Seumpama bunga, kami adalah bunga yang tak kau hendaki tumbuh Engkau lebih suka membangun rumah dan merampas tanah Seumpama bunga, kami adalah bunga yang tak kau hendaki adanya Engkau lebih suka membangun jalan raya dan pagar besi Seumpama bunga, kami adalah bunga yang dirontokkan di bumi kamu sendiri Jika kami bunga, engkau adalah tembok itu, tapi di tubuh tembok itu telah kami sebar biji-biji Suatu saat kami akan tumbuh bersama dengan keyakinan: engkau harus hancur! Dalam keyakinan kami dimanapun: tirani harus tumbang!
T. Widji, Bunga dan Tembok














