Minggu pagi di tanggal 20 Mei 2012, seperti biasa aku bangun sekitar pukul 05.00, tapi hari ini ada yang berbeda! Ya! Hari ini tidak sekolah karena hari minggu, Huahahahaha -galucu-. Ya! Bukan itu! Yaitu tidak lain dan tidak bukan hari ini ada #seleksiAFS 2012 Tahap 2!
Pengumuman seleksi satu Chapter Bandung tuh di publish paling lamaaaaaa (saking lamanya 'a' nya ada 6) KETAUAN LAGI NGITUNG!! Hahahaha. *plak* *backtothetopic* Ya di umumkan tanggal 15 Mei 2012 sekitar pukul 9 malam lah, dan pengumpulan berkas-berkas yang lumayan ribet dan banyak itu harus dikumpulkan pada tanggal 18 Mei 2012. Jadi, aku pun dalam kurun waktu 3 hari itu kesana kemari mengurus surat-surat penting, seperti: ijazah; akte; transkrip; ket. kepsek; surat rekomendasi; dll. dibantu oleh banyak pihak, yaitu Ibuku, seorang temanku, dan satu yang lainnya saling membantu dalam hal ini, tidak lupa Allah yang selalu membantu jalan kami semua.
Ckiiiiiiiiith! Kira-kira itu (bukan) bunyi rem angkot yang aku naiki. Yap, aku sampai di SMAN 3 Bandung kurang lebih jam 7 kurang 15, para peserta diharap kumpul sebelum pukul 8.30, well ya jalan-jalan dulu aja sekalian cari pencerahan hidup dan aku ketemu bapak-bapak yang sedang mengantarkan anaknya untuk test RSBI SMAN 5, si bapak duduk di samping aku, terus nanya ke aku 'nganter juga?', Jreeeet, setua apakah mukakuni! aku cengengesan terus jawab deh lagi mau ikutan seleksi AFS dan ngobrol juga tentang AFS, bapaknya bertanya seputar AFS.
Tes dimulai pukul 09.00 semua siswa diminta menunggu dipanggil wawancara untuk duduk di lorong sekolah walau akhirnya 1 kelas dibuka buat nunggu. Jadi, dari Alfa Centauri SHS yang ikut seleksi 2 aku sama Pandu, ya jadi gak ada yang kenal lagi lah. Nah, aku kenalan nih nih sama beberapa anak weehehehe. \\dasarganjen\\ Aku kenalan sama Michael dari BPK2, terus itu ada berdua lupa namanya dari SMAN2 pokoknya, sama satu cewek dari SMAN1. Pandu? Masih asik dengan makanannya. Aku ga kepingin makan, dekdekan bukan main, itu yang namanya pengen pipis, hadeuuuuuuh.. Dan si kakak panitia teriak 'siapa yang mau ke kamar mandi?' nah langsung aja tuh aku ngacung, dan ke wc harus barengan semuanya dan kembali ketempat asal harus barengan juga. Ah~ lumayan lega, tapi masih dekdekan dan pengen pipis lagi, sekarang tambah-tambah-tambah pengen pipisnya, dan pada akhirnya pukul 10.00 si kakak itu teriak lagi 'siapa yang mau ke kamar mandi?' aku ngacung lagi wuahahaha gatau deh apa yang dipikiran si kakaknya, nah pas lagi baris mau ke wc, dateng kakak panitia pemanggil peserta dan teriak 'kosong-kosong-lima-enam', What?! itu kan nomer peserta aku, well yah aku sudah di panggil untuk interview bahasa inggris, dan akhirnya aku bawa tas mengikuti kakak tinggi berjilbab hijau tersebut sambil nahan pipis, tapi perasaan jadi gak pengen pipis loh, masuk lagi mereun ya pipisnya (?).
Aku ditujukan pada Chamber 9, interview dengan seorang kakak yang bawaannya enak, walaupun gak pernah senyum, tapi enak cara penyampaiannya. Ada sesuatu yang menggelikan pada interview ini..
