Ramadan: Day 5
Jika kita yakin bahwa segala sesuatu itu milik Allah dan datang dari Allah, lalu apa yang membuat kita cemas?
Apa sih yang kita kejar di dunia ini?. Rejeki?.
Duluu, sewaktu jaman jahiliyah bayi-bayi perempuan yang lahir dibunuh. Kelahiran anak perempuan dianggap sebagai kehinaan. Perempuan diangap sebagai konsumen yang hanya bisa menyusahkan dan membebani.
Jahiliyah bukan tentang kebodohan karena kurangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, jahiliyah adalah kesalahan dalam pola pikir tentang kehidupan. Pada masa itu, suku Quraisy merupakan salah satu kabilah di Arab yang paling terhormat, prestise, dan disegani diantara seluruh bangsa Arab. Mereka dikenal sebagai pedagang hebat serta juaranya negosiasi dan diplomasi. Disaat bersamaan, Arab tempatnya penyembahan berhala, Tuhan yang dibuat oleh penyembahnya. Arab tempatnya prostitusi, dimana perempuan hanya diciptakan sebagai pemuas nafsu tanpa perlakuan kemanusiaan. Itulah jahiliyah sebenarnya, kesalahan pola pikir karena ketakutan-ketakutan tentang harta dan kepuasan yang tak terpenuhi.
Jaman sekarang jahiliyah masih hadir dalam konteks yang sama. Sama-sama takut akan rezeki.
Berpola pikir tauhid akan menumbuhkan keyakinan kokoh dan utuh bahwa rezeki mutlak pemberianNya. Dengan cara halal atau pun haram, rezeki yang telah ditetapkan tidak akan bertambah ataupun berkurang.
Satu nikmat berharga yang Allah berikan kepada orang-orang beriman adalah ketenangan, tidak risau dengan rezeki, kompetitor, atau menodai ikhtiar dengan curang dan licik. Keyakinan ini insya Allah akan menumbuhkan keberanian untuk bertindak benar apapun risikonya. Ada Allah yang setia menolong.
Jika kita sudah yakin bahwa segala sesuatu itu milik Allah dan datang dari Allah,
lalu apa lagi yang bisa membuat kita cemas?












