Harus
Entahlah, apakah takdir tidak membawa kehidupanku ke garis itu, apakah rezeki ku berada di tempat lain, ataukah mungkin ini merupakan teguran Allah karena dosa ku yang semakin lama semakin menggunung sedangkan aku tak kunjung juga berusaha keras untuk menenggelamkannya. Astaghfirullah. Sesak? Benar, ya Allah. Kuat? Tentu saja sebuah keharusan.
Tidaklah sulit bagi Nya untuk menjungkirbalikkan keadaan yang buruk menjadi baik, atau memutar nasib dari baik menjadi buruk hanya dalam hitungan sepersekian detik.
Baiklah, mari belajar dari semua kesalahan. Semakin banyak salah, harus semakin banyak belajar bukan? Dan semakin banyak belajar berarti tidak boleh kembali jatuh pada lubang yang sama. Setiap ujian kepahitan kan jadi batu loncatan untuk mendekatkan diri pada Nya, batu loncatan tuk jadi pribadi yang lebih baik. Ikhtiar. Tawakal. Ikhlas. Allah knows what de best. Dan lagi sebaliknya, oh diri, kau harus sadar pula bahwa kelapangan bisa saja menjadi kereta yang justru membawa mu semakin jauh dari rahmat Nya. Apabila Lupa diri, malas ibadah, dan kesombongan menyertainya. Naudzubillah. Aku harus ingat semua itu. Dan harus merealisasikannya dalam sesuatu yang disebut: “tindakan”.












