Rasul
seen from Brazil
seen from United States
seen from South Korea
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from China
seen from Romania

seen from United Kingdom

seen from Malaysia
seen from Slovakia
seen from Türkiye
seen from China

seen from Sweden
seen from United States
seen from United States
seen from Germany
seen from Canada
seen from China
Rasul
Musik this! Musik that! Kolektif this! Kolektif that!.. stop your fuckin' bullshit, big mouth!!
Emang musik mati kalau ga ada kamu dan teman-teman KORPORASI-mu yang pake embel embel kolektif di sana? Emang seberapa berpengaruh kamu dan teman-temanmu yang berusaha menjadi tengkulak dengan ngebayar rendah band-band lokal ke korporasi yang lagi kamu jilatin lubang boolnya? Emang kota ini butuh kamu dan "kolektif"-mu? Emang kota ini diselamatkan industri kreatifnya oleh tangan-tangan seperti kalian? Emang sebegitu penting koneksi orang-orang ibukota yang juga sok penting itu ke kota ini?Emang temen-temenku butuh itu? Emang kami butuh itu? Emang aku butuh kalian? TUNGGU DULU!!!!!
EMANG SIAPA KALIAN? para rasul? juru selamat? pembawa kayu salib industri musik lokal?
Kalian cuma komplotan orang-orang kaya atau ironinya beberapa dari kalian cuman orang-orang miskin dari kelas yang sama sepertiku tapi dengan gaya selangit yang mencoba fit in dengan teman-teman kayanya agar cuma terlihat seperti orang-orang penting bukan? Sebagian besar dari kalian bahkan tidak punya etos kerja kolektif!
Aku ingat sekali, suatu waktu diskusi diadakan oleh media yang juga sebenernya gak jelas juga arahnya ini, dengan beberapa speaker berisi orang-orang congkak di sebuah bar hotel bintang 5. Seperti dugaanku semua orang yang menjadi speaker semua isinya orang orang boring dan sok penting (tentu saja jika kalian bukan orang dengan dua sifat di atas gak akan mau menjadi speaker di sana haha). Satu di antara mereka berbicara dengan mulut besarnya soal koneksinya dengan band-band besar ibukota dan jasanya membawa mereka ke mari dan karena jasanya kota ini jadi seolah jadi jalur perdagangan penting bagi industri musik. Satu di antaranya yang lagi-lagi juga bermulut besar berbicara soal kolektif yang dia bangun dari bawah blah blah blah, di kepalaku aku cuma menjawab "bukannya kamu salah satu bootlicker brand HS Sampoerna bahkan dari acara pertamamu ya??"
Jika saja tidak ada bir gratis di sana aku juga gak sudi untuk mendengarkan gerombolan mulut besar itu saling menceritakan pencapaian-pencapaian palsu yang mereka bangun jauh di dalam kepala mereka sendiri.
Tetapi minum 3 gelas bir gratis sambil mendengarkan omong kosong rasul-rasul juru selamat dan tengkulak-tengkulak ini nampaknya enak juga hahhaha, setidaknya perasaan terhiburku terbayarkan.
Sungguh indah sekali kota ini dan diskusinya dengan juru selamat dan tengkulak yang saling bergandengan tangan.
Daisy's Family Friends
Splunge Sheep: The squad, the homies, the brothers-from-other-mother- these are all creatures that are close to Daisy and/or her family (and exist in the Daedalverse).
Click on the name of the character in the links below their portrait to learn more about them!
Naturally Unique ~*~ Raven Luster ~*~ Devil's Food Cupcake ~*~ Rose Moon
Moon Flower the 2nd ~*~ Torrent ~*~ Rasul ~*~ Yue-Lang
Lilah Eveningwhisper ~*~ Stellar Jay ~*~ Gecko Gill
Feel free to send me (or the characters) an ask if you have questions about their profiles, relationships with each other, or their roles in San Franciscolt.
- MENGENANG AKHLAK RASULULLAH SAW -
Setelah Rasulullah SAW. Wafat, seketika madinah dipenuhi bisingnya tangis umat islam. Antara percaya dan tidak percaya bahwa Sang Rasul yang Mulia telah meninggalkan mereka.
Beberapa waktu kemudian datanglah seorang Arab Badui menghampiri Sayyidina Umar bin Khattab dan meminta"Ceritakan padaku Akhlak Muhammad !", namun Sayyidina Umar menangis mendengar pertanyaan itu, beliau tak mampu menjawab apapun. Lantas Sayyidina Umar menyuruh orang Arab Badui itu menemui Bilal bin Rabah.
Ditemuilah Bilal oleh orang badui itu, dan meminta "Ceritakan padaku Akhlak Muhammad !" Bilal pun tak mampu menjawab apapun dan hanya menangis lantas menyuruh Orang Arab Badui itu menemui Sayyidina Ali bin Abi Thalib.
