Heran Awalnya
Ga ada satupun riwayat dalam quran/sunnah bahwa ketika Allah mencintai hambaNya ia akan dilimpahi dunia. Tapi banyak orang mengejarnya seolah disanalah letak kemuliaannya.
Sementara itu begitu banyak riwayat dalam quran/sunnah mengabarkan bahwa letak kemuliaan itu ada pada takwa. Tapi tak banyak orang berlomba menempuhnya.
Lalu taulah kabarnya bahwa surga itu mahal, dan yang memasukinya amat sedikit, sekalipun Allah murahkan jalan menujunya seperti urusan semudah dzikrullah yang lebih bernilai dari sedekah emas/perak segunung uhud, atau bacaan sehuruf Al-quran bernilai 10 kebaikan namun tak banyak yang mengupayakannya.
Ternyata selama ini bukan karena kehedak dan kemampuan kita bisa bertaqwa. Tapi karena kehendak Allah yang mencintai dan menginginkan surga bagi hambanya maka dijadikannya ia bertaqwa.
Perkara shalat, sedekah, membaca quran itu amat berat bagi sebagian orang yang tidak Allah kehendaki kebaikan padanya sekalipun ia sehat, cerdas dan kaya.
Tapi ringan bagi sebagian lagi sekalipun ia sakit, hartanya sedikit dan buta.
Sebagaimana firman Allah yang mengetahui kecenderungan hati orang munafik sehingga dijadikan terasa berat untuk berjihad :
"Dan sekiranya mereka benar-benar ingin berangkat (berperang), tentulah mereka menyiapkan persiapan untuk itu. Tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Allah melemahkan keinginan mereka..."(At Taubah: 46)
Contoh lainnya dalam surat Al-Waqiah 77-79 Allah berkata "Alquran itu adalah kitab yang mulia dan terpelihara di Lauh Mahfudz dan tak ada yang menyentuhnya selain hamba-hamba yang disucikan"
Tidak sembarang orang mampu menyentuhnya, dan senantiasa berinteraksi dengannya.Hanya orang - orang pilihan.
Tapi Allah Maha adil sekalipun
"Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki."(An - Nahl: 93)
Itu dengan keadilanNya, karena Allah lebih tau kecendeeungan hamba - hambanya, mana yang sepantasnya menjadi sesat dan menjadi selamat.
Romantis sekali...
Ternyata Allah lebih dulu mencintai hambanya ketimbang hamba yang mencintaiNya. Ternyata Allah lebih tau tentang hamba - hambanya yang layak mendapat cintaNya. Maka beruntunglah yang terpilih, beruntunglah yang dimudahkan untuk melakukan kebaikan.













