#LiveReport #TalkShow JEJAK KHILAFAH DI NUSANTARA II “Jejak Khilafah di Nusantara Tidak Ahistoris” Ustaz M. Ismail Yusanto | Cendekiawan Muslim Dalam buku-buku banyak yang menuliskan sejarah Khilafah, persoalan itu sekarang dihapus itu adalah konteks politik. Mengapa sekarang dipermasalahkan? Karena ada yang mendakwahkan dan memberikan respons. Begitulah dakwah, akan bertarung antara ide Islam dengan yang bertentangan dengan Islam. Maka, ibarat besi panas akan mudah dibentuk, perlu makin didakwahkan dan film sejarah ini akan mengungkap bukti-bukti yang tidak pernah keluar. Banyak yang menyerang pendakwah ini ahistoris. Nah, kita ingin menunjukkan siapa sebenarnya yang ahistoris. Pada saat Khilafah runtuh pada 1924, reaksi tokoh-tokoh umat Islam di negeri ini luar biasa. Ini sesuatu yang mengagetkan dan harus segera ditegakkan lagi. Ini terdokumentasi pula dalam sebuah koran pada 1924, saat mereka membentuk Komite Khilafah. Jadi salah besar kalau mengatakan tidak ada sejarahnya. Kalau kita melakukan hal ini, karena sebenarnya meneruskan spirit mereka. Apalagi yang dikatakan dalam dokumen itu adalah mengutip QS An-Nur: 55 sama dengan apa yang kita perjuangkan. Patokannya sama Al-Qur’an dan hadis. Uswahnya sama. Maka kalau mengatakan berbeda, itu bagaimana? Rasulullah telah bersabda, “Kalau engkau berpegang teguh kepada keduanya, engkau tidak akan tersesat selama-lamanya.” Selain itu, ada yang mengatakan sejarah kita itu bersih dari Khilafah itu. Hanya saja, kita ingin menggambarkan, bahwa sejarah kita tidak bersih dari itu. Contohnya Syarikat Islam (SI) yang berdiri di 18 wilayah, ada inspirasi dari Khilafah Utsmaniyah. === *Diselenggarakan secara online, Rabu (20/10/2021) #JejakKhilafahdiNusantara #TalkJKDNShow #AyoNontonJKDN2 https://www.instagram.com/p/CVPI0kjhHI5/?utm_medium=tumblr










