Ternak Hati: Prospek dan Keuntungan Budidayanya
Bisnis yang mulai menunjukkan prospeknya kini ialah bisnis ternak hati. Menurut survey Heartless Farm yang diutas dari panenhati.co.id, dijelaskan bahwa per periode 2018, pertumbuhan konsumen hati berada pada angka 1,28% per triwulan. Hal ini menggenapkan jumlah konsumen hati pada kuarsa akhir tahun 2018 menjadi 202 juta konsumen. Adapun pada tahun 2019, pertumbuhan meningkat menjadi 2,35% per triwulan.
Pakar Ilmu Hatiologi dari universitas California, Prof. Lathi J. Lara, menjelaskan fenomena peningkatan konsumsi hati tersebut dikarenakan kurangnya faktor sekuritas terhadap hati.
“Mayoritas konsumen hati cenderung mudah berganti-ganti hati. Alhasil, satu konsumen yang mula hanya mengonsumsi satu hati per tahun, menjadi harus mencari hati baru untuk dikonsumsi. Pencarian hati baru ini meningkatkan konsumsi hati, yang kemudian meningkatkan permintaan pasar terhadap hati,” terang Prof. Lathi, saat diwawancarai di Gedung Bundar, AS (27/3).
Adapun dalam proses pencarian hati yang baru tersebut, tidak jarang konsumen merasa tidak cocok dengan hati yang baru ditemukannya.
“Yang menjadi soal, survey menunjukkan bahwa 68 responden dari 100 orang menjawab bahwa tiap-tiap dari mereka setidaknya harus mengonsumsi dua hingga empat hati sekadar untuk menuntaskan pencarian hati. Itulah sebabnya, pertumbuhan konsumsi hati bersifat eksponensial.”
Temuan Prof. Lathi ini selaras dengan hasil penelitian tim peneliti dari LBHP (Lembaga Budidaya Hati dan Perasaan), yang diketuai oleh Dr. Syamsuddin Sinagog, S.Hat., M.Prs., bahwa konsumen belakangan ini tidak jarang bersifat duplikatif dan multi-reseptif.
“Kesimpulan kami, konsumen cenderung bersifat multi-reseptif. Artinya, satu orang konsumen bisa mengonsumsi 2-3 hati sekaligus dalam satu waktu,” jelas Dr. Syamsuddin (28/3).
Penjelasan pakar Ilmu Hatiologi dan hasil penelitian LBHP ini setidaknya mengindikasikan bahwa tren konsumsi hati menjadi hal yang perlu diperhatikan dalam era global saat ini.
Sudah Saatnya Budidaya Hati
Tren konsumsi hati sudah terang benderang menjadi prospek yang menjanjikan di masa mendatang. Bagi para pebisnis, hal yang demikian patut menjadi perhatian. Adapun bagi pemerintah, perlu mulai melirik tren tersebut dan mempermudah perizinan terhadapnya.
Kepala Divisi Penjaringan Hati LBHP, Mulyono, S.Hat., mengutarakan bahwa prospek bisnis budidaya hati mulai melejit di awal tahun 2020 ini. Jelasnya, total pebisnis budidaya hati di Indonesia saja ada pada angka 67 juta usaha. Adapun skala internasional, jumlah pebisnis budidaya hati ditaksir mencapai 891 juta usaha.
“Ya, benar, banyak yang melihat peluang bisnis hati ini. Makanya banyak yang tertarik membudidayakannya,” (29/3)
Sejak Februari, satu hati dibanderol gratis bersyarat di pasaran. Pasalnya, hati memang umum dijual murah. Tak jarang, konsumen harus mendapatkan hati dengan teknik stalking, atau sekadar tanya-tanya kabar.
“Mudah saja untuk mendapatkan hati. Kalau kita bisa sering tanya kabar peternak hati, biasanya sang peternak hati dengan mudah menurunkan harga hati yang dimilikinya. Atau, tak jarang juga melihat Instagram atau status WhatsApp si peternak hati pun menjadi metode yang efektif,” terang Mulyono.
“Apalagi kalau kita sering membalas snapgram peternak hatinya. Itu cara yang bagus sekali, karena peternak hati tidak jarang merasa sulit menolak ajakan bercerita atau sekadar curhat dari dua belah pihak.”
“Hal tersebutlah yang kemudian menjadi dasar mengapa bisnis budidaya hati ini menjanjikan. Perkembangan teknologi sekarang ini mempermudah konsumen untuk menjangkau peternak hati dalam tempo waktu yang singkat.”
Salah satu peternak hati, Rusya Aliyah, S.Hat., menuturkan bisnisnya selama ini pun memberikan keuntungan yang besar sejak 2 tahun belakangan.
“Kalau saya sudah berhasil menjual 630 hati selama dua tahun ini. Awal bisnis memang saya tidak tahu apa-apa, hanya bermula dari 2 hati saja. Namun kemudian berkembang menjadi 10, 20, dan seterusnya hingga sekarang total hati yang saya ternak berjumlah 1000 hati.” (29/3)
“Omzet yang saya dapat syukur sudah mencapai sekian juta rupiah tiap bulan. Triknya mudah saja, asal kita rajin membalas balik orang yang chat kita, atau minimal beri perhatian dan rasa kasihan serta kasih sayang saja, maka konsumen akan tertarik.”
Hingga saat ini, Rusya Aliyah hidup sejahtera dengan bisnis budidaya hatinya tersebut. Bahkan, konsumen terus meningkat, hingga Rusya harus meningkatkan produksi hati dengan menyewa lahan peternakan yang lebih luas lagi. [ ]











