Gejala paling umum yang terlihat pada bayi yang menderita CMA adalah: Eksim; diare berulang; rinore berulang; muntah berulang; kolik persisten; bronkitis berulang; asma. Masalah bayi lain yang terdaftar sebagai kemungkinan terkait dengan susu sapi termasuk: Croup; kematian ranjang bayi mendadak; sindrom nyeri perut berulang; sindrom hiperaktif.
Penelitian telah menunjukkan bahwa ketika semua sumber susu formula yang bagus untuk bayi baru lahir dikeluarkan dari makanan bayi yang menderita CMA, gejalanya akan berkurang. Tes lebih lanjut juga menunjukkan bahwa dua puluh persen (20%) bayi yang menderita CMA juga alergi terhadap susu formula pengganti susu kedelai.
Gejala CMA pada orang dewasa meliputi:
Ruam dan eksim; diare dan muntah; masalah pernapasan; migrain; asma.
Mengapa Menggunakan Susu Kambing sebagai Alternatif?
Bukti menunjukkan bahwa sebanyak 99% dari semua penderita CMA mampu berkembang biak dengan susu kambing. Alergi makanan termasuk CMA diduga berhubungan langsung dengan kecepatan dan efisiensi proses pencernaan dan penyerapan protein yang tidak tercerna. Berikut beberapa alasan mengapa susu kambing benar-benar menjadi alternatif yang lebih sehat untuk dikonsumsi manusia:
• Gumpalan lemak dan protein dari susu kambing lebih kecil, lebih halus, dan lebih merata melalui susu, menghasilkan pemecahan yang lebih cepat dan lengkap oleh enzim pencernaan manusia. Ketegangan dadih susu kambing hanya sekitar sepertiga dari susu sapi.
• Selama proses pencernaan, kasein dari susu kambing membentuk koagulum yang tidak sekeras dan lebih rapuh daripada kasein susu sapi, sehingga memungkinkan enzim proteolitik pencernaan manusia lebih mudah menembus dan memecahnya.
• Kadar vitamin B yang lebih tinggi dan tindakan pencahar ringan dari susu kambing juga membantu proses pencernaan manusia, menghilangkan gejala stres yang bermanifestasi sebagai gangguan pencernaan neurotik, sembelit dan insomnia.
• Susu kambing memiliki kualitas buffering yang tinggi karena kandungan mineralnya yang unggul dan ini meningkatkan nilainya bagi penderita tukak lambung dan keluhan lambung lainnya.
• Kandungan vitamin dan mineral susu kambing lebih baik dibandingkan dengan susu sapi dan susu manusia, karena komposisinya lebih dekat dengan susu manusia daripada susu sapi. Bahkan itu juga secara signifikan lebih tinggi dalam pertumbuhan terkait vitamin riboflavin dan mineral tulang kalsium dan fosfor.
• Perbedaan signifikan lainnya adalah jumlah asam lemak rantai pendek yang lebih tinggi pada susu kambing, yang juga memiliki kadar asam orotik yang lebih rendah. Ini dapat menjadi signifikan dalam pencegahan sindrom hati berlemak. Namun, selaput di sekitar gumpalan lemak dalam susu kambing lebih rapuh, yang mungkin menjadi penyebab susu kambing lebih rentan untuk mengembangkan rasa yang tidak enak.
Akhirnya, telah ditunjukkan bahwa susu kambing tidak hanya bermanfaat bagi anak-anak dan penderita alergi, tetapi juga sangat berharga dalam memelihara segala jenis hewan, termasuk anjing, anak kucing, anak kuda, dan bahkan anak sapi. Faktanya, anak sapi dapat diberi makan susu kambing dalam jumlah yang jauh lebih banyak daripada susu sapi, tanpa menimbulkan gerusan.