Orang Badui itu mulai heran, ia tahu betul bahwa Sayyidina Umar dan Bilal bin Rabah adalah sahabat Rasulullah. Tapi mengapa mereka tak sanggup menceritakan Akhlak Rasul ?.
Maka, dengan harap-harap cemas ia menemui Sayyidina Ali dan menanyakan hal yang sama.
Dengan linangan air mata Sayyidina membalikan keadaan "Ceritakan kepadaku keindahan ini !" Lantas orang badui itu menjawab " Bagaimana mungkin aku dapat menceritakan segala keindahan dunia ini? " Sayyidina Ali membalasnya " Engkau tak sanggup menceritakan keindahan dunia, padahal Allah telah berfirman dunia ini kecil dan hanyalah senda gurau belaka. Lalu bagaimana aku dapat melukiskan Akhlak Rasulullah sedangkan Allah telah berfirman bahwa Sungguh Nabi Muhammad SAW memiliki budi pekerti yang Agung?".
Ternyaata masing-masing sahabat memiliki kesan tersendiri dari pergaulannya dengan Rasulullah, maka jika mereka diminta menjelaskan Akhlak Rasul maka linangan air matalah jawabannya, karena terkenang pada Junjungannya.
Mungkin mereka hanya mampu menceritakan satu fragmen yang paling indah dan berkesan dalam interaksi mereka dengan Sang Nabi Terakhir.
Allahumma Sholi 'ala sayyidina Muhammad
Ini mengajarkan kita bahwa, setiap orang pasti meninggalkan suatu kesan, entah itu kesan baik atau buruk. Maka janganlah hanya menjadi Manusia Baik. Tapi, jadilah sebaik-baiknya Manusia.
Sumber : buku Gus Nadir Syah Hosein
Cmiiw :)
Muhammad 4: Pesilat Lidah
Saya ga tahu harus menandai di mana. Sebab subjudul ini, pedih seluruhnya. Setiap yang bertentangan dengan ‘Ali, dalam hati, selalu saya timpali,
“Tidakkah engkau pernah mendengar Rasulullah berkata, ‘Ali selalu menyertai kebenaran dan kebenaran selalu menyertai ‘Ali?”
Apakah tidak cukup? Apakah hilang ingatan? Rasulullah menyampaikannya langsung dan ga mungkin terpatahkan. Mengapa orang-orang begitu bersikeras memegang pendapatnya dan mengabaikan sabda Nabi? Ini menjengkelkan sekali.
Lebih patah hati lagi, kalau diingat bahwa meskipun yang saya baca ini novel, tapi dia bukan fiksi. Inilah kisah yang pernah sungguhan terjadi dan ga mungkin berharap di BAB selanjutnya ada keajaiban terjadi. Ujungnya kesal dan sedih sendiri.
"Allah, hiçbir kitabını Resul'süz göndermemiştir. Bu da bize insanoğlu’nun bir muallimi olmadan herhangi bir tedrisatta bulunamayacağını gösteriyor."
Allâme Muhammed Tâkî Osmânî
Quran Verse يَٰٓأَيُّهَا ٱلرَّسُولُ بَلِّغْ مَآ أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ ۖ وَإِن لَّمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُۥ ۚ وَٱللَّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ ٱلنَّاسِ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلْكَٰفِرِينَ O Messenger! Proclaim which has been sent down to you from your Lord. And if you do not, then you have not conveyed His Message. Allah will protect you from mankind. Verily, Allah guides not the people who disbelieve. (5.67) وَٱللَّهُ يَعۡصِمُكَ مِنَ ٱلنَّاسِ (And Allah will protect you from the people) means, you convey My Message and I will protect, aid and support you over your enemies and will grant you victory over them. Therefore, do not have any fear or sadness, for none of them will be able to touch you with harm. Surah 5: Al-Ma'idah: v.67 Before the ayah, Messenger ﷺ was being guarded. Imam Ahmad recorded that one night when the Prophet was being vigilant*, he said he wished that some of his pious companions guard him, to which Sa'd bin Abi Waqqas attended and guarded the Prophet the entire night while the prophet slept. But after this ayah was revealed, he asked them to go, for Allah would protect him. Reference: Tafsir Ibn Kathir *vigilant: keeping careful watch for possible dange . . . . . #islam #deenoverdunya #islamisperfect #prophet #prophetmuhammadﷺ #rasulullah #rasul #nabi #prophecy #islamislife #protectivestyles #promise #allahisgreat #allah #allahuakbar #allahﷻ #deen #sleep #companion #explorepage #explorepage✨ #muslimah #countingblessings #couplegoals #islamicquotes #reminders #islamicreminders #instadaily (at Captionツ) https://www.instagram.com/p/CGZKdxgFhrx/?igshid=163x3ot1tzki8
mainz 2020