I = 'So, Mohammad Thareq Defa, what should I call you?'
T = 'Umm, Thareq' *logatsokbulesitareh*
I = 'Ow okay. absdkaskdjashdkas?'
T = Haaaah?! (disini aku sangat merasa dodol, sama sekali ga jelas kedengeran ngomong apaan, kedengerannya tuh 'are you bean?' masa iyah aku jawab No, I am not. I'm a human, actually. Kan menggelitik nantinya -_-)
I = 'asjdasjdajisdjoasd?'
T = *mukakebingungan* *pocel-pocelkancing* Umm. No. (disini aku sama kaya sebelumnya, gak kedengeran ya alloh, yaudah aku berasa nangkepnya gini 'apakah blabla adalah nama keluarga kamu?' (translated) semoga nyambung ya allohh, cuma berharap begitsu'.
Dan pertanyaan wawancara lainnya alhamdulillah kedengeran hahaha, pertanyaannya tuh seperti, do you usually use english in daily activities? from 1 to 10 which is your english score? are you confident enough? which country did you choose for this selection? dkk.
Dan selesai juga wawancara bahasa inggris dengan ekspektasi yang baik. Nah sudah interview ini aku disuruh nunggu lagi untuk tes wawancara kepribadian. Nah aku baca di blog-blog pengalaman orang lain tentang seleksi 2 AFS ini, kalo tes personality tuh lebih enak, kakak-kakaknya lebih bersahabat, jadi kaya share cerita aja gitu. Nah cerita-cerita tersebut cukup membuat ku (sedikit) tenang untuk sesaat.
Tiktuktiktuk~ sekitar pukul 11.00 Namaku dipanggil lagi untuk personality test! Nah aku dapet Chamber 4, berisi 3 interviewer terdiri atas 2 wanita dan 1 pria. Mereka mengenalkan diri yang satu returnee YES, yang atu AFS, yang atu lagi JENESYS, wetdah lengkap. TAUGAK?! Cerita yang kata blog-blog itu ga selamanya terjadi, kebalikannya aku pengen garuk-garuk tembok selama wawancara, karena apa? aku tegang, nyerocos terus muter-muter, dan ekspresi wajah mereka datar naujubileh, yang atu datar, yang atu mengerenyitkan alis, yang atu lagi bengong. Aku mikir takutnya mereka ga ngerti aku ngomong apa dan berasa omongan aku muter-muter gak jelas. Ya, setiap omongan harus bisa dipertanggungjawabkan, seperti saat aku ditanya, 'bakalan kangen ortu gak nih kalo kesana?' aku jawab 'kalau kangen sih pasti ya, cuma mengorbankan kekangenan untuk mendapat sesuatu yang berarti untuk kesuksesanku masa depan, buat apa tidak.' dia nimpalin lagi 'kesuksesan? emangnya ikut tes ini bisa sukses nantinya? sambil asa rada judes datar dung dungtak cesss aku jawab lagi 'tentu! mungkin memang bukan penentu, tapi saya lihat dari sisi sebuah pengalaman, pengalaman membuat kita menjadi lebih baik lagi, dan saya rasa meraih kesuksesan tanpa pengalaman itu hampa.' kata-kata terakhir itu yang hampa gue pengen ketawa aseli.
Terus I m attacked by pertanyaan-pertanyaan yang membuat aku pingin garuk-garuk kelingking kebo. Kebanyakan yang pertanyaan yang pedes des dessss datangnya dari satu kakak wanita itu, seperti 'Buat apa kamu jauh-jauh pergi ke America hanya untuk tau cara mereka bersosialisasi? Kenapa gak chatting aja? Itu kan lebih gampang?' So gue jawab mirip-mirip muter-mmuter ke masalah pengalaman lagi buahahha pengalaman dan hampa itu, terus ada pertanyaan-pertanyaan
I3 = 'Punya pacar gak nih?'
T = *denganbijak* 'Rasul tidak mencontohkannya, lagipula dalam islam tidak ada.'
