Tari Piring Bergelut Kaca
“‘Plate Dance’ (Tari Piring) performance from Sumatra (Indonesia) that may include dancing on broken plates and ‘face washing’ with plate shards.” - via Wikimedia Commons
seen from United States
seen from China
seen from United States
seen from Türkiye
seen from Australia
seen from China
seen from United States

seen from Kazakhstan
seen from United States
seen from Kazakhstan
seen from United States
seen from United States

seen from Singapore
seen from Kenya
seen from Bangladesh

seen from United States

seen from Australia
seen from Kosovo
seen from China
seen from Venezuela
Tari Piring Bergelut Kaca
“‘Plate Dance’ (Tari Piring) performance from Sumatra (Indonesia) that may include dancing on broken plates and ‘face washing’ with plate shards.” - via Wikimedia Commons
(via Tarian Piriang Piring Dance Minangkabau di Pernikahan Pengantin Adat Padang Wedding Jogja Ririn+Firman) 😍 Tarian Piriang Piring Dance Minangkabau di Pernikahan Pengantin Adat Padang Wedding Jogja Ririn+Firman
https://poetrafoto.wordpress.com/tarian-piriang-piring-dance-minangkabau-di-pernikahan-pengantin-adat-padang-wedding-jogja-ririnfirman/
#TarianPiriang #TariPiriang #TarianPiring #TariPiring #PiriangDance #PiringDance #TarianMinangkabau #TariMinangkabau #MinangkabauDance #PernikahanMinang #PernikahanMinangkabau #PernikahanAdatMinang #PernikahanAdatMinangkabau #PernikahanAdatPadang #PernikahanPadang #PengantinMinang #PengantinMinangkabau #PengantinAdatMinang #PengantinAdatMinangkabau #PengantinAdatPadang #PengantinPadang #WeddingMinang #WeddingMinangkabau #WeddingAdatMinang #WeddingAdatMinangkabau #WeddingAdatPadang #WeddingPadang #PadangWedding #MinangWedding #MinangkabauWedding
(via Tari Piriang Piring Dance Minangkabau Sumatera Barat di Pernikahan Pengantin Adat Padang Wedding Jogja Ririn+Firman) 😍 Tari Piriang Piring Dance Minangkabau Sumatera Barat di Pernikahan Pengantin Adat Padang Wedding Jogja Ririn+Firman
https://poetrafoto.wordpress.com/tari-piriang-piring-dance-minangkabau-sumatera-barat-di-pernikahan-pengantin-adat-padang-wedding-jogja-ririnfirman/
#TariPiriang #TariPiring #PiriangDance #PiringDance #TariMinangkabau #TariSumateraBarat #PernikahanMinangkabau #PernikahanSumatera #PernikahanPadang #PernikahanSumateraBarat #PernikahanMinang #PernikahanJogja #PernikahanAdatMinangkabau #PernikahanAdatSumatera #PernikahanAdatPadang #PernikahanAdatSumateraBarat #PernikahanAdatMinang #PengantinAdatMinangkabau #PengantinAdatSumatera #PengantinAdatSumateraBarat #PengantinAdatPadang #PengantinJogja #PengantinMinangkabau #PengantinAdatMinang #PengantinMinang #PengantinSumatera #PengantinSumateraBarat #PengantinPadang #WeddingMinangkabau #WeddingMinang #WeddingSumatera #WeddingSumateraBarat
Daftar 10 Tari Tradisional Indonesia Paling Terkenal
Daftar 10 Tari Tradisional Indonesia Paling Terkenal
TARIAN atau pergerakan badan salah satu seni pertunjukkan yang disamakan dengan iringan lantunan alat musik. Umumnya tarian berperan untuk menyongsong tamu, peringatan hari atau momen khusus atau bentuk ritual keagamaan. Di Indonesia jadi salah satunya adat dalam bersosialisasi serta membudayakan kesenian tradisionil. Berikut 10 tarian tradisional Indonesia paling populer versus survey KORAN…
View On WordPress
New Post has been published on Wonderful Minangkabau
New Post has been published on http://www.wonderfulminangkabau.com/filosofi-sejarah-tari-piriang/
Mengenal Makna, filosofi dan Sejarah Tari Piriang
“elok elok lah manjek kamuniang,
jan sampai rantiang nyo patah
elok elok lah manari piriang,
jan sampai piriangnyo pacah”
Begitu bunyi salah satu syair tukang dendang mengiringi tarian khas sumatera barat tersebut. Dengan kostum berwarna dominan merah, ritme musik yang teratur, makin lama makin cepat, makin cepat hingga puncaknya biasa pada atraksi injak-injak pecahan piring. Cukup membuat ngilu dengan penampilan Tari Piriang yang demikian, tapi disitulah letak keseruannya.
Tari piriang dahulunya merupakan ritual persembahan untuk dewa-dewa. Merupakan lambang ucapan terimakasih atas hasil panen, sehingga biasanya tarian ini hanya ada pada saat musim panen tiba. Penari membawa piring berisi sesajian dan melangkah dengan langkah yang dinamis.
Ketika islam masuk minangkabau, semua hal yang berhubungan dengan budaya animisme dan dinamisme dihapuskan. Namun kesenian tari piriang tetap dipertahankan dan beralih fungsi sebagai hiburan dan kesenian rakyat. Gerakannya pun disesuaikan dengan kaidah dan filosofi seni tari tersebut.
