Ternyata Ada
Ternyata ada beberapa hal bahkan banyak yang tidak bisa kita ungkap dikhalayak ramai. Misalnya, kita nggak bisa cerita detail perjuangan kita menuju satu titik tertentu dari A-Z. Membuat orang-orang paham kalau kita ini pernah gagal berkali-kali. Pernah terpuruk sampai pada titik paling buruk. Sama sekali nggak bisa. Dan untuk apa juga. Toh hanya kita yang merasakannya. Tanpa perlu melibatkan banyak perasaan orang lain. Orang lain sudah terlalu sibuk dengan urusannya sendiri, tak perlu lah ditambah harus memaksakan paham atas masalahmu. Egois sekali kamu.
Ternyata ada beberapa hal yang harus kita simpan rapi sendiri. Menutupnya rapat, tanpa perlu membukanya sesekali pada mereka. Sekalipun percaya, tetap ada batas. Cukup kita yang amati pada bagian mana terasa sakit. Kita juga yang tahu obat penenangnya. Hilang? Tentu sulit, yang ada hanya perlu menenangkan. Lupa? Jelas nggak mungkin. Karna bagaimanapun, kita terlahir dari masa lalu juga masa depan.
Ternyata ada beberapa hal yang tak perlu kita ikut campuri lebih jauh. Seperti terlibat masalah orang lain, memberi solusi lebih intens, membahasnya berkali-kali, atau.... memaksakan peduli. Lagi-lagi ada barier yang tak perlu dihilangkan.
Ternyata ada beberapa hal yang tidak harus kita pahami seutuhnya. Cukup tahu, tanpa ingin menggelutinya. Bukan menyerah, hanya saja kita tahu atas kemampuan. Kita akan menghabiskan banyak waktu pada apa yang kita sukai. Tidak salah. Karna memaksakan pun hanya akan memupuk penyesalan di masa depan.
Ternyata ada beberapa hal yang tak perlu kita dengar perihal siapa kita dari sudut pandang orang lain. Seolah kita adalah milik mereka dan kita akan menjadi apa yang mereka mau. Jangan. Kamu adalah kamu dengan dirimu, dan hanya kamu yang tahu seperti apa dirimu. Untuk apa juga menjadi bagian dari mulut orang lain.
Ternyata ada beberapa hal yang harus kita selesaikan sendiri. Bukan berarti anti sosial. Justru karna kamu tahu kapasitas dari masalahmu. Tanpa perlu melibatkan solusi orang lain, yang ternyata tidak betul-betul bersolusi, dan kembali pada dirimu sebagai penentu dan pengguna solusi.
Ternyata ada beberapa hal yang tidak bisa dipahami dari sifat orang lain. Menyebalkan, buat risih, tidak nyaman dan lainnya yang sebetulnya bisa jadi kamu pun begitu di mata orang lain. Kita tidak bisa terus-terusan membuat nyaman orang. Kita hanya perlu membuka pikiran, melapangkan ego tanpa perlu memaksakan nyamanmu. Kita juga bisa menghindar tanpa menyakiti secara lisan dan perlakuan. Tentu kamu yang lebih tahu bagaimana baiknya.
Ternyata ada beberapa hal yang tidak bisa kita miliki sekalipun kita berupaya lebih dan lebih. Jangan khawatir, kamu tidak sendiri. Karna apa yang kita upayakan, belum pasti kita dapatkan. Dan ketika dapat pun, belum tentu membuat hatimu tentram. Kamu seringkali tidak sadar, yang dimiliki sekarang adalah apa-apa yang diupayakan orang lain. Berkali-kali lipat ikhtiar, dan akhirnya harus kembali tegar.
Ternyata ada. Selalu ada. Pada setiap sudut ruang hidup, kita dijejali banyak hal. Menerima, membuang, menyaring. Dan hanya kita yang bisa memilahnya.
@janatunrahmilah
Cibinong, 5 Oktober 2020