I1 = 'Tapi kan ada tuh pacaran islami yang kaya gitu?'
T = 'Tetap saja, rasul pun mengatakan lebih baik meninggalkan kemudaratan.'
I1 = 'Tapi gimana nanti kalo kamu nanti ke US, tiba-tiba cewe dateng ngerangkul, pesta-pesta?'
T = 'Saya beri pengertian kepada mereka, bahwa seorang muslim tidak boleh bersentuhan dengan yang bukan muhrimnya.'
I1 = 'Kalo kamu di cap freak gimana?'
T = *udahmulaigetek* 'Ya saya akan tetap beri penjelasan kepada mereka, dengan apapun caranya dan bagaimanapun saya menjelaskan agar tidak dianggap freak dengan alasan yang rasional.'
I1 = 'Terus gimana nih nama kamu kan Mohammad Thareq Defa, itu identik banget sama terrorist. Kamu gimana nanti disana?'
T = 'Ya, saya akan memperlihatkan bahwa tidak semua muslim itu terrorist! saya ingin memperlihatkan beginilah muslim sesungguhnya! saya ingin membuktikan kepada mereka dengan perilaku baik.' *cailah*
Ket: I1= Interviewer satu; I3= Interviewer; T= Thareq
Dan banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang ih wow, untuk I2 a.k.a interviewer 2 yang kakak pria nih gak pernah senyum dan mukanya serius banget, cenderung memberikan pertanyaan yang bijak dan penyampaian yang enak. Daripada senyum dan tertawaan menjatuhkan mental hhh.. seperti saat ditanya 'mengapa kami harus menerima kamu?' aku jawab, 'ya karena saya pantas, saya memiliki hak, dan saya bisa berusaha lebih' *klasik* mereka jawab, 'loh kalo alasannya kaya gitu sih semua orang juga bisa, mereka punya hak juga, mereka pantes juga, dan kamu bayangin orang lampung yang ke bandung untuk daftar, bukankah dia lebih berusaha dari kamu?' Jreeeeeeet ._. 'berikan kami alasan yang bisa membuat kamu itu beda.' (sambil tertawa dengan senyuman menjatuhkan) aku ngalor ngidur jawab ya muter-muter sebelumnya. Mungkin mereka udah capek juga kali ngatain semua orang juga bisa, jadi ya disudahkan sampai disitu. Dan personality test SELESAI.
Keluar ruangan, pengen nangis, hopeless, udah kemana-mana pikiriannya, pengen membenamkan diri didalem kasur, udah pengen pulang, bete! b e t e ! BETE!
Aku pun pulang kerumah dengan muka kusut, aku bilang ke ayah dan ibu, 'kalau gak keterima ga papa ya?' sambil bibir maju-maju gak jelas. Ayah dan Ibu suka kasih wejangan, pengertian-pengertian yang bijak which are make me smile :) haha. Yap day by day I wait for the result and hope that God gives me the best decision.
Dan pada akhirnya, suatu malam, tepatnya dini hari, pengumuman keluar, aku belum melihatnya karena dikira belum dipublish, dan kakakku mengetuk pintu kamar terus dibuka *ngeeeeeok* dan dia berkata 'WUAAAAA!! kaget ga?'. Sebenernya bohong. Yang bener nih, dia berkata, 'udah de LOLOS de, udah keluar tuh.' Aku, jreeeeeeeet speechless, langsung aja aku ngambil hape kakak soalnya ada pulsanya, hape aku ga ada pulsanya, terus?. Dan blog bina antar budaya ada nomer peserta aku di daftar yang lolos seleksi 2. Langsung aku sujud syukur saat itu juga, makasih ya Allah! ternyata para interviewernya :3. Maafin ya kakak-kakak interviewer aku udah ngomongin jelek dibelakang hehe maaf dan thanks ya! Semua terjadi atas kehendak Allah SWT. Semoga diberi kelancaran untuk Tahap 3 dan selanjutnya. Aamiin..