Kulik Lirik Tafsir Mistik
Lagi, gegara banyak menonton Tonight Show dan tentu saja dynamic duo idola saya, pengetahuan musik saya bertambah dan selera musik pun semakin beragam berkat terlalu sering bergaul dengan para bapak tiga anak ini. Salah satu tayangan Tonight Show memaksa saya untuk berkenalan dengan band asal Jatinangor yaitu The Panturas. Band bergenre surf rock ini dengan gayanya yang nyentrik membawakan lagu bernuansa ngeri-ngeri sedap berjudul “Tafsir Mistik”. Pertama kali mendengar lagu dengan genre surf rock apalagi ditambah warna vokal dari sang vokalis (Bang Acin) yang dahsyat makes me loves this song for the very first second. Selepasnya saya mendengar “Tafsir Mistik” berulang kali, meminta Bang Acin untuk terus menyanyikannya. Sejak saat itu, saya menyatakan tidak akan pernah menyesal mengenal The Panturas. Dan setelah mendengar liriknya saya pun tertarik untuk menguliknya karena lirik “Tafsir Mistik” begitu unik, menggelitik, dengan nuansa horor religi yang pastinya sarat makna. Berikut penafsiran saya tentang lirik lagu “Tafsir Mistik” yang tentu saja sangat subjektif. Karena sebagai penikmat seni kita bebas menafsirkan karya seni itu sendiri tanpa memikirkan benar ataupun salah.
Wahai setan yang bersembunyi di antara makna
Dan tak mempan diusir dengan ruqyah
Merasuki bangunan kepala
Dan mengendap hingga jadi lumrah
Ruang khayal yang telah kau buka
Beri pembenaran pada dosa-dosa
Manusia yang takabur neraka
Dan coba ciptakan swanirwana
Setan dapat hadir dengan berbagai wujud seperti hasutan, pikiran-pikiran negatif, niat busuk. Berbagai wujud tersebut kerap menghantui pikiran hingga menjadi kebiasaan. Dan tidak semua wujud ‘setan’ dapat diusir dengan ruqyah. Imajinasi yang ada di kepala manusia dapat berupa angan-angan akan suatu hal entah hal baik maupun hal buruk. Segalanya itu dirasa benar, sehingga sering kita jumpai manusia membenarkan segala cara untuk meraih sesuatu yang diinginkan. Manusia semacam itu merupakan manusia yang tak takut neraka dan mencoba menciptakan surga sendiri, di mana definisi surga yang mereka ciptakan jauh dengan surga sesungguhnya.
Kau pun berkelana
Di waktu kikuk antara lahir
Dan mati jadikan jagat fana
Mutlak jikalau arwah menafsir
Terus berkelana
Di ruang kikuk antara lahir
Dan mati hingga porak-poranda
Benak-benak yang sudi menafsir
Setan pun berkelana selama manusia hidup (waktu kikuk antara lahir dan mati) dengan tidak putus-putusnya menghasut, membisikan hal-hal buruk pada manusia. Karena itulah dunia ini bersifat fana (dapat rusak, tidak kekal). Setan akan terus menghasut manusia sampai manusia mati dan iman porak poranda. Atau “porak poranda” di sini dapat diartikan sebagai hari kiamat. Sesungguhnya hal demikian disadari oleh orang-orang yang peka, sudi mengaji, dan belajar ilmu agama (benak-benak yang sudi menafsir).
Oh, saat wahyu Sang Maha Penakluk
Yang diramalkan jadi mustakim
Tunduk pada rayu para makhluk
Yang kadang benar lantaran musim
Wahyu Tuhan yang diturunkan pada Nabi menjadi petunjuk dan pedoman dalam menjalani hidup yang lurus. Sifat Tuhan yang Maha Pengasih lagi Maha Pengampun yang sudi mengampuni dosa-dosa para makhluk yang ‘tiba-tiba’ menjadi alim lantaran musim. Misalnya para penjudi yang mendadak rajin sholat tarawih pada ‘musim’ Ramadhan lalu selepas Idul Fitri mereka tak segan untuk berjudi lagi.
Acap serupa yang kita lawan
Dan kau mungkin juga bukan setan
Tapi apa kabarnya anak hamba
Yang tak pernah ganggu kehidupan kalian? Yeah
Seringkali kali yang kita lawan itu bukan hasutan setan melainkan pikiran-pikiran kita sendiri. Ada suatu kalimat berbunyi, setan hanya menghasut, manusia yang memutuskan untuk menjalankan hasutan tersebut atau tidak. “Kau” dapat diartikan pikiran atau niat manusia yang sudah busuk tanpa ada campur tangan setan. Lalu ada pertanyaan, bagaimana dengan orang sholeh yang tak pernah berurusan dengan ‘setan’? Ya, seperti yang kita tahu tugas setan untuk menjerumuskan manusia itu tidak pandang bulu.