. Kenapa aku bilang kemarin? Karena aku selalu berusaha hari esok menjadi sosok pribadi yang lebih baik lagi.
Pada sujudku, aku selalu memohon yang terbaik dalam kehidupanku. Yups, suka atau tidak suka, aku harus belajar memahami dan menerima apapun yang terjadi adalah bentuk jalan yang terbaik dari-Nya, bentuk kasih sayang-Nya.
Sementara ini, entah, aku lebih baik bersembunyi untuk menentramkan hati untuk sementara waktu.
Rasanya tertinggal sangat jauh dari harapanku, bingung, tak punya pendirian, -ini yang aku rasakan. "Hai, sampai kapan engkau ada di hati ini wahai perasaan yang menggangguku?" Aku menerima kamu, tapi tidak lama. Aku ucapkan terima kasih sudah hadir :) bahwasannya kau hadir menjadi pemanis dalam kehidupanku tanpa lain adalah bentuk anugerah yang semesta berikan.
Aku manusia biasa, mudah rapuh, butuh penguat, maka aku selalu berharap pertolongan-Nya dalam setiap sujudku agar dikelilingi orang-orang baik :)
Ada beberapa hal yang harus aku jalani tanpa perasaan yang menggangguku. Aku harus bertemu dengan orang yang aku sayangi dengan senyuman indah yang ku miliki. Ada sebuah perjalanan yang harus aku pijak tanpa ada perasaan yang aku takuti. Wahai hati, bersabarlah setiap momen yang Allah berikan, kamu hanya diminta menunggu dengan cara sabar dan salat.
Allah maha melihat dan semesta tahu perjalananmu. Aku harus tangguh. Tulisan ini bukan untuk aku saja, tapi untuk kamu yang membaca tulisan ini. Allah mau naikin level kamu, serius, beneran deh.
"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji´uun”. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Al Baqarah 155-157)












