Pengobatan Ala Nabi Muhammad SAW
Nabi Muhammad SAW mengajarkan pengobatan alami tanpa zat-zat kimia dari para tabib atau dokter. Pengobatan ini menggunakan bahan alami dan juga dengan ayat-ayat suci Al-qur’an, sehingga tidak akan menimbulkan efek samping sebagaimana obat kimia.
Pengobatan berdasarkan syariat Islam, yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW melalui tindakan dan perkataan Beliau ini kemudian dikenal dengan Thibbun Nabawi. Thibbun Nabawi merujuk pada tindakan dan perkataan (hadits) Nabi Muhammad SAW mengenai penyakit, pengobatan dan kebersihan, maupun genre tulisan oleh para sarjana non-medis untuk mengumpulkan dan menjelaskan tradisi-tradisi tersebut.
Istilah Thibbun Nabawi ini pertama kali muncul pada abad ke-13 M oleh para dokter muslim untuk menunjukkan ilmu-ilmu kedokteran yang berada dalam bingkai keimanan pada Allah, sehingga terhindar dari kesyirikan, tahayul (khayalan/hal yang sebenarnya tidak ada) dan khufarat (mengandung dusta).
Thibbun nabawi yaitu segala sesuatu yang disebutkan oleh Al-Quran dan As-Sunnah yang shahih yang berkaitan dengan kedokteran baik berupa pencegahan (penyakit) atau pengobatan. Setiap penyakit itu ada obatnya, kecuali kematian. Rasulullah SAW bersabda:
“Tidaklah Allah menurunkan penyakit kecuali Dia turunkan untuk penyakit itu obatnya.” – HR. Bukhari dan Muslim.
“Sesungguhnya Allah tidaklah menurunkan penyakit kecuali Dia turunkan pula obatnya bersamanya. (Hanya saja) tidak mengetahui orang yang tidak mengetahuinya dan mengetahui orang yang mengetahuinya.” – HR. Ahmad.
“Setiap penyakit ada obatnya. Maka bila obat itu mengenai penyakit akan sembuh dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala.” – HR. Muslim.
Ada banyak cara pencegahan, penyembuhan, dan pengobatan yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah yang shahih yang dapat kita jadikan pedoman dan tidak perlu beralih ke pengobatan kimiawi.
Baca juga: Grosir Karpet Masjid di Bandung
Al-Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah RA mengatakan, “Sungguh para tabib telah sepakat bahwa ketika memungkinkan pengobatan dengan bahan makanan maka jangan beralih kepada obat-obatan (kimiawi). Ketika memungkinkan mengkonsumsi obat yang sederhana, maka jangan beralih memakai obat yang kompleks. Mereka mengatakan, ‘Setiap penyakit yang bisa ditolak dengan makanan-makanan tertentu dan pencegahan, janganlah mencoba menolaknya dengan obat-obatan’.”
Pengobatan nabawiyyah ini hendaknya digunakan sebagai pengobatan yang utama, bukan pengobatan alternatif seperti yang kita lakukan sekarang ini, lebih meyakini obat kimiawi dibandingkan obat nabawiyyah. Pengobatan nabawiyyah diyakini kesembuhannya karena bersumber dari wahyu, sementara pengobatan kimiawi dihasilkan dari dugaan atau dengan pengalaman/uji coba.
Lihat juga: Harga Karpet Masjid Roll di Bandung
Namun yang perlu diingat adalah kita meyakini bahwa penyakit yang sembuh bukan karena obat, namun yang menyembuhkan penyakit tersebut adalah Allah SWT yang telah memberikan penyakit dan obatnya sekaligus.
“Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkanku.” – Asy-Syu’ara`: 80.
Ada banyak thibbun nabawi atau pengobatan nabawiyyah, diantaranya adalah ruqyah, bekam, mengkonsumsi madu, mengkonsumsi habbatus sauda, menggunakan minyak zaitun, dan bersiwak (menyikat gigi dengan miswak).
Selain itu, air zam-zam dan daun bidara dapat digunakan sebagai obat, untuk menyembuhkan sakit maag kita dapat berpuasa, dan pengobatan alami lainnya.
Jika ada pengobatan yang datang dari Allah melalui Rasulullah, mengapa kita memilih obat yang dibuat oleh manusia? Semoga bermanfaat..
Karpet Sajdah Masjid untuk Sholat, klik di sini.