Tak usah repot-repot mengeja
mereka yang sibuk melupa.
Tak usah repot-repot mengejar
mereka yang membuat jarak lebar-lebar.
Tak usah repot-repot mengikat
mereka yang sibuk membangun sekat.
-kopiumek

seen from Russia

seen from Philippines
seen from United States

seen from United States

seen from Germany
seen from Italy
seen from Italy
seen from Italy

seen from Russia

seen from Malaysia

seen from United States

seen from Germany
seen from China
seen from Russia

seen from Germany

seen from Germany

seen from Türkiye

seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from Russia
Tak usah repot-repot mengeja
mereka yang sibuk melupa.
Tak usah repot-repot mengejar
mereka yang membuat jarak lebar-lebar.
Tak usah repot-repot mengikat
mereka yang sibuk membangun sekat.
-kopiumek
Menyayangi seseorang bukan sekedar menerima ia apa adanya. Tapi juga harus mau mendorong ia dalam kegiatan yang dapat menambah wawasan atas kemampuan/passionnya, melengkapi kekurangannya dengan tulus, tidak diam saja ketika ia menemui jalan buntu. Menerima apa adanya bukan berarti terima saja saat ia bertingkah tidak tau diri, bukan berarti terima saja saat ia berkata tak tau arti, bukan berarti terima saja saat ia datang saat perlu saja kemudian pergi.
-Kopiumek
Tidak perlu
Tidak perlu mengejar-ngejar Ia yang enggan memberi kabar. Tidak perlu susah payah Menunggu ia yang tak ingin terjamah Tidak perlu merasa sedih Demi membahagiakan ia yang selalu membuat perih Tidak perlu merasa sendiri Hanya karena ia memilih pergi Tidak perlu memaksa selalu ada Untuk dia yang suka seenaknya saja Tidak perlu terjaga semalaman Untuk menangisinya yang kerap mengecewakan Tidak perlu pura-pura bahagia Hanya untuk menjadi yang lainnya Kau juga berhak dibahagiakan Kita juga berhak dibahagiakan
Berandai-andai memang nggak pernah ada habisnya. Apa lagi berandai-andai tentang dia.
"Coba aja sekarang dia di sini"
"Coba aja dia mau mendengar lebih lama lagi"
"Coba aja aku berani menahannya untuk tidak pergi"
Ah, coba aja aku bisa berhenti menyesali yang sudah terjadi.
PREORDER: Puandemik: Kumpulan Puisi Perempuan di Masa Pandemik Komunitas Puandemik Menulis, Penerbit JBS & @puandemikmenulis Juli 2021, 114 hlm, 65.000 Harga PO: 56.000 Pemesanan: 0818-0271-7528 (WA) Komunitas Puandemik Menulis diawali dengan tujuan sederhana untuk memublikasikan puisi-puisi perempuan yang dibuat pada masa pandemi oleh perempuan. Tidak spesifik harus menceritakan soal pandemi atau virus, tapi lebih pada pengalaman perempuan. Kita sebagai perempuan mengalami perubahan yang berdampak pada fisik, psikologis dan juga relasi kita dengan orang lain. Kumpulan Puisi Puandemik diharapkan menjadi wadah bagi perempuan untuk menulis bersama, juga berkomunitas lagi untuk berbagi keresahan dan pemikiran. Walaupun mungkin buku ini terlihat kecil, tapi diharapkan membawa makna besar untuk semua yang berpartisipasi. Komunitas Puandemik Menulis juga hendak menerbitkan kumpulan esai setelah buku puisi ini. Untuk semua penerbitan dan hasil penjualan buku akan didonasikan pada organisasi yang bekerja untuk pendampingan korban kekerasan perempuan dan pekerja seni perempuan. Ditulis oleh 46 perempuan dengan latar dan lokasi yang beragam. Di dalamnya, mereka menyuarakan perihal yang sama, Pandemik dan perihal yang rumit di dalamnya. Selamat membaca. #Puandemik #kumpulanpuisiperempuandimasapandemik #puisiperempuan #Pandemik #Pandemi #puisipandemi #KomunitasPuandemikMenulis #PenerbitJBS #BukuBaru #bukupuisi (di Kedai JBS) https://www.instagram.com/p/CS9U2B_hSSd/?utm_medium=tumblr
Seperti mimpi-mimpimu di awal kita berjuang
Laki-laki sering berpikir bahwa wanita itu rumit. Sedangkan wanita merasa bahwa laki-laki sering tidak mengerti. Mungkin diantara keduanya ada perbedaan cara berpikir dan merasa.
Seperti sebuah 'gap' yang entah bagaimana menemukan perekatnya agar tak berjauhan.
Kekecewaan paling dalam. . . #sajak #sajakcinta #sajakrindu #prosa #puisi #senandika #sajakliar #mediaberkarya #semestapuisi #senandika #kopiumek #puisiperempuan #sajakperempuan #puisicinta #puisiluka #writingproject #aksara #aksaralara #aksimenulis #dialograsa