Karena Corona Syukurku Bertambah
----------------------------------------------------
"Weekend ini kita kemana say?" Adalah pertanyaan yang rutin terlontar dariku pada suami hampir tiap akhir pekan.
Iya, karna enam hari dalam sepekan beliau sibuk bekerja, berangkat pukul tujuh dan kembali pukul lima. Setiap hari. Maka, saat suami libur sudah seperti keharusan untuk kami menghabiskan waktu bersama.
Namun, belum lama ini semua berubah.
Tiba - tiba.
Ya.
Rasanya seperti hujan badai yang entah kapan berhenti. Matahari seakan enggan menampakkan diri, hingga kabut terus saja menyulam hari hingga berlarut - larut.
Semua linimasa sampai grup keluarga berlomba-lomba memforward kabar terkini tentang si imut yang peniliti sebut Covid19.
Mulai dari cara meningkatkan imunitas diri hingga berapa banyak korban yang diisolasi.
"Say, kita dirumah saja ya. Aku takut " Demikian pertanyaan yang biasa kulontar berubah jadi pernyataan.
Anak- anak yang biasanya ku bebaskan main keluarpun, tak kuizi kan keluar pagar rumah. Pengajian yang rutin tiap minggu ku hadiri terpaksa di berhentikan sementara, sampai shalat subuh berjamaah di masjid yang hampir tiap hari dihadiri suamipun kian sepi.
Aku memutuskan untuk me- lockdown diri sendiri dan keluarga dari segala aktivitas yang memungkinkan kami bertemu banyak orang. Rasa-rasanya sungguh terbatas ruang gerak kami saat ini. Namun dilain sisi begitu banyak hal yang makin ku syukuri.
Ya. Tak bisa pergi berjamaah ke masjid menjadikan suami,aku, dan anak- anak kami bisa shalat berjamaah dirumah. Suatu hal langka yang kuperoleh jika hari-hari biasa. Pengajian yang diberhentikan malah menjadikan aku duduk berdua menonton streaming kajian hingga membahas isi buku-buku yang sedang ku baca. Dan anak-anak yang tak kuizinkan main keluar rumah menjadikanku lebih kreatif mengajak anak anak bermain, hingga aku merasa kelekatan kami makin membaik.
Dan dari perasaan yang awalnya ku merasa di batasi kini malah berbalik ku syukuri tiada henti. Sungguh, akan selalu ada hal baik dibalik setiap hal yang kita pandang negativ.
Terimakasih Covid19, kini aku berusaha lebih keras untuk menjaga imunitas diri serta punya waktu lebih spesial bersama keluarga.













