TAHAYUL
Di telaga arwah, seraya berdoa
insan-insan yang tertinggal,
“kembalilah kasih, tolong”.
Lembut kepak sayapnya,
hangat hembus nafasnya,
menerka yang meminta
meraba wajah yang melayang.
Kita tak mungkin bersama
baik di dunia maupun di alam fana.
Sudah seka air matamu dulu.
Semakin kau menangis,
semakin ku meringis.
— Purwakarta, A.












