Berhenti Mengode Laki-laki
Kepada perempuan-perempuan yang gemar mengode laki-laki.
Mari kita sepakati bahwa, pada umumnya, laki-laki adalah makhluk logika, sedangkan perempuan adalah perasa. Saya tidak mengatakan semua perempuan dan laki sama. Hanya berbicara pada umumnya saja. Walau ada beberapa perempuan yang dominan logika dan laki-laki yang dominan perasa.
Dari yang tampak mata, banyak perempuan-perempuan yang gemar mengode alias memberi isyarat pada laki-laki. Sayangnya, tidak semua laki-laki pandai menangkap kode. Hal inilah yang melahirkan “laki-laki memang tidak peka”, “ laki-laki memang tidak punya perasaan”, atau “laki-laki selalu cuek”, dan sebagainya. Benar atau benar?
Dari pengalaman saya, laki-laki lebih senang jika kita (perempuan) langsung mengatakan maksud dan tujuan. Mereka lebih senang kita ajak diskusi tentang apa yang kita risaukan. Mereka lebih senang kita bicara langsung dengan baik-baik apa yang kita sebalkan. Mereka juga gemar memberi pendapat atas persoalan yang kita utarakan. Bukan yang sakit hati tapi malah mendiamkan. Bukan yang kecewa lalu pergi tiba-tiba. Bukan juga yang marah-marah dan tak mau tau keadaan. Dengan cara kita yang seperti itu, mereka tak akan sadar. Percaya saja.
Jadi perempuan harus tanggap keadaan. Jangan jadi perempuan yang meminta dengan paksaan. Jangan jadi perempuan yang gemar memaksa ia melakukan hanya untuk mengetes kesetiaan. Percayalah, yang setia akan menyempatkan, tanpa kita minta, tanpa kita paksa.
Bicara dan diskusi dengan pasangan tidak perlu gengsi. Yang gengsi biasanya dekat dengan sakit hati.
Selamat belajar sabar, selamat berbaikan.