
seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States
seen from China
seen from United States
seen from China

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Georgia
seen from Italy
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from Australia

seen from United States
seen from United Kingdom
seen from China

seen from Belgium
seen from France
seen from Japan

seen from Singapore
Day 5 آمين يارب العالمين #CoutureIslamicArtQuotes #RamadanDay5 #Ramadan2020 #Duas #InstaIslam #islamic #Islam https://www.instagram.com/p/B_gX9J-FRHC/?igshid=4ch5sqyo0h42
Ramadan: Day 5
Jika kita yakin bahwa segala sesuatu itu milik Allah dan datang dari Allah, lalu apa yang membuat kita cemas?
Apa sih yang kita kejar di dunia ini?. Rejeki?.
Duluu, sewaktu jaman jahiliyah bayi-bayi perempuan yang lahir dibunuh. Kelahiran anak perempuan dianggap sebagai kehinaan. Perempuan diangap sebagai konsumen yang hanya bisa menyusahkan dan membebani.
Jahiliyah bukan tentang kebodohan karena kurangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, jahiliyah adalah kesalahan dalam pola pikir tentang kehidupan. Pada masa itu, suku Quraisy merupakan salah satu kabilah di Arab yang paling terhormat, prestise, dan disegani diantara seluruh bangsa Arab. Mereka dikenal sebagai pedagang hebat serta juaranya negosiasi dan diplomasi. Disaat bersamaan, Arab tempatnya penyembahan berhala, Tuhan yang dibuat oleh penyembahnya. Arab tempatnya prostitusi, dimana perempuan hanya diciptakan sebagai pemuas nafsu tanpa perlakuan kemanusiaan. Itulah jahiliyah sebenarnya, kesalahan pola pikir karena ketakutan-ketakutan tentang harta dan kepuasan yang tak terpenuhi.
Jaman sekarang jahiliyah masih hadir dalam konteks yang sama. Sama-sama takut akan rezeki.
Berpola pikir tauhid akan menumbuhkan keyakinan kokoh dan utuh bahwa rezeki mutlak pemberianNya. Dengan cara halal atau pun haram, rezeki yang telah ditetapkan tidak akan bertambah ataupun berkurang.
Satu nikmat berharga yang Allah berikan kepada orang-orang beriman adalah ketenangan, tidak risau dengan rezeki, kompetitor, atau menodai ikhtiar dengan curang dan licik. Keyakinan ini insya Allah akan menumbuhkan keberanian untuk bertindak benar apapun risikonya. Ada Allah yang setia menolong.
Jika kita sudah yakin bahwa segala sesuatu itu milik Allah dan datang dari Allah,
lalu apa lagi yang bisa membuat kita cemas?
DAY 5 SHARE|LIKE|TAG so many can benefit from these reminders. ■"O! the Ever-living, O! the Sustainer of the creatures; I ask Your help through Your mercy that You set right all my matters and do not hand over in possession of my Nafs" ■Virtue: Whoever recites this duaa once, he has asked for all kinds of good in this world and the Akhiraat. ■Note: The Blessed Prophet ﷺ recommended his daughter, Hadhrat Fatimah (RA) to recite this duaa regularly. (Baihaqi, reported by Anas RA) #ramadankareem #رمضان #suhoor #sehri #islamicquotes #islamicsayings #دعا #الدعاء #استغفار #استغفرالله #استغفرالله_واتوب_اليه #ramadanday5 #islamicreminder #islamicreminders #ramadanreminder #ramadanreminders #ramadan2017
#neematdiary #ramadan #ramadan2023 #ramadanday5 https://www.instagram.com/p/CqRuUe8I_-4/?igshid=NGJjMDIxMWI=
Dahulu, Aisyah radhiyallahu 'anha membaca mushaf Al-Quran pada pagi hari di bulan Ramadhan. Kemudian, saat matahari telah terbit, beliaupun tidur.
📖 Lathaif al-Ma'arif, (171/1)
Ramadan Day 5: PSBB Hari Pertama
Selasa, 28 April 2020
Pembatasan Sosial Berskala Besar - Surabaya
Hmm, lumayan nggak ada yang berbeda dari hari biasanya. Jam 9 pagi, jalanan juga tetap macet seperti biasanya. Tapi mungkin jumlah kendaraan dalam kota lebih sedikit. Truk tronton juga lumayan berkurang. Tapi di titik check point di perbatasan-perbatasan kota misalnya saja di depan mall City of Tommorow (Cito) antrian membeludak, karena jalan di tutup. Yang boleh masuk hanya plat L dan W, itupun yang berkepentingan untuk kerja dan ada surat tugasnya. Sisanya, ya harus putar balik.
Tempat-tempat makan juga sebagian sudah tak menyediakan kursi, makanan dibungkus saja. Tapi masih ada juga warkop warkop yang dibuat tongkrongan orang-orang yang nekat.
Tak ada juga ojek online yang kelihatan mengantar orang keluar, ya karena aplikasinya tak bisa. Cuma ada sedikit ojol yang kelihatan mengantar makanan.
Untungnya orang-orang sudah banyak yang sadar diri memakai masker. Yang ada di pinggir-pinggir jalan pun banyak yang patuh dengan masker berbagai motifnya. Tapi tetap, yang tanpa masker dan terlihat baik-baik saja, juga banyak. Uhh sebalnya!
Yang bikin sedih, masjid-masjid sudah tutup semua. Tak ada lagi kegiatan ibadah di masjid. Jadi dengar adzan aja langsung merindingnya minta ampun, terharu. Sholat wajib dan tarawih semuanya sudah di rumah aja.
Tak ada bagi-bagi takjil, tak ada ngabuburit. Tapi beberapa kali ada orang baik yang menghampiri orang-orang kurang mampu di jalan, membagi sedikit rezekinya, tak banyak.
Jam malam pun dibatasi. Di atas jam 9, sudah tidak boleh lagi masuk dan keluar daerah Surabaya. Di rumah pun, keluar cari makan setelah tarawih jam 8 malam, sudah sepi, seperti jam 12 malam.
Semoga usaha PSBB ini ada manfaat besar bagi bangsa kita untuk memutus penyebaran virus yang nggak punya hati ini. Semoga, berlalu, secepatnya. Tuhan, tolong ridhoi :)
RAMADAN REMINDER- DAY 5 ・・・ “Ya Allah increase my Iman , surround me with people of knowledge, grant me wisdom and tawfeeq Ameen!” #Ramadanday5 #thesunnahway https://www.instagram.com/p/B_gzphplUeL/?igshid=15hmvgi5i0btz