Dari Maryam Sampai Terry Putri
“Kalaulah memang air laut berasal dari air mata wanita, maka ada wanita-wanita pilihan yang air matanya sebening embun yang kemudian mengalir ke sungai dan hanya sebagiannya bermuara ke laut”
Terbayang di sebuah Mihrab yang tinggi dimana tidak bisa dijangkau sembarang orang, hiduplah seorang wanita yang selalu dicukupkan makanan-makanan terbaik dari langit. Jika gurunya bertanya dari mana asal makanan itu, ia selalu menjawab “Dari sisi Allah, Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa saja yang dikehendakinya”. Jawaban yang jika diungkapkan di abad 21 mungkin bisa jadi bahan olokan.
Wanita biasa yang juga sempat berandai lebih baik mati kemudian tidak diperhatikan & dilupakan. Tapi, Ibunya yaitu Hannah istri Imran sungguh sudah dikabulkan Do’anya oleh Allah SWT agar menjauhkan anaknya dari godaan setan yang terkutuk. Tidak lama, kembali berbahagialah ia karena dianugerahi seorang bayi Al-Masih yang memberi harapan dan pembelaan kepada ibunya. Wanita yang selama 13 tahun mendidik putranya seorang diri dengan ketulusan dan kesabaran.
Dialah Maryam yang berarti wanita ahli ibadah dan pengabdi kepada Allah.
Beberapa malam kemarin, di stasiun televisi milik pemerintah tidak sengaja saya nonton acara Talkshow dengan bintang tamu Mba Terry Putri.
Yang berbeda, sekarang mba Terry Alhamdulillah sudah berhijab. Satu hal yang bikin saya terkesan ketika Mba Terry ditanya apa yang membuatnya bisa memutuskan untuk ‘berproses’ dan mengenakan hijab. Jawabannya kurang lebih begini:
“Kata orang perasaan galau, resah, gelisah & gundah adalah perasaan yang wajar. Tapi sebenarnya perasaan-perasaan seperti itu bukan suatu yang wajar, kondisi-kondisi itu adalah tanda jauhnya kita dari taat kepada Allah. Salah satu bentuk taat saya saat ini adalah dengan mengenakan Hijab karena itu perintah Allah SWT”
Saya –yang ketika itu lagi terlalu kebanyakan mikir- langsung merasa jleb banget –lagi-! Andai saya kenal sama Mba Terry, pengen peluk deh. Makasih banyak udah diingetin (Akhirnya Saya nobatkan mba Terry menjadi teteh imajinasi saya yang kedua setelah Teh Dian Sastro karena mbanya juga suka lari Haha)
Setelah malam itu, entah kenapa terlintas ingatan saya tentang kisah maryam tadi. Mencari lebih dalam apa yang membuat wanita-wanita ini memiliki kekuatan dan bertahan.
Mengenang tentang Maryam, Alhamdulillah saya diingatkan lagi tentang kisah Siti Sarah, Asiyah istri Fir’aun, Shafura istri Musa, Ratu Balqis, dan Hannah istri Imran.
Satu-satunya kesamaan yang membuat wanita-wanita ini memiliki kekuatan adalah keyakinannya kepada Allah yang amat luar biasa. Keyakinan yang tulus sehingga setiap do’a-do’anya selalu dikabulkan oleh Allah SWT. Keyakinan yang terjaga sehingga apa yang dirasa mustahil oleh akal manusia terjadi dengan mudah atas izin Allah.
Hal yang sama saya lihat pada pengalaman Mba Terry, keyakinan sama Allah membuatnya berani ‘berproses’ dan tidak putus asa meski ditinggal beberapa temannya.
Duh, malu pangkat seribu. Maryam rasanya tidak pernah galau pada hal yang tidak perlu. Ujian hebat yang Maryam terima rasanya belum pernah terjadi lagi pada manusia setelahnya. Tapi, Maryam tetap yakin.
Malu pangkat sejuta, diingetin mba Terry Putri bahwa galau, resah, dan gelisahmu adalah bukti kamu jauh dari taat. Menjauh dari yakin.
Lucunya, dengan semua nasihat dari kisah Maryam & Mba Terry, di benak saya dunia tergambar semakin fana. Semua yang kita lihat dan dirasa nyata, seperti kaca yang bergantungan di ruang tak berdimensi. Rapuh kalau terlalu erat dipegang.
Lalu datanglah liriknya Kunto Aji : “Lepaskanlah beban pikiranmu, dengarkan hatimu’
Yap, kalau ruang tidak berdimensi itu adalah dunia, saya pikir ruang berdimensi itu adanya di hati. Di sana ada tali yang bisa dipakai bergantung erat. Karena kalau kita mau sedikit lebih jujur, tidak ada ‘hati’ yang bisa hidup tanpa adanya keyakinan.
Dan, Saya bersyukur diberi keyakinan bahwa hati yang jujur adalah ketika kita mengingat Allah. Keyakinan yang kuat adalah berserah diri sama Allah. Kembali sama Allah seperti Maryam & mba Terry Putri.
Lagi dan lagi! Solusi yang udah lama ada untuk semua rasa galau, resah & gelisah kita tapi selalu tertutup sama kesibukan dunia. #CageurBray!
Semoga diistiqomahkan siapa saja yang sedang berjuang untuk keyakinannya, terlebih keyakinannya untuk berserah sama Allah. Amiiin.