Gerakan tarian ini mengadaptasi dari proses panen. Bagi anda pengamat budaya dan kesenian minang, anda akan menemukan gerakan manyabik, maangin, mairiak, dll dalam tarian tersebut. Manyabik, maangin dan mairiak merupakan prosesi dalam panen padi.
Manyabik , berasal dari kata sabit (arit) artinya memotong batang padi. Kemudian buah padi dirontokan dari batangnya, diistilahkan dengan Mairiak, gerakan menginjak-injak ini kemudian dapat kita lihat sebagai gerakan injak-injak piriang dalam tari. Kemudian padi diangin , yaitu memisahkan padi yang kosong (hampo) dengan padi yang berisi. Serta masih banyak lagi filosofi dari gerakan tari dengan piring ini. seperti gerakan pasambahan, menyemai, menyiang dll
Musik penggiring tari biasanya meggunakan talempong dan serunai, untuk menjaga tempo biasanya digunakan Gandang, dan cincin yang dipasangkan pada jari penari. Jentikan jari penari ke piring akan menimbulkan bunyian khas yang mengikuti tempo tarian.
Tari ini diperkirakan berasal dari daerah solok. Kota ini memang sudah sejak lama terkenal sebagai penghasil beras, anda tentu tahu kenal beras solok bukan? Kedekatan sosial dan ekonomi masyarakat solok sebagai petani, menginspirasi terciptanya tari piring, sebagai refleksi proses panen padi.
Bagaimana? Sesekali bolehlah anda memasukan solok, sebagai destinasi wisata tujuan anda, untuk menonton langsung tari piring dari tempat ia berasal. Yuk Piknik. 😀
FEATURE: Tari Piring
Locally known as Tari Piriang, the attractive plate dance Tari Piring originates from the city of Solok, about 60 km east of Padang, the capital of West Sumatra.
The dance showcases an exceptional feature of placing porcelain or ceramic plates on both open palms of dancers as they perform fast and vibrant choreoraphies that involve swaying of plates in every direction and even turning them upside down with their palms turned down. Amazingly, watever energetic moves the dancers make, the plates continue to stick as if glued to their palms.
As a dramatic climax, at the end of the dance the dancers smash the plates onto the floor, deliberately breaking them into sharp pieces. The dancers will then continue dancing on the pointed shards, remaining completely uninjured. This actions of artists leaping onto piles of pointed shards is considered the magic of Tari Piring.
Written by Linda.
Akhirnya kemarin tgl 1 Feb 2014, rekor MURI untuk kategori pemain string dan penari terbanyak pun berhasil dipecahkan. ^_^
tentang piring
Judulnya sok asik banget sih, niru-niru judul novel atau judul film romance, tapi dengan kata kedua yang berbeda. Yasudahlah abaikan. Jadi sekarang saya mau sedikit berbagi*halah pengalaman saya tepat 1 tahun yang lalu. Saat saya masih unyu-unyu baru masuk jurusan hihihi. Mungkin ada beberapa kosa kata yang terdengar ganjil, saya akui, membahasaIndonesiaRayakan istilah UKM sering kali terdengar aneh. Tapi kalau harus nyari istilah lain, nggg kelamaan dan ditakutkan makna sebenarnya jadi melenceng. Jadi yaah mohon dimaklumi saja hohoho.
Jadi awalnya saya sama sekali tidak berpikiran untuk mempelajari tari yang satu ini karena menurut saya, dasar gerakan saya tidak cocok dan pasti akan sangat susah mengubah dasar tersebut. Waktu itu saya juga terlambat sekitar 2 minggu, karena saya harus pulang dulu ke Bukittinggi. Disaat yang lain sudah belajar banyak, saya baru mulai belajar 'memegang' piring. Horor, karena saya sangat takut kalau-kalau piringnya jatuh, kan sayang kalo pecah. Tapi saya ngikut aja karena selalu diajak teman-teman yang lain, walaupun awalnya canggung karena paling jauh tertinggal, lambat laun saya mulai percaya diri karena sering diajak Dinar*yang waktu itu progresnya cukup ngebut latihan mandiri. Selain Dinar, jaman kepanitiaan OHU dulu saya juga mulai sering main sama makhluk hedon UKM 2011*dari sanalah kehedonan akut saya ini tumbuh dan berkembang*halah, bolak-balik ke Suci untuk ngurus kaos danusan, dan kegiatan-kegiatan lainnya. Dan nggak kerasa progres saya sukses ngejar Dinar menjelang akhir kaderisasi piring untuk OHU 2012. Dari niat ngabisin liburan ke Bandung cuma untuk macem-macem kepanitiaan UKM dan persiapan interaksi himpunan, nggak nyangka aja sukses belajar piring. Dan yang mengejutkannya lagi, bisa jadi personil OHU dan acara awal. Sukses move on dari rantak! Hahaha.
Intinya? Saya bisa ngejerin tari piring ini untuk OHU karena teman-teman dan uni-uni yang sabar banget ngadepin susahnya ngubah dasar-dasar saya. Walau progres saya ketinggalan, saya tetep diajak latihan, formal ataupun mandiri, sama temen-temen yang progresnya jauh di depan saya.
Hiks, jadi terharu :')