Harga diri laki-laki terletak pada ketaatanya kepada Allah SWT, dan harga diri perempuan terletak dari bagaimana suaminya nantinya. terdengar simpel, namun terasa, oh ternyata ini yaa maksudnya ....
alhamdulillah, caption di atas adalah sebuah bukti bahwa, salah langkah salah tujuan, dan salah tujuan, tidak bisa kembali ke waktu yang telah berlalu, itulah mengapa 1 langkah dengan ilmu lebih utama daripada 1000 langkah dengan hawa nafsu.
Contoh :
Seseorang sadar bahwasanya RIba itu tidak diperbolehkan dalam agama islam, walaupun ada sebagian ulama yang memakruhkan jikalau dalam keadaan terpaksa khususnya meminjam uang di bank dan lainya dalam keadaan terpaksa, namun pasti aja ada ujian yang akan datang nantinya . padahal dari hasil uang Riba tersebut bisa membuat hati menjadi keras dan sulit untuk menerima nasehat, itulah mengapa seseorang jika tidak di sadarkan dengan kata-kata maka ia akan tersadarkan dengan peristiwa.
alhamdulilah sungguh maha baik Allah yang memberikan diri ini penjagaan dan tidak ingin berhutang sedikitpun apalagi mengambil Riba, naudzubillah min dzalik.
lantas, bagaimana dengan mereka yang mengambil Riba, pertama kita hanya perlu mengambil pelajaranya namun jangan pernah bagi kita mencela pelaku Riba tersebut, karena jika kita mencelanya maka kita tidak akan meninggal sampai kita diuji dengan yang semisalnya.
tapi kalau piutang ada yaa wkwkwk
semoga yang berhutang Allah lunaskan hutangnya, dan jika memiliki piutang karena meminjamkan kepada orang lain bisa segera allah kembalikan yaa
2. Penyesalan terbesar adalah "Jangan pernah Kredit barang apapun itu, walaupun dalam bentuk syariah" karena kita tidak tahu bagaimana ekonomi kedepanya, lebih baik uangnya diputar untuk bisnis saja walaupun gagal kan wkwk
karena kegagalan akan memberikan pelajaran, sementara takut untuk mencoba sudah dipastikan, pasti gagal wkwk
3. berbuat baiklah kepada orang lain walaupun orang lain tersebut berbuat buruk kepada diri kita, karena perbuatan baik bisa memberikan kita pelajaran agar bisa berbuat baik terus tanpa mengenal siapapun itu, walaupun kepada non muslim, dan perbuatan buruk memberikan pengalaman, kepada siapa yang layak kita berikan perbuatan baik kedepanya.
sebagaimana perbuatan baik pasti ada hasilnya dan perbuatan buruk pasti ada dampaknya



















